TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Ketua dan Macan Putih Mulai bergerak


__ADS_3

Perbedaan waktu dua jam antara Jepang dan Negara dimana Ucok dan Beni di lahir kan serta di besarkan nya. Saat itu pukul 04 waktu Jepang dua mobil mewah melaju dengan pelan menuju tempat parkir bandar udara internasional Tokyo.


Tak lama mobil itu berhenti tepat di mobil yang terparkir di halaman itu. Tidak lama berselang dalam dua mobil mewah nan cantik itu turun secara bersamaan empat lelaki yang satu lelaki paruh baya tersebut. Lalu berjalan kearah pintu masuk bandar udara di ikuti oleh beberapa para pengawal dari Naga Saki Sempur.


Sesaat sebelum jet pribadi mengudara Cok Ben pun duduk bersama Tuan Besar dan Ketua Genk Kobra Beracun.


"Cok dan Ben langsung menuju Vila mewah milik saya yang berada di kawasan puncak Bogor karna nomor Jimmy tidak aktif." Pesan Dani Rustandi.


"Siap. Tuan Besar. Serentak mereka berdua menjawab.


Tuan Besar Dani Rustandi serta Ketua Gareng menjelaskan kepada mereka berdua setelah nanti sampai di negara nya.


Tak lama setelah obrolan bersama Tuan Besar serta Ketua Gareng pesawat pun mengudara membawa dua lelaki hebat yang otak dan kejeniusan mampu menghancurkan Genk yang mereka berdua ikut andil terwujud nya satu Organisasi yang di takutkan di negri bumi Pertiwi.


Kini mereka berdua kepulangan ke negara asalnya dengan membawa misi oleh Tuan Besar untuk mencari Jhonny dan Citra serta Syamsul serta menemui Jimmy yang berada di kawasan puncak Vila mewah milik Dani Rustandi.


Dani Rustandi dan Ketua Gareng bener bener telah termakan segala bujuk rayu lelaki yang mempunyai kecerdasan dan kepintaran di atas rata rata. Sekarang sebelum melebar lebih jauh Cok Ben harus segera merencanakan perangkap kepada seluruh anak buah Naga Saki Sempur, mister Kong Kong dan Tuan Simon.


Dalam pikiran Ucok lagi dan lagi Syamsul akan di korban kan dengan alibi dan adu domba nya.


Didalam pesawat mereka berdua memilih untuk tidur tidak mengobrol tentang itu dan ini karna mereka tahu pilot beserta kru adalah orang orang yang setia kepada Tuan Besar.


*


*


*


Sementara di kantor pusat pukul 17:00 semua staf dan pegawai lainnya sudah meninggal kan kantor 30 menit yang lalu. Beda hal dengan lelaki berusia 40 tahun itu baru selesai dengan pekerjaan.


Tak lama setelah itu. Lelaki setengah tua itu keluar dari kantor tempat dimana dirinya bekerja menjabat Manajer Personal. Satpam yang terakhir bernama Matih empat lalu membungkuk hormat dan bertanya.


"Tuan selamat petang. Sungguh pekerja keras dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan.! Kata Matih empat seraya membungkuk hormat dan memuji kepada lelaki tua yang bernama Radit.


Keaadaan yang memaksa untuk bertanggung dalam setiap bidang pekerjaan." Jawab Radit seraya menepuk nepuk pundak Satpam itu.

__ADS_1


"Matih hanya mengangguk tersenyum kearah Manajer Personal itu.


"Pak Satpam saya duluan untuk kembali ke rumah yang sudah di tunggu sama anak dan istri.! Ucap Radit Ijin


"Silahkan Tuan semoga selamat sampai tujuan." Jawab Matih.


"Amiin yaa robball allamiin.....!


Setelah melihat kepergian Tuan Radit melajukan mobil nya keluar dari pintu keluar kantor pusat milik Tuan muda....! Matih segera mengeluarkan ponselnya memberi kabar melalui chat suara bahwa korban telah meninggalkan kantor.


"Korban sudah keluar......!


"Korban sudah keluar.......!


"Korban sudah keluar........!


"Di terima dan langsung mendarat dari arah belakang mobil korban.! Balasan dari Matih lainnya.


"Baik lah semoga berhasil misi kalian saya tidak bisa ikut karna harus berjaga di sini.,! Ucap Matih empat.


