
'Tujuh jam lama nya pesawat dengan nama Airbus Kobra 737 mendarat sempurna di bandar udara internasional Tokyo Haneda.
"Setelah pesawat mendarat di pagi buta satu lelaki paruh baya pun turun dan diikuti oleh tiga lelaki seumuran. Lalu mereka pun menuju ruangan pemeriksaan di bandara tersebut.
Irasshaimase '' Kata Naga Saki Sempur kepada mereka berempat seraya membungkuk hormat.
Arigatōgozaimashita'' jawab Dani Rustandi.
"Cok ngomong apa mereka'' bisik Beni
"Gue juga Tidak tahu, Coba loe tanya sama Ketua Gareng.
"Ketua Tuan Besar bicara apa! tanya Beni sambil berbisik kearah telinga Ketua.
"Ketua Gareng geleng geleng kepala sama hal nya tidak tahu.
Aruite kudasai'' Kata Naga Saki seraya mempersilahkan untuk jalan.
"Gareng dan Cok Ben ayo" Ajak Dani Rustandi.
"Mereka berempat pun sudah di tunggu oleh beberapa mobil mewah yang sudah berjejer di pintu keluar bandara Tokyo Jepang
"Ketua bersama Cok Ben adalah pengalaman pertama nya dia menginjak kan di negri orang beda hal nya dengan Dani Rustandi yang sudah sering karna waktu perjalanan bisnis nya mengikuti Khabil Ardana. Sampai membuat koalisi untuk menggulingkan Khabil Ardana atas dukungan dari Naga Saki Sempur dan mister Kong Kong serta Simon.
Iring iringan mobil mewah Lexus LX570 dan beberapa mobil mewah lainnya membelah jalanan Arakawa menuju hotel mewah daerah Chiyoda dengan kecepatan 60 km per jam. Hanya waktu 1 jam lebih mereka pun tiba di hotel mewah bintang lima daerah Chiyoda, untuk sekedar beristirahat.
"Mereka pun turun dan menuju kamar hotel yang sudah di siapkan oleh Naga Saki Sempur.
"Setelah sampai di pintu kamar hotel Naga Saki Sempur pun berkata kepada Dani dengan bahasa Jepang.
Yasunde kudasai" sambil membungkuk hormat.
Arigatōgozaimashita" Jawab Dani dan masuk ke dalam kamar hotel untuk sekedar beristirahat.
*
*
*
Pagi hari Sabtu suasana di kediaman Tuan muda Harsya sedang kedatangan dua gadis cantik memakai jilbab hitam yang di antar oleh pengawal Tuan muda yang berada di Mansion satu lagi tepat nya di pondok indah Jakarta Selatan.
"Setelah sampai di halaman Mansion dua gadis itu pun turun dengan tergesa gesa karna rasa rindu nya kepada ayahnya yaitu Kiayi Sepuh.
__ADS_1
"Saat mereka berjalan menuju ruangan kerja dimana ayah nya beserta Umi Aminah dan Abah Jaeludin sedang berkumpul" sesaat di tanyakan kepada penjaga Mansion.
"Assalamualaikum"
"Kata dua gadis secara bersamaan.
"WaallAikum Salam" jawab mereka serentak dan menoleh kearah sumber suara yang mengucapkan salam di pagi hari itu.
"Mereka berdua pun langsung menghampiri Kiayi Sepuh sambil mencium tangan serta memeluknya melepas kerinduan nya selama ini. Setelah itu menuju Umi Aminah dan Abah Jaeludin.
"Abah kenapa tidak memberi tahu dulu bahwa Abah mau ke Jakarta" Tanya Fatimah setelah duduk di samping Abah nya bersama Halimah.
"Iya.....! Abah kenapa tidak menelepon terlebih dahulu' kini yang bertanya Halimah.
"Hehehehe.....! Kiayi Sepuh hanya tersenyum melihat mereka berdua.
"Anakku Abah juga mendadak berangkat ke Jakarta karna di jemput oleh paman Anton karna ada yang perlu di obrolkan dengan Abah" Kata Kiayi Sepuh menatap Halimah dengan mata yang sayu.
"Halimah melihat tatapan abahnya dengan mata yang sembab'' hatinya penasaran dan berkata.
"Abah kenapa kok sedih begitu'' Tanya Halimah.
"Eh...! Anu..." Abah kurang tidur' kata nya dengan suara terbata-bata
"Di saat obrolan mereka berlima dan rasa penasaran dari Halimah kepada abahnya yang terlihat ada kesedihan bila menatap dirinya. Tiba tiba Harsya pun datang menghampiri mereka bersama Inah dan Ineh membawa kopi serta minuman lainnya untuk di suguhkan di pagi yang mulai beranjak siang.
