
Di salah satu Mansion mewah yang berada di kawasan Bintaro Jakarta Selatan yang di berikan oleh Suhardi atas amanat dari sahabat nya Ismail Abdullah.
Tepatnya di dalam ruangan keluarga dua pria berusia 40 tahun sedang mengobrol bersama pemuda yang cukup tampan dan masih muda.
Disela obrolan canda ria nya karna hampir lima hari tidak bertemu karna dua lelaki yang bernama Cok Ben itu sedang mendampinginya dedengkot petinggi Organisasi Genk Kobra Beracun yang sebentar lagi akan hilang dari muka bumi ini.
"Abang, Ucok dan Beni, coba ceritakan kepada saya, tentang informasi yang kalian berdua dapatkan dalam perjalanan mendampingi Dani dan Ketua Genk.
Ucok menatap kearah Beni dan sekilas tatapan dari sahabat nya itu mengangguk untuk di iya kan dan di utarakan semua kepada pemuda yang ada di hadapannya.
"Begini Tuan Muda bahwa saya di suruh oleh Tuan Besar Dani untuk mencari Jhonny dan Citra serta Syamsul, kepulangan dari bandara harus nya saya langsung menuju kawasan Puncak dan mencari Jimmy untuk segera membawa istri dan kedua anak nya Dani serta Gareng ke negara Jepang.
Ucok terdiam sesaat sebelum melanjutkan lagi cerita nya, dia menarik napas dalam-dalam dan menghentak kan dengan pelan.
Menurut perkataan tempo dulu kepada Tuan Muda bahwa Genk Kobra hanya secuil kekuatan yang di miliki oleh Dani Rustandi dan Ketua Genk itu, Yang harus di waspadai itu di belakang nya yaitu. Simon, Kong Kong dan Naga Saki Sempur.
Mereka bertiga sekarang menyokong dalam segi kekuatan SDM dan finansial kepada Tuan Besar Dani Rustandi.
Tuan Muda kekuatan dari seorang Naga Saki Sempur saja sama dengan kekuatan Genk Kobra Beracun. Belum di tambah lagi dua kekuatan lain yaitu. Mister Kong Kong dan Tuan Simon. Ucok memberi penjelasan kepada Harsya untuk mewanti wanti agar dia tidak lengah.
Tuan Muda Harsya, seketika bergeming. Diam membisu tampa bersuara atau pun bertanya kepada mereka berdua. Dia sedang mencerna perkataan dari Cok Ben. Langkah selanjutnya harus bagaimana.
"Bang Ucok langkah kedepan untuk kita jalani harus bagaimana? Tanya Harsya meminta pendapat dan masukan.
"Tuan Muda seperti yang telah kita rencanakan sebelum saya berangkat menuju negara Jepang untuk segera mengikis kekuatan Genk Kobra dan membawa mereka menuju jalur yang benar serta ajak untuk bergabung bersama Macan Putih.
"Aduh..........! Lupa Abang Ucok dan Beni.! Kata Harsya menepuk kening nya sendiri.
"Hmmmmmm Tuan Muda gumam Ucok dan Beni seraya tersenyum.
Tiba Tiba ponsel milik Tuan Muda Berdering di sela obrolan bersama dengan superstar Cok Ben.
Abang saya angkat telepon dulu.! Harsya berkata seraya mengeluarkan ponsel yang ada dalam saku celana nya.
"Silahkan Tuan Muda......! Ucok berkata Beni mengangguk.
Hmmmmm. Kang Ujang Suparman.
__ADS_1
"Kriiiiing...........!
"Kriiiiing...........!
"Kriiiiing............!
"Halo...........! Kang Ujang. ! Kata Harsya menjawab telepon masuk.
"Tuan Muda mohon maap mengganggu waktu pagi Anda.! Jawab Ujang di sebrang telepon.
"Tidak apa apa kang Ujang ada hal penting Apakah di pagi hari sehingga anda menelepon? Tanya Harsya.
"Tuan Muda saya di perintahkan oleh Tuan Alex membawa penghianat bernama Dion Asisten Manajer Ardi, dan beberapa bukti kejahatan serta kecurangan orang orang kantor pusat XFRES GROUP. Ujang Suparman melaporkan hasil penyelidikan di kota Jogja Tepat nya di bangunan tempat menyimpan barang properti.