Di persimpangan jalan menuju perumahan elit di kota Jogja dan tidak jauh dari kantor pusat milik pemuda bernama Harsya. Satu unit mobil mewah Toyota Alphard dan di belakang nya mobil BMW yang di kendarai oleh empat Matih sedang terparkir.


Tak seberapa lama nya satu unit mobil Pajero sport warna putih meluncur dengan kecepatan 30 km perjam dan hanya selang dua mobil lainnya mobil Marcedez Benz yang sedikit jauh melewati persimpangan jalan tersebut memberi klakson kepada mereka yang berada di persimpangan.


Melihat mobil korban sudah terlihat dan melewat di depan mereka yang menunggu maka kedua mobil mewah itu langsung menghidupkan mesin mobil serta melaju mengikuti mobil Marcedez Benz.


*


*


*


Hari itu pukul 17:40 sebuah perumahan mewah timur pusat kota Jogja terletak di jalan Jogja - solo. disalah satu rumah mewah bernuansa warna cat silver berhenti mobil Pajero sport warna putih.


Salah satu penjaga rumah mewah yang sudah di beritahu kan terlebih dahulu oleh Jubaedah sesaat majikan nya itu datang untuk menyambut seperti biasa seandainya Radit nama majikan nya itu bertanya kepada Satpam rumah. Bilang saja lagi keluar untuk sekedar jalan jalan dan berbelanja di Mall karna keperluan rumah sudah hampir menipis.

__ADS_1


Penjaga rumah itu lalu membuka kan mobil majikannya dan langsung berkata seraya membungkuk hormat kepada Radit.


"Selamat petang bos besar. Kata Satpam setelah pintu mobil terbuka dan keluar lelaki berusia 40 tahun memakai pakaian jas dan sepatu warna hitam mengkilat.


"Hmmmmm''......! Kok terlihat sepi istri dan anakku pada kemana? Tanya lelaki yang baru turun dari mobil biasa nya mereka berdua yang menyambutnya.


"Nyonya dan Nona bos. Sedang ke supermarket untuk membeli bahan bahan yang sudah menipis." Jawab satpam itu berbohong.


"Ok." Balas Radit lalu berjalan menuju pintu masuk rumah mewah milik nya.


"Sedangkan segera kembali menuju posisi nya untuk mempersiapkan diri seandainya apa yang di katakan oleh Jubaedah selaku orang kepercayaan Nyonya Besar Aisyah. Bahwa majikannya sedang di buru oleh anak buah Tuan Ardi yang notabene masih ada ikatan darah.


Tidak seberapa jauh dari rumah mewah itu. Ujang Suparman dan dua Matih memperhatikan saja dari dalam mobil. Ketua macan putih itu bergumam. Hmmm Korban sudah tiba tapi Dion bersama anak buah nya tidak terlihat.


"Matih satu dan Matih dua bertanya kepada Ketua.


"Ketua Apakah kita di kelabui oleh Dion dan telah mengetahui kita kita bahwa akan melindungi Tuan Radit? Tanya kedua Matih.


"Hmmmmm." Kita pantau terus saja sampai subuh. Takut nya mereka membantai Radit dalam waktu malam tiba." Jawab Ketua tampa mengalihkan perhatiannya.


"Baik' Ketua. Serentak mereka menjawab seraya memperhatikan rumah mewah tersebut.


Satu jam lama nya mereka bertiga kini melihat beberapa unit mobil berdatangan lalu berhenti di area parkir. dari dalam mobil keluar sekitar tujuh belas orang lelaki berbadan besar menghampiri para penjaga yang ada di pos rumah mewah itu.


"Ketua mereka sudah tiba? Tanya salah satu Matih.


"Bagaimana ketua. Apakah kita akan diam saja? Tanya Matih satu lagi.


"Kita tunggu dulu.! Jangan gegabah.! Kita ini Jogja bukan Kota kita." Jawab Ujang mengalihkan perhatian kepada dua Matih.


"Si...! Siap.....!! Ketua mereka berdua terbata bata.


"Kita lihat saja dulu. Aku mau mengabarkan kepada Tuan Alex dan beberapa Matih lainnya. ! Kata Ujang Ketua Macan Putih segera mengeluarkan ponselnya.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2