TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Jawaban Harsya kepada Kakek dan Nenek


__ADS_3

Kedua lelaki sekitaran usia 38 tahun yang sedang duduk bersama Kiayi sepuh pun menceritakan tentang semua kejadian dan rencana dari Tuan muda menyelamatkan anaknya sahabat Nenek Aisyah yaitu Nyonya Elisabeth.


'Kiayi sepuh hanya manggut manggut kepala nya tanda mengerti semua penjelasan dari kedua lelaki yang sudah hampir 10 tahun tinggal di padepokan macan putih untuk sekedar menjaga Tuan muda Harsya dan hijrah dari Kebatilan menjadi baik.


"Jadi kalian berdua kapan berangkat menuju kota Jakarta" tanya Kiayi Sepuh


"Beni menjawab Kiayi Sepuh.!


"Hari ini juga kami berdua akan berangkat dan meminta pertolongan kepada Kiayi Sepuh untuk menjaga lelaki yang terluka parah dan setelah semua nya siuman mohon untuk membimbing ke jalan yang bener agar rencana Ucok dan Tuan muda berjalan lancar.


"Insyaallah Beni amanat dari kalian akan Kiayi Sepuh jalankan, kalian berdua tidak usah di pikirkan tentang lelaki itu' secepatnya kalau sudah siuman akan segera saya berikan kabar kepada kalian berdua" jawab Kiayi Sepuh.


"Terima kasih Kiayi saya semakin tenang dan kalau begitu kami berdua mohon ijin untuk segera berangkat ke Jakarta karna masih banyak urusan yang harus segera di selesaikan'' kata Beni seraya mencium tangan Kiayi Sepuh di ikuti Oleh Ucok.


"Silahkan kalian berhati hati lah dalam segala hal pekerjaan yang kalian lakukan" jawab Kiayi Sepuh mengingat kan nya.


"Mereka berdua pun mengangguk dan langsung berjalan kearah motor cross untuk segera pergi menuju kawasan kota Jakarta yang sudah berkumpul di Mansion Tuan muda Harsya yang di berikan oleh Tuan Besar Abdullah.


*


*


"Sementara di kediaman Mansion milik Tuan muda Harsya semakin ramai dikunjungi oleh para tamu yang ingin bertakziah di antara nya 10 orang murid dari kiayi sepuh yang bergelar Macan putih dan Ujang Suparman atas perintah dari Kiayi Sepuh untuk di baca kan surat Yasin seperti biasa di kampung bila ada yang meninggal, iringan suara merdu dari 10 orang dan satu orang lelaki setengah baya menggugah kan hati yang hadir di ruangan Mansion tersebut.


"Sama halnya Lestari dengan tubuh yang lemah dan sempoyongan berjalan di papah oleh Elisabeth menghampiri jenazah Ayahnya yang telah terkujur kaku di tengah ruangan Mansion.


"Lestari melihat banyak pelayat yang datang mendoakan orang orang yang Lestari kenal dalam rapat besar di Markas Besar XFRES GROUP dan mata nya tertuju kepada salah satu pemuda tampan yang sedang mengobrol dengan Nyonya besar Aisyah.

__ADS_1


"Harsya' langsung menghampiri Lestari sambil membantu untuk duduk di samping jenazah Khabil Ardana.


"Setelah duduk di depan jenazah ayah nya dan di samping nya adalah pemuda yang bernama Harsya, langsung memeluk Harsya dengan tangisan yang tidak tertahan lagi.


"Kau harus sabar, harus tabah, beliau sudah tenang di alam sana bila kau terus menerus menangis, kasihan kepada ayahmu yang berada di alam sana, bisik Harsya menenangkan anak dari Khabil Ardana.


"Lestari langsung menyeka air matanya dia lalu melihat jenazah ayahnya dan berkata lirih.! Aku ingin mengaji untuk ayahku.


"Harsya pun tersenyum setelah mendengar perkataan dari Lestari dan segera mengangguk lalu berkata kepada kedua gadis yang ada di samping Nenek nya.


"Imah, Fatimah sini, bisa bantu Lestari untuk berwudhu, dia ingin mengaji untuk ayahnya.


