
Siang itu pukul 02 dimana pemuda bernama Harsya sedang berada di ruangan bawah Markas XFRES GROUP sedang menantang Budiman Jim anak dari Jimmy kaki tangan Dani Rustandi yang sudah di kalahkan Oleh Gandi dan Budiman Jim tidak mengetahui bahwa sang ayah sudah berada dalam genggaman Tuan Muda Harsya.
Sekilas mata Budiman melirik kepada gadis yang di samping Harsya dan tertawa sinis.
Hahahaha." Halimah kau sangat beruntung waktu itu andai tidak ada yang menyelamatkan mu, mungkin kau bersama Ariani sudah tidur dengan ku." Kata Budi mengingat kan waktu Halimah tak berdaya terkena bius para preman itu.
Amarahnya tertahan hati nya sakit seandainya tidak sampai tertolong, napas memburu tidak beraturan, ketika Harsya melangkah masuk menghampiri pemuda yang barusan mengingat kan gadis itu kepada dua hari yang lalu, seketika tangannya memegang tangan Tuan Muda.
"Kak......... Ijin kan Imah untuk memberi pelajaran kepada pria brengsek seperti itu. " Lirihnya
"Harsya' menoleh, hmmmmm......! Baiklah." Ucap nya pelan.
Setelah mendapat kan ijin dari kekasih nya itu, Halimah pun berjalan dan masuk keruangan yang seperti jeruji besi itu, dan berkata kepada satu di antara tiga senior kampus itu.
" Kak, Budi, kau salah sudah mencari saling sengketa denganku. Kini aku akan memberi pelajaran hingga kau menyesal telah lahir di dunia ini." Kata Halimah yang kini telah menghilang sisi lembut sipat kewanitaan nya itu, dihadapan tiga pemuda.
"Hahahaha." Hanya seorang wanita yang mempunyai banyak pengawal, seandai aku bisa menghajar mu. Tapi tetap aku akan di buru oleh para pengawalnya. " Jawab Budiman memprovokasi Halimah di ruangan bawah tanah itu.
"Anda tidak usah khawatir dan takut, seandai nya kau menang melawan ku. Saya jamin semua para pengawal Tuan Muda tidak akan membalas dendam dan kau akan bebas dari sini dengan sangat mudah.! Ini janji seorang wanita Padepokan Macan Putih." Ucap Halimah berjanji.
"Apakah ucapan mu itu bisa aku pegang? Tanya Budi dengan tatapan serius.
"Kau bisa langsung tanyakan kepada tiga pemilik perusahaan terbesar di Asia tenggara." Tunjuk Halimah kepada pemuda yang berdiri di luar, hingga Budi menoleh kepada Harsya dan langsung mendapat kan anggukan dari nya.
__ADS_1
Siapakah pemuda yang baru saja terdengar dari suara seorang gadis itu yang memiliki tiga perusahaan terbesar se-Asia tenggara itu, setahu saya hanya perusahan milik Tuan Abdullah nomor satu, dan tempat ayah nya bekerja nomor dua yaitu Anugrah Zahra group dan ketiga perusahaan milik Ibu Clarissa. Ucap hati Indra dengan kepala di tutup kain hitam dan tangan di ikat.
"Baiklah kalau begitu ayo.... Kita mulai. " Tantang Budi yang sudah bersiap siap.
Perkelahian dua manusia yang berbeda kelamin pun di mulai, dengan di tonton langsung oleh Harsya, Ken Liem dan Rex Ryu beserta beberapa pengawal di ruangan tersebut.
Halimah yang mempunyai gaya silat Padepokan Macan Putih itu, membuat tidak khawatir bagi Harsya dan terlihat gadis itu menguasai jalan pertarungan satu lawan satu itu.
"Praaak.......!" ?
"Bugh.........."!
Tampak kaki kanan gadis itu melayang tepat di menghantam rahang kiri pemuda berusia lebih dua tahun dari dirinya yang ternyata adalah Budiman Jim, sehingga pemuda itu terjatuh dengan bunyi bergedebug bagaikan buah kelapa yang di ambil dari pohon yang tinggi.
