TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Dialog Harsya dan Ketua Macan Putih


__ADS_3

Ingatlah untuk tidak menghianati HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH. Aku peringatkan kepada anda Tuan Direktur bahwa Harsya tidak bertoleransi kepada penghianat dan aku akan membalas setiap penghianatan dengan sangat pedih, Jakarta terlalu kecil untuk melarikan diri dari incaran HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH." Kata Harsya memberi ancaman.


"Aku akan mengingat semua perkataan dari anda Tuan Muda Harsya." Kata Jhon Koplak


"Bawa uang itu untuk anda Tuan Direktur. Jika tidak cukup katakan saja." Kata Harsya.


"Cukup. Ini cukup. Bahkan ini terlalu banyak untuk saya Tuan Muda." Kata Jhon koplak.


"Anak buah ku, akan mengantar anda dan keluarga ke kediaman yang ada di perumahan elit tersebut, tapi sebelum anda berangkat. Kau harus bertukar informasi kontak dengan Ujang Suparman dan beberapa orang lainnya. Tuan Direktur akan saling berhubungan setelah ini.


Matih satu. Kau antar Tuan ini bersama keluarganya kembali ketempat dimana malam penggerebekan itu, tutup mata Tuan Jhon Koplak dan istri serta anak anaknya. Untuk menghindari segala kemungkinan. Jika di antara kalian perlu sesuatu untuk di rundingkan, silahkan naik ke atas." Kata Harsya lalu keluar dari ruangan bawah tanah menuju lips yang membawa ke ruangan atas.


Tak lama kemudian Harsya pun sudah keluar dari lifs yang membawanya ke ruangan atas dan di sana sudah ada beberapa Anggota Macan Putih yang sedang berjaga menunggu dan siap melayani.


Setelah Harsya pergi meninggalkan ruangan bawah tanah Markas Besar Organisasi Macan Putih, Mati satu dan anak buahnya kembali menutup mata Jhon Koplak dan keluarganya lalu menggiring mereka untuk kembali ke rumahnya.


Setelah anak buah Matih satu pergi, Kang Ujang Suparman dan beberapa Matih lainnya pun membubarkan orang orang yang memenuhi ruangan itu.


"Ayo kita ke atas Matih sembilan. Kita temui Tuan Muda." Ajak Ujang Suparman ketua macan putih.


"Ayo." Jawab Matih sembilan singkat. Lalu mereka berjalan beriringan menuju lifs yang akan membawa mereka berdua naik ke atas.

__ADS_1


Saat ini Harsya baru saja memasuki ruangannya dan duduk di kursi sambil memperhatikan ibu kota negara dari ketinggian.


Aku harus segera menuntaskan segala permasalahan permasalahan yang akan menjatuhkan perusahaan dan membunuh orang orang terdekat ku saat ini. Setelah semua tuntas dan binasa musuh musuhku. Aku akan membangun beberapa lapangan kerja, untuk para penduduk yang sulit nya mencari pekerjaan, membantu panti jompo menampung para anak jalanan dan membangun padepokan kelas internasional.


Ini tidak akan pernah berhasil jika aku tidak menyingkirkan duri duri penghalang. 80% waktu ku tersisa untuk mengurus cucunguk. Di mulai dari Dani Rustandi dan Ruli Siregar bersama antek antek nya, Kini kedua anak mereka, pula. Sialan betul. Mengapa musuh seolah tidak ada habis habisnya. Ini belum lagi penghianatan sahabatku yang secara terang terangan memusuhi ku dengan dekengan dari sahabatnya Dani Rustandi yang mempunyai koneksi yang begitu kuat.


Harsya saat terhanyut dalam pikirannya sendiri sampai lamunan nya buyar tatkala pintu ruangan pribadinya di ketuk dari luar.


"Masuk..!! Perintah Harsya dari dalam.


Begitu melihat siapa yang datang, Harsya langsung berdiri membungkuk hormat karna salah satu dari mereka berdua adalah guru silat waktu menimba ilmu di padepokan macan putih yang kini pemilik padepokan selaku Kiayi Sepuh menjadi mertuanya.


"Terima Kasih Tuan Muda." Kata Kang Ujang.!!


