
"Kriiiiing...............!
"Kriiiiing...............!
"Kriiiiing...............!
Siang itu pukul sepuluh suara telepon terdengar dan bergetar di saku celana lelaki berusia 40 tahun itu.
Lalu lelaki itu langsung mengambil dan melihat penelepon itu dari layar ponsel nya.
"Hmmmmm." Fander. " Gumam nya langsung mengusap layar ponsel dari bawah keatas.
"Fander........! Ucok di sini mendengar informasi dari anda." Jawab nya menjawab telepon masuk tersebut.
"Abang Ucok tersangka sudah saya amankan dan sekarang menuju tol keluar Tangerang Merak bersama beberapa anak buah." Ucap nya Fander.
"Bagus........! Saat ini juga saya meluncur bersama Beni. " Jawab Ucok.
"Silahkan..........! Bang Ucok........! Seraya mengakhiri panggilan telepon tersebut.
"Ben ayo kita berangkat Fander sudah berhasil menangkap Istri dan anak Dani Rustandi." Ajak Ucok.
"Kemon.......! Cok.........!
"Lest'........! Go'.........! Ben.........!
Mereka berdua langsung keluar dari rumah yang di tempati oleh Jubaedah saat itu menuju mobil Mewah Marcedez Benz yang sudah di modifikasi dengan Ban ceper dan knalpot racing.
"Brem........! Brem.........! Brem.........! Suara mesin mobil mewah milik Ucok terdengar memekakkan telinga orang orang yang di sekitar nya. Lalu mobil pun melesat membelah jalanan Tebet dalam menuju tol lingkar dalam Jakarta, dengan kecepatan extra cepat........!
**********************************************
__ADS_1
Sementara di jalan persimpangan yang mengarah kepada jalan pintu masuk nya tol Merak Tangerang........! Satu unit mobil taksi sedang meluncur 60 km perjam tiba tiba mengerem secara mendadak di saat salah satu mobil berusaha menghalangi jalannya.
"Pak supir ada apa? Kenapa anda mengerem secara mendadak.! Bentak Winda yang dari tadi hanya pokus pada ponselnya.
"Maapkan saya Nyonya di depan ada mobil yang menyalip dan langsung berhenti tepat di depan mobil saya." Jawab supir taksi itu.
"Tuk.......! Tuk.........! Tuk...........!
Ketukan kaca mobil di ketuk oleh dua lelaki dari kiri dan kanan jok belakang mobil taksi untuk segera turun penumpang tersebut.
"Dengan terpaksa dua penumpang taksi tersebut membuka kan pintu mobil nya dan gerak cepat langsung Ken dan Rex langsung memborgol nya.
"Tuan, ada apa ini.! Apa salah kami.! Sehingga kalian memborgol kami berdua? Tanya Winda kaget dan syok atas insiden ini secara tiba tiba.
"Maapkan kami Nyonya, kami hanya menjalankan perintah dari atasan." Jawab Rex yang sedang memborgol Winda.
"Ken........" Lepaskan saya." Teriak Sintia karna dia mengenalnya Ken dan Rex adalah mahasiswa yang baru masuk dua Minggu yang lalu.
"Pengawal cepat bawa mereka berdua dan masukan kedalam mobil bila berontak bius saja." Titah Ken, lalu menyerahkan dua wanita yang bergelar ibu dan anak itu.
Setelah dua tersangka di masukan kedalam mobil anak buahnya untuk di bawa ke pintu Tol keluar Tangerang Merak, serta membayar ongkos taksi yang membawa Winda dan Sintia.
Ken dan Rex langsung berjalan menuju mobil nya dan masuk untuk langsung melajukan kendaraan yang di kemudikan oleh Rex, sedangkan sahabat nya membuka aplikasi wasttap untuk mengirim pesan suara ke grup.
"Tersangka Winda dan Sintia sudah berhasil di tangkap dan sekarang menuju pintu Tol keluar tersebut. Pesan suara pun terkirim ke grup Wasttap.
