
"Ken saat ini juga kau buntuti Direktur KOBRA COMPANY dan setelah sampai langsung kirim serlock kepadaku. Ingat jangan bertindak terlebih dahulu sebelum kedatangan dari saya." Jawab Seorang pemuda dari sebrang telepon.
"Siap Tuan Muda.................!!
Setelah panggilan telepon berakhir. Mereka pun mulai mengikut laku mobil Jhon Koplak yang di kawal tiga mobil lainnya di siang hari itu.
Satu jam lamanya iring iringan mobil mewah itu berbelok kearah perumahan elit di kota Depok dan masuk melalui jalan kecil di perumahan tersebut. Rex pun segera membuntuti dari arah belakang setelah iring iringan mobil itu masuk terlebih dahulu. Sementara Ken dari tadi hanya mengutak Atik ponselnya mengirim pesan kepada majikannya.
"Rex sebaiknya kita berjalan lurus melewati rumah mewah itu dan kembali memutar kearah pintu keluar perumahan." Titah Ken.
"Yoi........ Tuan Muda sudah di beritahu belum melalui pesan singkat.?" Tanya Rex.
"Sudah Rex. Malahan serlock sudah aku kirim.
"Sip. Singkat Rex menjawab.
#########
Hani bersama kedua sahabatnya dan kekasih masing masing kini sedang berada di ruangan keluarga Mansion mewah menunggu turun nya dua gadis cantik yang kuliah di Fakultas yang sama.
Lima belas menit mereka menunggu dan minuman pun sudah hampir habis, dua gadis itu belum menemui mereka yang berpasangan.
Canda tawa di antara mereka berenam sedang di pantau oleh kedua gadis dari kamar lantai atas melalui CCTV yang di pasang di ruangan tersebut.
Kecerdikan dan kecerdasan seorang Riyan dan Dirga mengetahui bahwa mereka berdua di panggil masuk kedalam Mansion itu tidak sederhana mungkin.
Riyan dan Dirga yang sedang berakting bersama Indah dan Dewi mampu membuat percaya Hani dan Azis bahwa mereka benar benar telah membenci sosok Harsya dan orang orangnya. Begitu juga dengan dua gadis yang sedang mengawasinya dalam kamar atas melalui CCTV dan alat perekam yang di sembunyikan.
Riyan dengan terang terangan membeberkan semua rahasia Harsya dan perusahaan nya. Hanya satu yang di sembunyikan oleh Riyan dan Dirga yaitu adalah Macan Putih yang di komando kan oleh Ujang Suparman.
"Tasya ayo kita temui mereka. Aku sudah yakin kepada mereka berdua. Bahwa mereka sama dengan Hani mempunyai niat balas dendam kepada pemilik perusahaan terbesar se-Asia itu." Ajak Shintia dengan panggilan khas nya kepada anak dari Paman Dani Rustandi.
"Ayo Shintia.............. Jawab Anastasya lalu mereka berdua keluar dari kamarnya dan melangkah turun menuju ruangan tamu.
__ADS_1
Sesampai nya disana dua gadis cantik itu langsung bertepuk tangan secara bersamaan hingga mereka berenam pun langsung berdiri dan membungkuk hormat kepada dua gadis tersebut.
"Nona Muda Shintia dan Nona Muda Anastasya." Ucap mereka berenam seraya membungkuk hormat.
"Silahkan duduk kembali. Jangan sungkan dan tak usah membungkuk hormat kepada kita berdua." Jawab Anastasya.
"Terima Kasih. Nona Anastasya." Jawab Hani dan langsung duduk secara bersamaan.
Setelah Mereka berenam duduk, dan Anastasya bersama Shintia ikut duduk. Dua pelayan pun langsung datang membawa nampan berisi tiga gelas kopi dan tiga minuman dingin karna kopi yang tadi di suguhkan udah habis.
"Riyan dan Dirga kita berdua akan membantu membalaskan dendam sakit hati kalian berdua tetapi dengan satu syarat." Kata Anastasya.
Riyan menatap kearah Dirga dan langsung kearah Azis, anggukan yang di berikan oleh Dirga dan Azis pertanda Riyan untuk menjawab nya.
"Syarat Apa yang ingin di minta oleh anda berdua. Bisakah menjelaskan kepada kita berdua." Pinta Riyan dengan bahasa Seramah mungkin.