"Kang Ujang Suparman dan anda Matih Sembilan. Apakah ada sesuatu yang penting untuk kita bahas bersama.?" Tanya Harsya.


"Tuan muda. Aku masih tidak habis pikir. Untuk apa anda memelihara Direktur KOBRA COMPANY GRUP itu? Sama sekali lelaki lemah itu tidak berguna bagi kita." Kata Ketua Macan Putih.


"Benar sekali Tuan Muda Harsya. Apakah orang orang yang anda miliki belum cukup untuk menghancurkan Shintia dan Anastasya beserta pemilik perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP itu.?" Tanya Matih Sembilan.


"Ohk tentang masalah itu. " Kata Harsya. Lalu berdiri dan bangkit dari kursinya Ia melangkah mengililingi meja duduk Ujang Suparman dan Matih Sembilan lalu melanjutkan lagi.

__ADS_1


Sebenarnya ada banyak tujuan yang akan aku lancarkan kepada kubu musuh, yang paling rendah dan terendah adalah mengirim serangan mental kepada mereka untuk menggoyahkan Shintia dan Anastasya beserta dekengan nya.


"Maksud anda. Tuan Muda.?" Tanya Matih Sembilan.


"Sambil menyelam minum air. Kalau bisa menangkap ikan yang ada di danau. Hahahahaha." Kata Harsya sambil tertawa.


"Begini Matih Sembilan dan Kang Ujang. Selama ini aku terlalu lembut dan bermain di belakang layar menghadapi musuh. Apa salahnya sesekali menunjukkan taring kepada mereka agar mereka berpikir keras untuk menyerang kita. Ini lah yang aku coba tunjukkan kepada pihak musuh. Andai kata Tuan Jhon Koplak membelot dan mengadukan hal yang baru saja kepada dua Nona Muda KOBRA COMPANY GRUP.


"Yang Kedua. Aku mencoba memanfaatkan Direktur Jhon Koplak ini. Sebenarnya tidak ada kesetiaan dalam hatinya, mereka hanya ingin uang dan jabatan, siapa yang sanggup membayar Tuan Jhon Koplak dengan bayaran tinggi dan posisi jabatan di perusahaan milik majikannya tidak tergantikan, maka dia akan menjadi anjing yang siap menjilat siapa saja. Aku hanya ingin Direktur itu memberitahu kepada kita apa saja rencana majikannya. Sehingga kita bisa mematahkan rencana ini di tengah jalan.


"Yang ke tiga. Aku akan meminta sahabat ku Riyan, untuk menggeser jabatan Direktur KOBRA COMPANY GRUP yaitu Jhon Koplak untuk geser dari kursinya dan di gantikan oleh Riyan dan Dirga, di situlah kebencian Jhon Koplak kepada Shintia dan Anastasya akan tertanam dalam hatinya. Anda berdua sudah mengetahui seorang manusia yang sipat dan hatinya di liputi oleh kebencian.


"Andai apa yang di pikirkan oleh anda Tuan Muda benar benar terjadi kepada Jhon Koplak. Apakah anda akan bergerak dan membantu Direktur itu serta duduk di perusahaan milik anda.?" Tanya Ujang Suparman.


"Ohk tidak. Tentu saja tidak. Buat apa kita membuang tenaga dengan membantu manusia yang bermuka dua. Kang Ujang Suparman aku lebih percaya dengan kesetiaan Riyan dan Dirga ketimbang Jhon Koplak yang baru kita ancam itu.


"Kang Ujang Suparman dan Matih Sembilan. Anda tunggu saja informasi dari Tuan Jhon Koplak. Begitu mendapatkan kabar kita langsung mempersiapkan rencana untuk mematahkan serangan mereka. Andai target mereka adalah keluarga Abang Ucok dan Abang Beni. Hal terlebih dahulu yang harus kita lakukan adalah menjaga dua keluarga dari Abang Abang ku, agar tidak menjadi ancaman atau bahkan di bunuh oleh orang orang yang di kirim oleh Anastasia dan Shintia." Kata Harsya.


"Yaa. Sesuai rencana yang sudah kita bahas kemarin." Kata Ujang Suparman.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2