
Kafe Bintang pukul 21:00
Sementara di ruangan manajer Ken Liem dan Rex Ryu bersama Tedi Manajer kafe itu. Kini mulai memperhatikan lagi. Kini yang di perhatikan oleh mereka bertiga adalah gerak gerik dua orang anggota Genk kobra yang baru tiba beberapa menit lalu.
Pantauan CCTV kini mengarah kepada posisi luar untuk mengetahui berapa orang yang di bawa oleh mereka berdua. Seandainya hanya mereka berdua tanpa ada pengawalan maka Gandi beserta orang orang nya akan langsung menyergap mereka berdua, akan tetapi bila mereka membawa para pengawal maka orang orang dari Tuan Muda akan segera bersiap di posisi masing masing.
"Tuan Gandi saat ini mereka hanya berdua tanpa ada pengawalan.! Pesan chat dari Ken terkirim kepada ponsel milik Gandi.
"Baik. Terus pantau " Balasan dari Gandi melalui aplikasi wasttap itu.
*. *
Di luar ruangan manajer empat lelaki yang berusia hampir sama sedang mengobrol serius di malam itu.
Berarti kalian berdua sudah mengetahui tewas nya Sura dan Arif serta hilang nya Jimmy? Tanya Beni.
"Betul Abang malah bukan dari mereka berdua kini Genk Kobra Beracun sudah di ambang kehancuran setelah beberapa petinggi hilang bagaikan di telan bumi. Serta hadir nya Jendral Anton Sideka membumi hanguskan Organisasi kita. " Kata Suparno dengan riak wajah ketakutan.
"Jadi kalian sekarang mau kemana setelah mengetahui semua hal yang terjadi kepada Organisasi kita dan tersiar kabar perusahaan KOBRA COMPANY GRUP saham nya anjlok Apakah itu benar atau hanya kabar burung? Tanya Beni memancing informasi dari kedua Orang yang di percaya di kantor milik perusahaan Gareng.
"Bener Abang pemilik saham kini berbondong bondong akan menjual saham nya tapi mereka mengurungkan niat nya karna telah di telepon oleh Tuan Besar Dani Rustandi bahwa tunggu kepulangan nya hari Sabtu ini melalui jalur laut untuk menghilangkan kecurigaan dari Anton Sideka dan Syamsul serta Jhonny dan Citra.! Ucap Boled, membuat Cok Ben tersenyum dalam hati jebakan nya masuk kedalam orang orang bodoh itu.
Ucok dan Beni sesaat terdiam setelah mendengar semua informasi dari Suparno dan Boled mencerna setiap kosa kata yang mereka bicarakan malam ini bersama nya.
Untuk kalian berdua sebaiknya berbaur dulu dengan masyarakat dan jangan sekali kali kalian mengakui bahwa kalian anggota dari Organisasi tersebut, sampai kedatang Tuan Besar Dani Rustandi bersama Ketua. Itu juga yang di lakukan oleh kami berdua saat ini kenapa ponsel saya matikan." Kata Beni memberi saran dan masukan kepada Boled dan Suparno.
"Baiklah Abang kami berdua ikut apa kata kalian.! Jawab Boled tidak bergairah.
__ADS_1
Obrolan panjang bersama dengan Boled dan Suparno pun berakhir pukul 22:30. Ucok berpesan untuk segera menelepon Tuan Besar dan memberitahu kan posisi nya saat ini sedang di pantau oleh Brigadir Anton Sideka dan kemungkinan terbesar nya akan segera tertangkap bila Cok Ben tidak segera berbaur ke dalam masyarakat.
"Ingat Suparno dan Boled segera beritahu kan kepada Tuan Besar, kenapa saya tidak menghidupkan nomor ponsel nya. Dan kalian juga berhati hati." Pesan Ucok kepada mereka berdua yang telah berada di halaman parkir Kafe bintang. Sedangkan Beni beralasan pergi ke kamar mandi, padahal dia pergi keruangan manajer untuk memberi tahukan kepada Ken dan Rex untuk tidak bergerak malam ini. Kecuali setelah Mereka berdua mengabarkan kepada Tuan Besar. Kemungkinan esok baru kita sergap.