Anastasya seringai licik di bibirnya sebelum ia mulai bersuara. Riyan dan yang lainnya menunggu suara dan syarat apa yang akan di berikan oleh kedua gadis itu.
"Kita berdua percaya dengan kemampuan yang kalian miliki akan membawa perusahaan KOBRA COMPANY terbang tinggi menuju nomor satu di Asia." Kata Anastasya.
"Apakah sesimpel itu Nona Muda Anastasya.?" Tanya Riyan.
"Hahahaha............ Anastasya dan Shintia seketika tertawa lepas setelah pemuda itu bertanya.
"Kita berdua salut dengan kamu Riyan. Kau begitu cerdas dan cerdik. Baiklah aku jelaskan semuanya kepada kalian berdua dan di saksikan oleh mereka berempat.
"Silahkan Nona Muda.!!
"Begini Riyan dan Dirga selain tadi yang saya bicarakan. Kalian berdua akan di tempatkan dalam petinggi Genk Kelalawar Hitam, kita berharap kalian berdua mampu merekrut orang orang dari Macan Putih, agar mau bergabung dengan Kelalawar Hitam." Kata Anastasya tersenyum jahat.
"Riyan tersenyum begitu juga dengan Dirga. Membuat Indah dan Dewi serta Hani dan Azis terheran heran.
"Baiklah kita berdua sanggup dengan syarat yang di berikan oleh Nona Muda Anastasya dan Shintia. Tapi kita berdua juga punya permintaan dari anda berdua." Kata Riyan dengan nada serius.
__ADS_1
"Silahkan........ Silahkan........ Kalian berdua kemukakan permintaan nya. Kita berdua akan memenuhi permintaan dari kalian berdua." Kini Shintia yang berkata.
"Tidak susah permintaan dari kami berdua." Ucap Riyan. Silahkan katakan." Balas Shintia.
"Aku Ingin Firza dari Genk Kelalawar Hitam ada di bawah kendaliku." Jawab Riyan dan di angguki oleh Dirga.
"Hahahaha........ Itu hal yang mudah bagi kita Riyan. Jika kau ingin menjadi Direktur di perusahaan KOBRA COMPANY dengan senang hati aku akan menggantikan Jhon Koplak dengan kalian berdua Direktur dan wakil Direktur." Ucap Shintia dengan tertawa lepas.
"Ohk........ Tidak perlu Nona Muda. Karna tujuan utama ku ikut bergabung dengan anda karna untuk bersama dengan kekasihku, yang telah di sakiti oleh pria brengsek itu. Dengan Wakil Genk Kelalawar Hitam ada dalam genggaman ku. Aku bisa memporak-porandakan orang orang dari pemilik perusahaan terbesar se-Asia itu.
"Sungguh seorang pria yang bertanggung jawab terhadap kekasihnya. Dewi kau sangat beruntung mendapatkan lelaki seperti Riyan, begitu juga dengan Indah." Kata Anastasya.
"Dewi dan Indah tersenyum, beda dengan Hani dia sangat geram dengan pernyataan dari majikannya.
"Bajingan kau Anastasya berani berani nya kau mengagungkan Riyan dan Dirga hingga aku tak di anggap." Ucap Hani dalam hati.
"Anda berlebihan Nona muda." Ucap Riyan dengan senyuman.
"Baiklah............ Kesepakatan sudah di sepakati. Sebaiknya kita makan siang dulu yang sudah di persiapkan oleh para pelayan di Mansion kenangan ini." Pinta Anastasya.
"Siap Nona Muda............! Ucap mereka berenam serentak.
"Tasya....... Aku kangen makanan orang indo." Sahut Shintia.
"Sama Shintia...........! Balas Anastasya di sela berjalan menuju ruangan makan.
"Nona Muda Anastasya dan Shintia. Apakah di luar negri tidak ada makanan khas Indonesia.?" Tanya Hani berpura-pura polos.
"Hmmmmmmmm." Ada Hani malah banyak. Tapi suasana yang membedakan nya." Ucap Shintia berhenti lalu merangkul gadis yang menjadi kaki tangannya itu.
Hani seketika hatinya begitu senang dan riang ketika mendapat kan perhatian dari majikannya itu.
Bersambung.
__ADS_1