"Dua gadis cantik itu pun mengangguk seraya berjalan kearah Lestari.


"Kak....'' Tari....! ayo Fatimah antar untuk berwudhu kita ngaji sama sama" ajak Fatimah seraya membantu berdiri Lestari untuk di papah menuju kamar mandi.


"Disaat semua orang dengan kesibukan masing masing Harsya pun menarik Rijki Fadilah untuk segera mengikuti nya ada sesuatu yang harus di obrolkan berdua.


"Mereka berdua pun tiba di salah satu ruangan kerja yang tidak bisa di dengar dalam Mansion mewah,


"Kak......" Rijki silahkan duduk' titah Harsya.


"Terima kasih Tuan Muda, ada hal penting apa sehingga anda mengajak saya untuk mengobrol empat mata." tanya Rijki Fadilah penasaran.


"Begini Kak, Rijki aku ingin kakak masuk ke perusahaan XFRES GROUP dan langsung temui Tuan Ardi dan Tuan Dion karna menurut bukti bukti yang di Terima oleh Ketua Macan Putih Ujang Suparman bahwa kedua lelaki itu telah merugikan perusahaan yang sudah lama.! Kak, Rijki ajaklah mereka berdua untuk bekerja sama sambil aset aset yang dia korupsi di simpan dimana..! Iming iming kan dengan proyek Besar'' kata Harsya menjelaskan semua nya.


"Setelah semua nya telah di dapatkan dan aset aset nya di ketahui, terus saya harus bagaimana" tanya Rijki Fadilah

__ADS_1


"Kak....! Rijki segera serahkan kepada Tuan Sugianto untuk di alihkan aset aset kepada Anugrah Zahra group dan setelah itu aku akan mengumumkan bahwa perusahaan XFRES GROUP dan ANUGRAH ZAHRA GROUP telah bergabung menjadi ISMAIL COMPANY ZAHRA GROUP.


"Baik' Tuan muda saya mengerti.....! balas Rijki Fadilah singkat.


"Kak...! Rijki nanti beritahu kan kepada paman Billy dan Tante Anita tentang rencana ini sesudah pulang dari sini" ujar nya mengingat kannya.


"Rijki Fadilah manggut manggut dan beranjak pergi keluar dari ruangan ini untuk segera undur diri dan pulang kerumahnya.


"Di saat Rijki Fadilah telah keluar dari ruangan itu, tiba tiba Ketukan pintu terdengar Harsya pun beranjak untuk membuka kan pintu.


"Kakek, Nenek dan, Paman Alex" silahkan masuk" kata Harsya kepada mereka bertiga.


"Cucuku Kakek mau bertanya Apakah boleh" tanya kakek Abdullah berhati hati setelah duduk di ruangan tersebut.


"Silahkan Kakek, balas Harsya singkat.


"Cucuku ada Hubungan apa sehingga dekat dengan Anak Tuan Suhardi dan seluruh pengawal kepercayaan dari perusahaan Anugrah Zahra group'' Tanya Abdullah Karna rasa penasaran selama ini.


"Harsya hanya tersenyum kepada kakeknya dan menatap kearah paman Alex serta Nenek Aisyah seraya senyuman lembut sembari tangannya memegang tangan kakek dan neneknya, yang saat itu terasa adem di pasangan paruh baya itu.


"Kakek Nenek dan Paman Alex tunggu lah tiga Minggu lagi untuk sabar menunggu dan untuk perusahaan XFRES GROUP Paman Alex ikuti alur Direktur Ardi dan manajer Dion Paman Alex jangan ikut campur, biarkan Harsya dan orang orang suruhan saya yang mengatur nya'' kata Harsya kepada mereka bertiga.


"Mereka bertiga satu sama lain menatap dan bergeming sesaat lalu Kakek Abdullah pun mengangguk di ikuti oleh mereka berdua,


"Baiklah" bila sudah Cucuku berkata kami bertiga akan menuruti nya'' kata Abdullah.


"Kakek ada satu lagi yang Harsya ingin katakan dan meminta restu dari Kakek dan Nenek" tutur Harsya yang Jantung nya berdetak kencang seakan akan takut perkataan ini tidak mendapatkan restu dari Kedua pasangan paruh baya itu.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2