TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Penjelasan Harsya Kepada Riyan Sahabatnya


__ADS_3

"Silahkan kau utarakan maksud tujuan mu sahabatku." Pinta Harsya dengan tatapan serius kearah Riyan.


"Ehk..... Anu, Brow...........!


"Riyan Biasa saja tidak usah canggung begitu, menyela ucapan dari sahabat nya yang tergagap dan canggung.


"Baiklah brow..... Sebelum gue meminta maap terlebih dahulu bila perkataan ku akan menyinggung atau pun tidak searah dengan pemikiran mu atau berbeda pendapat." Kata Riyan.


"Silahkan." Balas singkat Harsya.


"Kita bersahabat sudah hampir 11 tahun lebih, sebelum kau menjadi Tuan Muda, semua ada masalah selalu di bicarakan kepada saya dari urusan pribadi atau pun urusan lain' nya." Kata Riyan berhenti sejenak lalu melanjutkan lagi.


"Brow...... Kenapa loe sampai tega mencampuri urusan pribadi ketiga sahabat mu? Buatku tidak menjadi masalah seandainya harus pisah sama kekasih ku yaitu Dewi. Akan tetapi dampaknya kau akan di musuhi oleh mereka bertiga terkadang oleh kau akan sangat mudah pertahanan mu di susupi oleh musuh, melalui ketiga sahabat mu, atau pun kedua orang orang yang dekat dengan mu, yaitu Azis dan Dirga.


"Aku hanya ingin tahu alasan mu mengapa sampai bisa bertindak seperti ini.?" Tanya Riyan dengan sorot mata yang cukup tajam.


Harsya' tersenyum manis kearah sahabatnya itu. Lalu mulai berkata dengan wajah yang sama hal yang kini di pasang oleh Riyan.


"Sahabatku, kau tau waktu dulu membunuh mantan pacarmu yaitu Citra dan kekasihnya Jhonny.?" Tanya Harsya.


Dia mengangguk dan menjawab. "Iya aku tahu brow.!


"Siapa yang mengecoh dan sampai mereka bertiga bersama Azis dan Dirga datang ikut membantu kita waktu itu.!


"Dewi dan Indah beserta Hani yang memberi tahukan kepada Azis dan Dirga." Jawab Riyan.


"Nah kan loe tahu brother. Kata Harsya.


"Iya gue tahu........ Terus urusan dan masalah nya apa? Sehingga kau mencampuri urusan pribadi mereka bertiga dan mengeluarkan Tuan' Gandi beserta yang lainnya dari perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY.? Tanya Riyan penasaran.

__ADS_1


"Begini Brow maksud rencana yang sedang gue jalani, sebenarnya tidak mengacu kepada ketiga sahabat ku Dewi dan Hani serta Indah. Tapi ini semua demi kebaikan mereka bertiga. Aku ambil garis besar nya.


Pihak musuh menargetkan perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY dan orang orang yang telah membumi hanguskan organisasi Genk Kobra Beracun. Untuk membalas dendam dengan kekuatan yang sangat besar.


Mereka menyadari bahwa target buruan nya itu tidak akan mudah di taklukkan oleh orang orang perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP. Maka mereka akan mencari titik lemahnya buruan mereka.


Kelemahan yang mereka cari ada di posisi ketiga sahabatku yaitu salah satu dari mereka bertiga adalah kekasih loe. Seandainya gue pribadi tidak segera mengeluarkan dirimu, beserta orang orang yang ada kaitannya dengan Hani dan Indah serta Dewi. Pihak musuh yang di belakang nya ada kekuatan yang besar, maka tak segan segan mereka akan menyerang perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY melalui hackers hackers hebat di seluruh dunia. Kenapa saya langsung mengeluarkan mereka yang terlibat dalam pembantaian Dani Rustandi dan Ruli Siregar Rusady beserta Anggota Genk Kobra Beracun lainnya. Agar perusahaan yang baru di gabungkan tidak terkena imbas akibat dendam kematian dan tersingkir nya organisasi tersebut. Aku harap kau percaya kepadaku." Kata Harsya panjang lebar.


"Setelah mendengar kan penjelasan dari sahabatnya, Riyan pun tertunduk malu karna telah berburuk sangka terhadap Harsya sekaligus sahabat sejati nya.