"Baik Abang pesan dari Abang segera esok pagi akan saya sampaikan segera.! Jawab Parno dalam mobil.
Tak lama lagi Tak lama lagi semua akan selesai dan novel TUKANG OJEG TAMPAN akan segera tamat, mungkin kah akan ada season dua dalam novel ini ." Ucap author dalam hati.
************************
Pagi pun telah tiba dengan mentari yang begitu indah di tatap dari kejauhan menyinari Bumi Pertiwi di hari yang begitu sejuk itu.
Saat itu pukul tujuh waktu Indonesia bagian barat, orang orang berlalu lalang untuk menjalani aktivitas nya di pagi hari itu.
Seorang pemuda berusia 21 tahun kurang lebih mampu mengubah takdir nya dengan diri nya sendiri.
"Dengan di bantu orang orang yang setia kepada mendiang ayah nya dan sebagian orang orang dari Kakek Abdullah kini tidak lama lagi tiga perusahaan akan menjadi satu perusahaan terbesar se-Asia.
Pemuda itu pun melangkah keluar dari pintu kamar nya dan berjalan kearah tangga untuk sekedar menikmati kopi di pagi hari.
Tidak lama kemudian Harsya pun tiba di samping Mansion dan duduk di Gazebo bersama satu pasangan paruh baya itu.
"Bibi Inah bikin kan kopi hitam.! Titah Harsya kepada wanita yang baru datang menghampiri nya sedangkan harsya sudah duduk bersama Orang Tua pelayan itu.
"Baik Aden Harsya, Abah Sama Umi mau kopi juga? Tanya Anak nya.
"Boleh Nak......! Sekalian menemani Den Harsya di pagi hari ini." Jawab Edi ayah dari Inah.
__ADS_1
"Baik Inah bikin kan terlebih dahulu, Aden Harsya dan Ayah serta Ibu duduk dengan tenang." Jawab Inah, beranjak pergi ke dapur.
****************
Sementara di salah satu kota dengan terkenal dengan ciri khas nya kota gudeg tersebut. Tepat nya di salah satu Mansion super mewah di pinggir pusat kota tersebut.
Seorang lelaki paruh baya dengan sedikit tergesa gesa berjalan kearah istri nya yang sedang berada di samping halaman yang di tumbuhi oleh bunga bunga yang cantik dan bermekaran.
"Sayang sedang ngapain? tegur seorang lelaki dari arah belakang. Hingga orang yang di tegur pun seketika memutarkan badan nya seraya tersenyum.
"Suamiku! Jawab Istri, Ibu dari Ismail Abdullah.
Seketika suami nya mengulurkan tangan nya dan memegang erat dan berdiri di samping istri seraya berkata sambil mata memandang kepada bunga bunga yang sedang bermekaran.
"Istriku Cucumu tadi menelepon menanyakan kabar kami berdua dan meminta untuk datang ke kota Jakarta karna ada banyak yang harus di bicarakan. Mungkin sudah waktu nya dia untuk mengungkap jati diri yang sebenarnya, karna musuh musuh nya sudah di kikis oleh orang orang Cucumu itu.
"Kapan kita akan berangkat menuju kota Jakarta? Tanya Istri Abdullah yaitu Aisyah.
"Mungkin Esok pagi setelah kesembuhan dari Radit Manajer Personal itu." Jawab Abdullah.
"Apakah sahabatmu juga akan hadir bersama kedua orang tua angkat nya ke kota Jakarta? Tanya Aisyah masih penasaran.
"Mereka saat ini sedang di jemput oleh oleh sahabat nya Cucu kita. " Jawab Abdullah.
"Alhamdulillah." Aku cukup puas dan bahagia mendengar kan nya. membuat Abdullah tersenyum manis di pagi hari itu.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1
Bersambung