
Terungkap nya pembunuh orang tua harsya
"Harsya dan ibu kost pun duduk dengan sesekali menyeruput kopi masing masing bercanda saling cerita satu lama lain sekilas orang melihat nya antara anak dan ibu nya
Bu.....boleh kah Harsya bertanya sesuatu kepada ibu," kata pemuda itu sesopan mungkin bertanya nya.
Silahkan Nak dan mau bertanya apa," jawab ibu kos yang sesekali melirik ke arah pemuda itu.
Apakah ibu sudah lama tinggal di kota Jakarta," tanya Harsya basa basi kearah ibu kost nya.
Ibu baru disini Nak Harsya," emang kenapa Nak Harsya bertanya begitu kepada ibu,"jawab ibu kost penasaran dengan pertanyaan seorang pemuda itu.
Begini sebenernya Harsya disini baru,ibu juga tau kan baru sepuluh hari Harsya tinggal di kota jakarta, tapi yang bikin aneh dan mengganggu pikiran Harsya seolah olah Harsya sudah lama di kota Jakarta ," ucap Harsya.
Sudah beberapa hari ini pandangan dan pikiran Harsya kearah rumah KHABIL ARDANA yang sudah tiga kali Harsya mengantar dan lagi lagi tujuan nya kearah rumah yang seperti istana itu Bu,"ucapnya lagi pemuda itu melanjutkan bicara nya tampa Bu Jubaedah membantah terlebih dulu.
,"Deg....."Deg,...."deg....."Jantung Bu Jubaedah berdetak kencang dan keringat pun bercucuran tanda kecemasan yang barusan terucap dari seorang Tuan muda Harsya akan terjadi kini terulang lagi karna Tuan muda tidak mengenal siapa Tuan Khabil Ardana.
Yang dia tahu hanya sebagai ojek mengantar para penumpang nya, seandai nya Harsya ingatan nya kembali pulih apa yang terjadi, mungkin akan Terjadi banjir darah di rumah Tuan Khabil Ardana dalam pikiran Jubaedah berkelut rasa ketakutan.
Ibu.... Ibu..... Ibu," kenapa?"tanya Harsya keringat tan begitu aneh dengan sikap ibu kost setelah mendengar perkataan dari pemuda yang sedang duduk bersama Bu jubaedah.
Eh.....''ini Nak cuaca nya panas banget alasan Ibu Jubaedah menjawab pertanyaan Harsya.
__ADS_1
Obrolan pun semakin lanjut dan Bu Jubaedah seolah-olah ingin menyudahi obrolan nya,karna ingin memberitahukan kepada tuan Alex apa yang barusan Harsya bicarakan.
Lalu Harsya pun mulai melanjutkan aktivitas nya keluar kost lagi untuk mencari satu atau dua penumpang Sambil menunggu Langit yang akan berubah malam
padepokan macan putih
Diujung kota kecil tempat berdiri nya Padepokan Macan Putih,"perbedaan cuaca di rasakan oleh Jubaedah yang tinggal di kota Jakarta yang notabene sangat panas karna jarang nya pohon pohon yang tumbuh sangat jauh berbeda dengan di kampung tempat berdiri nya Padepokan Macan putih walau matahari menyinari kampung tersebut tapi terasa sejuk menusuk jiwa.
Kiayi Sepuh dan Tuan Abdullah beserta Asistennya lagi mendengar kan obrolan dari mantan anggota genk geng kobra yaitu Cok dan Ben Alias Ucok Beni dua sahabat yang tak pernah berpisah.
Lanjutkan Ucap Abdullah kearah Cok Ben
Setelah pindah dari rumah ke rumah Tuan muda Ismail pun di temukan di kota Jakarta pusat kota yang baru satu minggu tinggal di kontrakan barunya itu,
Penyesalan yang terus menerus menghantui kami berdua adalah telat nya memberi informasi kepada Tuan muda Ismail dan Nona Zahra.
Disaat saya bersama Beni waktu itu Nona Zahra dan Tuan Ismail sudah tidak bernyawa,"
Dan masih terasa sesak di dada ini sampai saat ini melihat orang sebaik Tuan Ismail dan Nona Zahra terbunuh dengan sangat keji.
Beni Ucok teriak lelaki yang sudah menghabisi tuan muda Ismail," cepat kejar anak itu dan susul teman kamu yang empat orang itu Lalu habisi saja nyawa nya perintah pria itu yang membunuh Ismail dan Zahra.
Tampa ada bantahan lalu aku mengejar ke empat pengawal tuan dani dan sampai di suatu tempat anak Tuan Ismail dan Zahra sudah berhasil di tangkap oleh empat pengawal yang juga masih sahabat kami berdua dan di siksa sangat keji kepalanya di benturkan.....!!
__ADS_1
"Lalu aku berteriak hentikan kata Ucok dan Beni
Salah seorang pengawal bertanya kenapa Ben dan Cok tanya pengawal itu..
Sebaik nya kita buang aja kehutan anak itu dari pada kita membunuhnya dengan begitu Tuan Dani akan puas kepada kita dengan beralasan anak nya di buru oleh binatang buas.
Lalu mereka berempat tertawa-tawa terbahak bahak pinter juga otak dan pemikiran mu Cok" Kata salah Satu Keempat pengawal itu yaitu jabar
Waktu itu aku dan Beni hanya punya pemikiran begini..!
Tuan Abdullah tuan Alex mudah mudah anak Tuan Ismail dan Nona Zahra ada yang menemukan nya.
Lalu Ucok dan Beni beserta empat sahabat pun melaju berkeliling dan keluar kota jakarta dan tujuannya hutan di kota C yang tidak begitu seram agar anak ini selamat.
Begitu lah Tuan Abdullah Tuan Alex cerita nya.
Setelah itu aku pun mulai mengundur diri dari dunia hitam dan keluar dari Geng Kobra.
Alasan kami berdua mengundurkan diri dari dunia hitam hanya untuk satu amanat dari Tuan Ismail dan Nona Zahra yaitu melindungi Tuan muda Harsya.
kami berdua pun mencari dan terus mencari anak yang di buang itu sampai ke padepokan macan putih...!
Pembunuh Tuan Ismail dan nona Zahra adalah Tuan Dani Rustandi atas perintah Adik tiri tuan Abdullah yaitu KHABIL ARDANA.
__ADS_1
Karna Rasa iri hatinya kepada tuan Abdullah dan jatuh nya warisan orangtua nya kepada tuan Abdullah.
Bersambung.