TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Tugas Dari Harsya. Untuk Riyan Serta Ken dan Rex


__ADS_3

Malam itu perdebatan panjang di kampung keluarga Beni antara warga dan Fander serta kedua anggota macan putih begitu alot. Ada satu warga yang bersikeras untuk membawa Fander dan dua orang macan putih ke pihak kepolisian untuk di adili karna telah semena mena menghajar dua warga negara asing itu.


Tak lama kemudian beberapa pihak kepolisian pun datang setelah salah satu pihak warga menelepon. Karna ancaman yang di berikan oleh Fander, sehingga membuat beberapa warga merasa geram.


"Selamat malam siapakah di sini yang bernama Tuan Fander.?" Tanya salah satu komandan kepolisian itu.


Lelaki yang di sebutkan namanya itu segera menghampiri nya dan menjawab.


"Tuan Polisi saya yang bernama Fander. Seraya membungkuk hormat kepada polisi yang bertanya.


"Satu kehormatan saya bisa bertemu dengan anda tuan Fander. Saya di tugaskan oleh Brigadir Jendral Anton Sideka, untuk membantu anda menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Tuan muda." Ucap komandan kepolisian itu seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Para warga yang tidak percaya dengan penuturan dan penjelasan dari lelaki bule itu seketika di malam ini, mandi keringat di masing masing warga. Terutama beberapa warga yang dari tadi menentang dan melaporkan tindakan Fander.


"Terima Kasih Tuan' Polisi. Seraya menyambut uluran tangan nya.


"Komandan beberapa warga yang tadi tidak percaya dengan penjelasan dan kesaksian yang saya berikan. Terkadang ada tiga warga dengan keras dan akan membantu dua orang asing ini. Melancarkan aksinya untuk membantai keluarga Tuan Beni. Apakah tidak sebaiknya di masukkan saja ke penjara dengan dalih membantu rencana jahat." Ucap Fander dengan senyuman jahat.


Seketika Tiga warga yang tadi bersikeras dengan Fander dan dua anggota macan putih langsung berlutut di hadapan Fander.


"Ampun........ Ampuni........ Kami Tuan Bule.... Kami bertiga hanya terbawa emosi." Ucap mereka bertiga seraya berlutut.


Fander hanya tersenyum mata nya berkedip kearah komandan kepolisian itu. Lelaki bule itu hanya menjahilinya. Tidak ada niat dengan ucapan yang barusan dia katakan.


"Pengawal bawa dia orang penjahat ini dan masukan langsung kedalam penjara." Titah Komandan kepolisian.


"Tuan Polisi tunggu. Jangan di bawa dulu dua warga negara asing ini. Kita akan menangkap teman teman mereka dengan di jadikan nya dua orang ini sandera. Seolah olah teman temannya tidak terjadi apa apa." Kata Fander mencegah beberapa polisi untuk membawanya.


"Maksud Tuan Fander?"

__ADS_1


"Menurut informasi yang di dapat dari Matih sembilan yang sekarang bersama Ketua Macan Putih sedang berada di kampung sebelah sama dengan saya sedang membekuk dua pengintai yang akan membantai keluarga Ucok, mengabarkan bahwa malam ini mereka akan menyerang keluarga Cok Ben dengan jumlah yang cukup Besar. Dengan ini kita akan menyergap orang orang perusahaan TRI FUTURE COMPANY dengan di bantu beberapa warga ikut mengamankan keluarga Beni." Kata Fander memberi penjelasan dan arahan.


"Hmmmmmmm." Bener Bener cari mati orang orang perusahaan itu di kota saya." Gumam komandan kepolisian itu.


"Para warga apakah bersedia membantu dan menghajar orang orang busuk itu. Yang akan merusak kota kita.?" Tanya Komandan.


"Siaaaaaaaap." Ucap para warga serentak.


"Bagus..............! Kalau begitu mari kita atur rencana untuk menangkap orang orang laknat yang mau berulah di kampung kita." Kata Komandan.


Fander dengan di bantu nya pihak kepolisian dan beberapa para warga mulai mengatur rencana. Komandan kepolisian langsung mendatangi rumah keluarga Beni untuk memberi tahukan posisi nya serta menyerahkan bukti percakapan antara Ucok dan Matih sembilan. Sementara dua warga negara asing yang sedang mengintai di bawa oleh dua anggota Macan Putih serta di bantu beberapa warga untuk memberikan informasi kepada teman teman nya bahwa situasi sudah kondusif dan sudah saat nya untuk melakukan eksekusi malam ini juga.