"Mohon maapkan gue brow. Telah berburuk sangka terhadap mu." Ucap Riyan dengan suara yang serak dan mata berkaca-kaca.


"Santai aja brother, kau sahabatku. Aku tidak akan mencelakai orang orang yang telah berjasa dan membantuku selama ini, walaupun anggapan orang lain salah di mata mereka. Tapi yaa sudah lah itu hak mereka." Kata Harsya.


Tiba tiba ponsel milik Harsya bergetar tanda ada pesan masuk di ponsel nya.!!


"Dret........... " Dret..............! "Dret.................!


"Baik, Kang Ujang Suparman segera amankan kedua keluarga Cok Ben dan langsung bawa ke kota Jakarta." Balas Pesan singkat Harsya.


"Siap Tuan' Muda Perintah dari anda akan saya laksanakan. Bagaimana dengan orang orang suruhan mister Kong Kong.? Tanya Ujang.


"Habisi saja semuanya jangan sampai meninggalkan jejak yang mencurigakan." Titah Harsya.


"Siap Tuan muda. Pesan terakhir kang Ujang Suparman mengakhiri kirim pesan melalui media wasttap itu.


"Brow siapa yang mengirim pesan.?" Tanya Riyan.


"Kang Ujang Suparman dia sudah berada di kota Medan bersama Fander dan anggota macan putih." Jawab Harsya.

__ADS_1


"Emang Ada masalah apa Brow, Hingga Kang Ujang beserta yang lainnya melakukan perjalanan ke kota Medan.? Tanya Riyan.


Harsya pun menjelaskan semua nya kepada sahabat nya dari awal hingga akhir sampai keberangkatan mereka tidak di beritahu kepada Riyan Dirga dan Azis beserta Gandi karna jawaban dari mereka akan menolak karna keputusan kontroversi yang di buat oleh Tuan Muda Harsya. Membuat Riyan merasa bersalah karna mementingkan kan egonya dan mengikuti ucapan dari Dewi kekasihnya itu.


"Maapkan gue brow. Apakah sebaiknya gue menyusul bersama yang lainnya.?" Tanya Riyan untuk menebus kesalahannya.


"Tidak usah sahabat ku, sebaiknya kau persiapkan ada tugas besar yang akan menanti dirimu bersama yang lainnya. Untuk Dirga dan Azis biarkan terlebih dahulu dengan ego nya. Kalau Kak Gandi nanti aku akan berbicara dengan nya setelah aku mengunjungi Kakek dan Nenek serta mertua ku yaitu Kiayi Sepuh." Kata Harsya.


"Siap Brow." Jawab Riyan mantap dan yakin.


Mudah mudahan Ucok dan Beni bisa mengatasi permasalahannya di negara Jepang yang kemungkinan ketiga sahabat Dani Rustandi sudah mengetahui bahwa mereka berdua dalang hancur dan terbunuhnya sahabat mereka bertiga." Ucap Harsya dalam hati.


Cukup lama mereka berdua mengobrol hingga tak terasa sebuah ketukan pintu terdengar di telinga mereka berdua.


"Masuk saja." Teriak Harsya.


"Kreat......... Pintu terbuka dan muncul lelaki berusia 30 tahun membawa dua kantong plastik.


"Tuan muda pesanan anda sudah ada." Kata Maman Tomat seraya menyerahkan dua kantong plastik.


"Terima Kasih banyak kak Maman." Jawab Harsya lalu melihat isi dalam kantong plastik hingga bergidik masam.


"Sama sama Tuan muda............!


"Baiklah kalau begitu saya pamit pulang terlebih dahulu, dan Riyan sahabatku kau bicarakan kepada Maman Tomat dan Iwan kupluk yang barusan aku obrolkan dan jangan sampai bocor kepada orang lain' biar mereka berdua tidak penasaran sama seperti dirimu yang tadinya penasaran." Kekeh Harsya seraya bangkit dari kursinya dan berjalan keluar.


"Dasar sahabat tak punya akhlak." Pekik Riyan membuat Maman Tomat dan Iwan kupluk tersenyum renyah.


Setelah Harsya meninggalkan ruangan Khusus itu, sahabatnya lalu memberi tahukan obrolan mereka berdua kepada Maman Tomat dan Iwan kupluk secara rinci dan tidak ada yang di tambahkan atau pun di kurangi satu kata pun dari Riyan.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


__ADS_2