"Anakku sana duduknya'' usir Umi Aminah.
"Huh....." Pagi Pagi dah ngajak ribut" timpal Harsya sambil garuk garuk kepalanya.
"Abah Jaeludin, Kiayi Sepuh dan Halimah, Fatimah hanya tersenyum geli melihat Harsya yang di usir dari samping Umi sambil menggerutu.
"Harsya pun duduk di samping Halimah" dan kini giliran Inah yang keceplosan bicara nya.
"Aden tidak boleh duduk di situ belum Syah" kekeh Inah sambil cekikikan di ikuti oleh Inah dan yang hadir di ruangan keluarga itu.
"Inah dan Ineh pergi sana ganggu momentum aja" timpal Harsya sambil mengedipkan mata sebelah kirinya.
"Baiklah Aden Harsya" sahut mereka berdua.
"Fatimah kapan mulai sekolah" tanya Umi Aminah untuk mencairkan suasana kegugupan antara Harsya dan Halimah.
"Hari Senin Umi Aminah bersama adiknya Kak Syamsul dan sudah di daptarkan oleh Kak Riyan" Tutur Fatimah.
__ADS_1
"Umi Aminah angguk saja dan mulai bertanya lagi dengan senyuman jahat kepada Harsya dan Halimah.
"Kalau Anakku kapan akan melamar Halimah" kekeh Umi Aminah sambil mata nya dua dua nya berkelik keatas.
"Halimah dan Harsya langsung seketika jantung nya berdetak bersamaan.
"Aduhhh Umi...............'' ringis Harsya menahan dada nya.
"Sontak Umi dan Halimah yang Tidak jauh dari Harsya kaget' apalagi Halimah....!
"Kak....' Harsya kenapa? Anakku Kenapa? tanya Umi dan Halimah spontan secara bersamaan.
"Sedangkan Abah dan Kiayi Sepuh serta Fatimah menatap dengan cemas karna secara tiba tiba Harsya mendadak dada nya sakit...!
"Imah......! Umi.......! Jantung ku berdetak setelah mendengar pertanyaan dari Umi" pengen cepet cepet menikah' kekeh Harsya tertawa lepas....!
"Huh.......! Dasar Anak somplak'' kesel Umi nya yang merasa di kerjain oleh Anak angkatnya.
"Halimah seketika jantung nya lebih dari waktu Umi Aminah bertanya' seakan akan sekarang jantungnya berdetak tak beraturan...!
"Abah....." Abah....." kak Harsya dan kak Halimah kawin saja'' bisik Fatimah ketelinga Kiayi Sepuh.
"Kiayi sepuh pun membalas nya terserah mereka berdua saja Abah hanya bisa berdoa saja'' bisik Abah nya ketelinga putri nya yaitu Fatimah.
"Kriiiiing.........!
"Kriiiiing.........!
"Kriiiiing.........!
Ponsel Tuan muda pun seketika Berdering di saat obrolan dua keluarga yang sedang asyiknya.
Hmmmmmmm Tuan Sugianto.
"Halo.......! Tuan Sugianto ada hal penting kah di pagi hari Anda menelepon kepada saya" kata Harsya menjawab telepon yang masuk.
"Tuan muda Maapkan saya karna mengganggu waktu weekend anda di pagi hari ini tapi ada yang mau saya tanyakan pada anda" tanya Tuan Sugianto.
"Tuan Sugianto ahk anda terlalu sungkan' Emang ada hal apa yang mau anda tanyakan kepada saya" Kata Tuan muda dalam panggilan suara telepon nya.
"Begini Tuan muda'' Apakah Bener perusahaan GELORA BUANA GRUP akan di alihkan sahamnya kepada perusahaan Anugrah Zahra group'' tanya Tuan'Sugianto di ujung sebrang telepon.
"Bener Sekali Tuan Sugianto anda segera menyiapkan berkas berkas untuk pengalihan dan karna perusahaan GELORA BUANA GRUP advokat dan notaris nya sudah meninggal ada sebaiknya satu Advokad saja di pegang nya...! Sama hal nya nanti seperti perusahaan XFRES GROUP hanya satu Advokad saja....! Tutur Harsya
__ADS_1
"Baik' Tuan muda saya mengerti'' silahkan anda sibuk di sana saya akan menutup telepon nya.
bersambung.