###################


Di kota Jakarta tepatnya di kawasan Bintaro Jakarta Selatan, di salah satu Mansion mewah pemilik perusahaan terbesar se-Asia. Harsya yang sedang berada di ruangan pribadinya dengan di temani oleh Suhardi dan kedua anak buahnya telah datang bersama sahabat nya. yaitu Riyan.


"Kalian bertiga tujuan saya memanggil untuk datang kesini. Karna ada tugas yang akan kalian laksanakan. Tadinya saya juga akan ikut bersama kalian. Tetapi karna Istri saya sedang hamil muda dengan terpaksa kalian bertiga yang akan berangkat menuju Negara Jepang untuk membantu membebaskan Cok Ben yang di kemungkinan terbesar sudah di sekap oleh Mister Kong Kong dan dua sahabat nya." Kata Harsya.


"Siap Tuan' Muda perintah dari anda akan saya laksanakan." Ucap mereka bertiga.


"Buka ponsel kalian bertiga saya sudah mengirim kontak telepon Tuan Tsubasa dan beberapa informasi yang di kirim oleh Anak buah saya yang berada di Negara Jepang.


Ken dan Rex Ryu beserta Riyan langsung membuka ponsel dan melihat pesan yang di kirim oleh tuan muda. Setelah hening sesaat salah satu dari mereka bertiga bertanya.


"Tuan muda kapan saya akan berangkat menuju Negara Jepang.?" Tanya Ken.


"Malam ini juga kalian bertiga berangkat. Semua kebutuhan sudah di siapkan oleh Kak Rijki. Kalian bertiga akan menggunakan jet pribadi dan aku akan menyuruh Tsubasa untuk menjemput kalian di Bandar Udara Internasional Tokyo." Ucapnya.


Tiba tiba ponsel milik Harsya berdering.

__ADS_1


Sebentar saya akan mengangkat telepon dahulu." Ucap Harsya seraya menyentuh layar bawah menuju keatas dan di aktifkan loadspeker agar mereka mendengar kan nya.


"Kriiiiing''..............!


"Kriiiiing''...............!


"Kriiiiing"................!


"Halo.!!


"Selamat malam Tuan Muda. Mohon maap mengganggu waktu malam anda, Matih sembilan mau melapor dan kemungkinan meminta bantuan dari pihak kepolisian pusat." Kata seorang yang menelepon dari sebrang.


"Aku mendengar kan nya. Silahkan Matih sembilan untuk berbicara." Jawab Harsya.


"Tuan muda saya mendapatkan pesan singkat dari macan putih yang sedang bersama Fander di kampung keluarga Beni. Mereka berhasil melumpuhkan dua pengintai di yang sedang mengintai pergerakan keluarga Beni. Tetapi ada sedikit terkendala beberapa warga melihat serta kini memprotes tindakan yang di lakukan oleh Tuan Fander dan kedua Macan Putih, dan sampai melaporkan kepada pihak kepolisian." Kata Matih sembilan menjelaskan panjang lebar dan di dengarkan oleh Harsya dan yang ada di ruangan itu.


"Baik' Matih sembilan aku mengerti. Saat ini juga aku akan meminta bantuan kepada Paman Anton Sideka. Terus berhubungan dan saling berkomunikasi. Saya tidak mau sampai ada kesalahan dalam misi penyelamatan keluarga kedua Abang saya." Jawab Harsya tegas.


"Siap Tuan muda. Kalau begitu saya akan mengakhiri panggilan telepon nya. Silahkan anda sibuk di sana." Kata Matih Sembilan.


"Silahkan. Ucapnya seraya mematikan panggilan telepon dari Matih sembilan.


"Tut...... Tut..... Tut.... Tut... !! Terdengar suara panggilan berakhir.


"Ken dan Rex serta Riyan sebaiknya berangkat sekarang." Titah Harsya. Karna situasi semakin rumit.


"Siap Tuan' Muda. Seraya beranjak pergi keluar.!!


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya

__ADS_1


__ADS_2