
Apakah ayah terlibat dalam satu masalah Bu? Tanya Surya.
"Istri nya Direktur Rony Gunawan pun diam membisu Apakah pertanyaan dari anak nya di jawab atau tidak' sedangkan kalau dia jawab dengan sejujurnya tentang kebusukan suami nya saat ini...! maka anak nya akan menyalahkan kepada ayah nya. Karna Sang anak yang pertama dia lahirkan sudah masuk dalam jajaran kepolisian baru satu tahun dia diangkat.
*
*
Hari pun berganti hari sudah lima hari terakhir pertemuan dengan ketiga sahabat begitu juga dengan Oma Elisabeth di Mansion yang di berikan oleh Kakek Abdullah di daerah pondok indah Jakarta.
"Kakek dan Nenek serta Paman Alex sudah kembali lagi ke kota Jogja dan akan kembali lagi ke Jakarta tepat setelah perusahaan XFRES GROUP yang berkantor di pusat Kota gudeg itu pindah ke Kota Jakarta sekitar dua Minggu lagi nya.
"Kini Harsya yang baru turun dari kamar atas yang berada di Mansion milik nya yang dia beli dari uang perusahaan Anugrah Zahra group di Daerah Jakarta Selatan.
"Aden Harsya mau di bikinin kopi" kata Inah
"Boleh Seperti biasa ya tidak usah di kucek" balas nya seraya berjalan ke taman samping Mansion mewah tersebut.
"Tidak lama kemudian Inah pun datang membawa secangkir kopi sambil berkata dengan nada sedikit tinggi karna melihat majikannya yang sedang memandang hamparan taman yang begitu luas dan di tumbuhi bunga bunga yang bermekaran.
"Den Harsya kopi nya di simpan di gazebo" teriak Inah....!
"Setelah puas memandang tanaman bunga yang tumbuh di pekarangan Mansion nya pemuda itu pun lalu berjalan kearah gazebo yang sudah tersedia secangkir kopi kesukaan nya kopi hitam tampa di kucek..!
"Seruput.....'' ahk.....'' nikmat mana yang kau dusta kan gumam nya sesaat setelah meminum kopi buatan ART yang bernama Inah tersebut.
"Pemuda itu pun melirik jam tangan di tangan kiri nya dan menunjukan pukul delapan, hmmmmmmm' sudah saat nya aku menjalankan amanat dari ayah dan ibu ku gumam nya dalam hati pemuda tersebut.
*
*
Sementara di waktu yang sama tepat nya di Apartemen yang berada di kawasan mangga dua tepat nya di ruang keluarga setelah selesai acara makan pagi nya.! Wanita paruh baya dengan satu pemuda yang begitu tampan dan di samping kiri dan kanan nya dia gadis cantik sedang berdiskusi tentang sebuah perusahaan GELORA BUANA GRUP.
"Apakah kalian bertiga sudah setuju dengan obrolan mami tentang perusahaan GELORA BUANA GRUP kita kembali kan kepada pemilik aslinya.
"Galang menjawab dengan yakin dan tegas.
"Mami kalau buat Galang ikut apa kata mami, dan seandainya Tampa ada bantuan dari Tuan Muda Harsya mungkin Galang dan Clarissa sudah tidak ada di dunia ini, dan sesuai amanat dari Paman Ismail Abdullah bahwa suatu saat seandai nya anak nya meminta perusahaan GELORA BUANA GRUP maka kita tidak bisa berbuat apa apa" semua keputusan ada di tangan Tuan Muda Harsya"
__ADS_1
"Sementara Clarissa dan Lestari hanya mengangguk tampa mau berkomentar apa yang sudah di putuskan dan di amanat kan kita tidak bisa berbuat apa apa, Apa lagi kakak pertama nya juga menyetujui.
"Baiklah kalau keputusan sudah di setujui dan sudah bulat maka secepat nya Mami akan menelepon Suhardi, sedangkan kalian semua siap siap karna waktu itu Paman Suhardi Ingin bertemu dulu dengan kalian Berdua yaitu Galang Mega Ardana dan Clarissa Ardana.
"Baik' Mami Cantik" kata mereka serentak sambil terkekeh cekikikan seraya beranjak meninggalkan ruangan tersebut.
"Elisabeth pun segera beranjak ke kamar nya untuk mengambil ponsel yang sedang terpasang charger, dan langsung mencabutnya untuk menelepon Suhardi.
"Halo Nyonya Elisabeth ada apa pagi pagi sudah menelepon" tanya seorang lelaki yang menjawab teleponnya.