Bangun kau keparat.! Aku ingin melihat bagaimana wajahmu ketika kau dan kedua bangsat bangsat itu merencanakan sesuatu kepada ku dan Ariani. Hah." Bentak Halimah sambil menarik kerah baju Budiman Jim dan memaksa nya untuk bangun.
"Ken dan Rex buka penutup kepala dari kedua teman nya itu biar mereka berdua melihat kejam nya wanita yang mau mereka bertiga perkosa.
"Siap." Tuan Muda." Langsung membuka kain penutup oleh Ken dan Rex secara bersamaan.
Kini kedua mata Indra dan Ilham terbuka walau sepenuh nya belum terlihat jelas karna lama nya mata mereka berdua tertutup, setelah beberapa detik, langsung membuat mata mereka melotot setelah melihat sahabatnya Budi sedang keaadaan wajah yang babak belur dan darah keluar dari mulut nya.
"Ken dan Rex apakah kau kencing dalam celana hingga bau Pesing begini? Tanya Tuan muda tangan nya memegang hidung dan mata terus menatap kearah Halimah yang sedang memukuli Budi secara membabi buta.
__ADS_1
"Ampun......! Tuan muda bukan kami berdua yang kencing dalam celana, tapi mereka berdua." Ucap Rex sambil menunjuk kearah Ilham dan Indra dengan lutut bergetar dan celana nya basah.
"Huh......... Lagak nya ketika merencanakan sesuatu seperti seorang jagoan, tetapi setelah tertangkap seperti kecoa yang sedang terbaring merengek meminta untuk di posisikan seperti semula." Ledek Harsya kepada mereka berdua dengan tatapan jengah.
"Hentikan... Halimah jangan kau kotori tangan mu untuk membunuh manusia yang tidak berguna seperti diri nya. " Teriak Harsya.
"Kak." Kata Halimah manja tidak menerima teguran dari pemuda itu.
"Sudah kataku!'
Melihat tatapan dari pemuda yang menyuruh untuk menghentikan aktivitas melawan Budi, Halimah langsung berhenti dan berjalan menghampiri Harsya dan bergelayut melingkar kan tangannya ke lengan Harsya dengan manja.
Tiba tiba di saat Halimah sedang bergelayut manja di lengan pemuda itu, satu sosok lelaki saat itu langsung bersujud di hadapan pasangan muda mudi itu.
"Harsya' kami meminta ampunan atas kesalahan kami bertiga, Sudi nya kau mengampuni kami bertiga." Ucap Indra dengan bersujud di hadapan pasangan kekasih itu.
"Aku tidak bisa menghukum mu kali ini, karna bagaimana pun juga Ayah mu Iwan kupluk banyak berjasa kepada Paman Suhardi yang memegang perusahaan milik ku saat ini. Biarkan ayahmu sendiri yang akan menentukan hukuman kepada dirimu sendiri." Kata Harsya sambil melangkah menghampiri Indra dan Ilham serta membantu nya untuk bangun dari sujud nya itu.
"Mendengar pernyataan dari adik kelas nya itu, membuat Indra tersedak dalam tangis nya dan berkata dengan nada yang tertahan. Aku hanya memohon agar aku tidak di bunuh, tetapi hukuman yang akan di berikan oleh mu aku akan menerima dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh untuk merubah perlakuan kepada mu dan orang lain, silahkan anda memberi hukuman kepada ku." Kata Indra
Berbeda dengan pemuda yang satu lagi dia tidak bersuara sama sekali dan hanya tertunduk di hadapan Harsya dan Halimah.
Aku yang akan memberi hukuman kepada mereka berdua, kalian telah berani mengabaikan kepercayaan Ayah di kampus itu, memberi peringatan kepada kalian bertiga, Beruntung Ken dan Rex, bergerak cepat memberi tahukan kepada Tuan Muda. Jika tidak, kau tau apa akibat dari perbuatan kalian bertiga.......! Tanya Iwan yang datang secara tiba tiba........!
__ADS_1
!!! Warning sesudah baca wajib like dan komen serta bila para pembaca menyukai karya receh Author tambahkan Favorit dan beri lah vote dan hadiah nya.!!
Bersambung.