Irin iringan mobil Ken dan Rex bersama beberapa para pengawal anak buah dari Anton Sideka pun berjalan membelah jalanan di siang hari menuju titik lokasi dimana mereka akan membantai Ketua Genk Kobra Beracun yang di kawal oleh orang orang terlatih Naga Saki Sempur yang langsung di datangkan dari negara sakura tersebut.
********************************************
Di jam yang sama dan menit pun tidak berbeda hanya tempat dan mobil yang berbeda beda.
__ADS_1
Satu unit mobil sport dengan di kawal 10 mobil mewah lainnya di perjalanan menuju kota Cilegon untuk menjemput salah satu istri dan anaknya Ketua Genk Kobra.
Didalam rombongan mobil mewah tersebut tampak wajah wajah sangar dari tempat duduk di mobil tersebut.
Diketahui bahwa Naga Saki Sempur telah mengirim anak buahnya dibawah pimpinan Gareng sekitar dua puluh orang menggunakan pesawat jet pribadi milik perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP untuk menjemput anak dan istri nya Gareng.
Setelah sebelumnya Naga Saki Sempur telah berdiskusi bersama Simon dan Kong Kong untuk mengamankan anak serta Istri pemilik perusahaan KOBRA COMPANY GRUP guna menghadang penolakan dari istri Dani Rustandi atau pun orang orang yang akan memburu Ayah satu anak itu.
Kini semua sudah di atur dengan baik dan pemberangkatan hingga mendarat nya pesawat terbang yang membawa Gareng dan beberapa pengawal tidak ada hambatan sama sekali dan setengah jam lagi akan keluar dari Pintu Tol Tangerang Merak itu.
Padahal tidak ada yang menduga bahwa iring iringan mobil yang di komando kan oleh Gareng sedang di incar oleh orang orang tuan muda Harsya, di pertama masuk tol Cikupa hingga kini masuk Tol Tangerang sedang dalam pemantauan tersebut.
Tepat seperti dugaan Tuan Muda ketika rombongan mobil yang di komando oleh Gareng keluar dari pintu keluar tol, sejumlah mobil yang tadi membuntuti tadi segera memecut lari mobil nya, dan mobil mobil yang menunggu di pintu Tol keluar pun mulai menghidupkan mesin mobil untuk bergabung bersama mobil mobil yang ada di belakang rombongan tersebut.
Sementara jarak kendaraan itu dan orang orang Tuan muda masih sekitar 300 meter lagi, maka terjadilah sebeng menyebeng antara mobil yang di kendarai oleh Gareng bersama para pengawal nya dan mobil yang di bawa oleh orang orang Tuan muda.
Keaadaan ini sungguh sangat menegangkan seperti di film Fast & Furious dimana aksi kejar-kejaran itu sangat menegangkan.
Tepat ketika mobil Pajero sports yang di kemudikan oleh Mang Jaka dan atas perintah dari Tuan Muda untuk menyalip mobil yang di depan dengan di sebeng kan secara paksa untuk menepi ke bahu jalan.
Tak lama setelah mobil mewah sport yang di paksa berhenti oleh mobil Pajero sports yang di dalam nya adalah Tuan Muda bersama Halimah serta Inah dan Ineh. Kini dari mobil pengawal Gareng tampak berkeluaran sejumlah lelaki dengan pakaian hitam, berbadan besar dan bertampang sangat mata sipit sambil mengacungkan pemukul bola kasti dan memukul kaca mobil yang di kendarai oleh Mang Jaka dan yang lainnya di dalam mobil.
Tampa ampun mereka memukuli kaca mobil itu sehingga mobil itu kini sama sekali tak terlihat seperti mobil mewah Pajero sports tapi mobil penyok nama nya.!
"Keluar....!! Jika masih sayang dengan nyawa kalian. Silahkan keluar cepat.! Bentak mereka dengan wajah dingin dan angker.
Saat mendengar perintah dari mereka secara kasar, Harsya bersama Halimah serta Inah dan Ineh berikut supir Mang Jaka keluar dari mobil sambil mengangkat tangan nya pura pura menyerah.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1