"Posisi kang Ujang sekarang berada dimana? Tanya Harsya penasaran.
"Tuan Muda saat ini saya sudah berada di markas besar XFRES GROUP di kota Jakarta bersama sepuluh Anggota Macan Putih, Seandainya Tuan Muda tidak sibuk saya ingin menemui anda. Untuk menyerahkan beberapa bukti. Ucap Ujang Suparman meminta Ijin.
"Kang Ujang sebaiknya anda datang ke Mansion yang di kebayoran baru dan untuk para Matih berjaga di Markas Besar. Titah Harsya.
"Siap, Tuan Muda saat ini juga saya akan langsung berangkat. Silahkan anda sibuk dengan aktivitas, saya akan mengakhiri panggilan telepon. " Ujang berkata dan Harsya mengakhiri telepon nya.
"Biarkan kan terlebih dahulu mereka bekerja seperti biasa. Tuan Muda, nanti di saat penggabungan tiga perusahaan baru kita bongkar semua nya siapkan orang orang terlatih untuk memantau dan segera adakan rapat secara mendadak untuk menempatkan orang orang diplomatik dan kharismatik dalam perusahaan. Seperti Tuan Muda Galang Mega Ardana.
Tuan Muda Rijki Fadilah.
Lestari Ardana.
Clarissa Ardana.
Ariani Suhardi.
Riyan Pratama Supriatna.
Dirga Brian.
M Azis nazmudin.
__ADS_1
"Mereka semua tempatkan di posisi posisi masing masing untuk satu perusahaan terbesar di Asia mungkin bisa masuk 10 besar di dunia. Ucok memberi saran dan masukan kepada Tuan Muda Harsya.
"Apakah diadakan rapat nya sekarang sekarang atau nanti setelah tikus tikus kantor itu di tangkap? Tanya Harsya kepada Ucok.
"Kita ada kan rapat sebelum satu minggu menangkap nya tikus tikus kantor itu di waktu yang sama menggabungkan tiga perusahaan menjadi satu perusahaan. Ketiga Advokad harus kita pegang dengan satu Advokad saja. " Kata Ucok.
"Baik Abang Ucok. Harsya mengerti semua nya.
Disaat mereka sedang mengobrol lebih serius lagi dan lagi telepon Harsya berdering kembali tanda panggilan masuk.
Hmmmmmm siapa lagi yang menelepon gumam Harsya. terdengar oleh Cok Ben hingga membuat geli mereka berdua.
Dengan rasa malas, Harsya pun menggeser layar bawah keatas tidak melihat siapa yang menelpon nya itu.
"Kriiiiing..........!
"Kriiiiing..........!
"Halo........! Kata Harsya menjawab telepon itu.
"Tuan Muda saya Sugianto, Ada hal penting yang harus saya laporkan kepada anda." Kata Sugianto Advokad perusahan Anugrah Zahra group.
"Paman, Saya mendengar kan.
"Sugianto pun menjelaskan tentang permintaan Ardi ingin bertemu dengannya di kota Jakarta, secara empat mata kemungkinan terbesar nya meminta bantuan saya untuk mengakusisi perusahaan XFRES GROUP menjadi milik nya.
"Paman ikuti saja alur nya, Nanti bila dalam pertemuan itu pihak penghianat itu meminta sesuai insting dari anda, tinggal katakan saja Ok, aku akan membantu dengan satu syarat berapa yang harus saya dapatkan.! Kata Harsya untuk mengikuti arus nya air sungai yang mengalir.
"Baik. Tuan Muda saya mengerti. " Jawab Sugianto.
"Paman nanti beritahu pertemuan dimana mana nya saya akan menyusupkan beberapa pengawal yang tidak di ketahui oleh Manajer Ardi.
"Siap Tuan Muda, Nanti segera saya akan kasih kabar lagi bila dia sudah mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta.
"Terima Kasih Paman silahkan anda sibuk dengan aktivitas di sana." Kata Harsya mengakhiri telepon seluler itu.
"Huh......! Bisa bisa telinga gue pecah terus menerus ponsel berdering." Rutuk Harsya kesal, membuat Cok Ben tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.