"Suhardi....! sesuai obrolan tempo hari dan saya juga sudah di diskusikan dengan anak anak maka kalau ada waktu saya bersama anak anak akan berkunjung kerumah mu" Tutur Elisabeth menjelaskan kepada Suhardi.
"Silahkan Nyonya saya Tunggu" kata Suhardi di sebrang telepon nya.
"Baiklah Suhardi Terima kasih sebelumnya kalau begitu saya sudahi teleponnya" kata Elisabeth seraya menutup panggilan telepon.
*
*
"Aden....." Aden...." Aden..." Eleh eleh Aden Harsya mau kemana dengan pakaian kaya tukang ojeg tampan" kata Inah dengan rasa penasaran nya....!
"Aden Harsya masa mau jadi tukang ojeg lagi" kekeh Inah sambil cekikikan...!
"Nggak lah bibi Inah! Aku mau keluar Tampa ada pengawalan Tampa memakai mobil dan keluar nya mau pake motor si Dukun kata Harsya seraya beranjak pergi menuju motor yang sudah di panaskan mesinnya oleh penjaga Mansion tersebut.
"Mang Jaka.....! mana kunci motor nya dan pesanan yang saya minta apakah sudah ada! Tanya Harsya.
"Sudah Tuan muda, Ini kunci motor nya ini amplop nya dan sudah terisi semua nya sesuai permintaan dari Tuan muda Harsya.
"Terima kasih mang jaka'' kata Harsya sambil menaiki motor nya dan amplop nya dia masukan kedalam tas yang di gendong di depan.
"Pemuda tampan pun melajukan motor nya keluar dari Mansion mewah nya mengitari jalanan dimana anak anak jalanan dan para pengemis berada sekedar memberi amplop untuk orang orang yang tidak mampu setiap hari Jumat sebelum waktu solat Jumat berkumandang..!
"Dua jam lama nya Harsya berkeliling kota Jakarta sambil membagikan amplop yang begitu banyak sampai habis, setelah beres dengan aktivitas pertama nya dia lalu melanjutkan lagi perjalanannya menuju sebuah Gang Pemakaman Umum yang hanya masuk satu mobil.
Motor yang di beri nama si Dukun pun terus melaju memasuki Gang tersebut dan sampai lah tempat area pemakaman umum.
"Setelah Motor nya di parkir di tempat biasa pemuda itu pun terus berjalan dan pas sampai di pusara kedua orang tua nya
__ADS_1
"Assalamualaikum" Ayah
"Assalamualaikum" Ibu
"Maap kan Anak mu yang baru berkunjung hari ini" lirih Harsya sambil mata nya menetes begitu saja.
"Harsya pun dengan khusyuk mengaji surat Yasin dan berdoa untuk kedua orang tua nya yang sudah berada di alam sana.
*
*
"Kriiiiing .........!
"Kriiiiing .........!
"Kriiiiing .........!
"Gareng.......! Hari ini juga kau berangkat ke Jakarta bersama Jimmy kita akan langsung ke Jepang malam ini" kata Dani Rustandi yang menelepon di siang ini.
"Baik' Tuan Besar, berapa hari kira kira kita di Jepang" Tanya Gareng yang menjawab telepon.
"Kita hanya seminggu di sana untuk menyelesaikan kontrak kerja sama antar perusahaan KOBRA COMPANY GRUP bersama pihak investor dari Jepang atas bantuan dari Naga Saki Sempur dan kedua sahabat saya Simon dan Kong Kong agar perusahaan kita semakin besar" kata Dani menjelaskan nya.
"Baik' Tuan besar hari ini saya sama Jimmy akan berangkat, kalau begitu saya sudahi panggilan ini" kata Gareng.
"Setelah telepon berakhir dengan gareng lalu Dani Rustandi pun memencet tombol panggilan lagi.......!
"Selamat siang Tuan Besar" Ucok menjawab telepon dari Tuan Besar Dani Rustandi.
"Ucok bisa kah kau kembali bergabung lagi bersama kita" pinta Dani Rustandi.
"Tuan besar Ucok dan Beni akan selalu ada buat Genk Kobra beracun" kata Ucok menjilat perkataan nya.
"Terima kasih Ucok lalu Dani Rustandi menjelaskan semua nya tentang tawaran dari investor Jepang yang akan bekerja sama dengan KOBRA COMPANY GRUP dan di minta Ucok dan Beni untuk mendampingi nya ke Jepang malam ini juga keberangkatan nya.
"Baik' Tuan Besar Ucok sama Beni siap mengawal keberangkatan nya kalau begitu Ucok tutup teleponnya untuk mempersiapkan segala sesuatu nya.
bersambung .
__ADS_1