TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rijki Fadilah sepakat bekerja sama dengan Ardi


__ADS_3

"Silahkan Tuan Sugianto" Kata Harsya seraya menaruh ponsel di atas meja Ruangan keluarga...!


"Abah, Umi, dan Paman Sepuh. Bisa kah kita keruangan kerja Harsya'' Ajak pemuda tampan yang berusia menginjak 21 tahun tersebut.


Silahkan Nak" Balas Umi Aminah. yang lain nya menatap sekilas lalu mengangguk.


"Halimah, Fatimah" kakak tinggal dulu ya ada yang harus di obrolkan pada mereka bertiga.


"Baik' Kak" Balas" mereka berdua.


"Harsya pun beranjak lalu berjalan dan di ikuti oleh Abah dan Umi serta Kiayi Sepuh.


"Sedangkan Halimah dan Fatimah pergi ke dapur untuk membuat gorengan karna sudah lama ingin memakan gorengan yang biasa kalau di kampung nya hampir tiap pagi makan suka di temani sama gorengan seperti.


"GEHU - TOGE TAHU


"COMHU - ONCOM TAHU


" RARAWUAN - TERIGU SAMA KACANG


"BALA BALA - BAKWAN


"BURAS ATAU PUN LEPET


"Tidak lama kemudian Harsya dan mereka bertiga pun sampai di ruangan kerja milik Tuan muda Harsya. Ruangan kedap suara yang di dalamnya terdapat barang barang seperti hal nya di kantor.


"Umi, Abah dan Kiayi Sepuh silahkan duduk" Pinta Harsya mempersilahkan untuk duduk kepada mereka bertiga.


"Terima kasih anakku" timpal Umi seraya duduk di ikuti oleh lelaki paruh baya itu.


"Harsya pun lalu ikut duduk bersama mereka berempat dan memulai obrolan nya.

__ADS_1


"Umi, obrolan kali ini Harsya minta tidak ada kata bercanda" kekeh Harsya.


"Huh........'' Ok kali ini Umi....! tidak akan bercanda." Sahut Umi.


"Abah, Umi, serta Paman Sepuh'' tadinya Harsya mau pulang hari Minggu rencana nya mau nemuin kalian bertiga ada yang harus di beritahu dan harus tahu" kata Harsya kepada mereka bertiga.


"Emang ada hal penting Apakah sehingga anakku untuk pulang hari Minggu menemui kami bertiga" Tanya Abah dan di angguki oleh Umi dan Kiayi Sepuh.


"Begini Abah, Umi dan Paman sepuh, sebelum Harsya bertemu dengan kakek dan nenek Abdullah. Pemuda tampan itu pun memberi tahu tentang pertemuan dengan Suhardi sahabat ayahnya dan pengalihan perusahaan milik ayahnya. yang semua orang tahu bahwa ayahnya hidup dengan sederhana tapi Orang Tua nya mempunyai dunia di tangannya. dan kemarin sore lagi dan lagi hal yang tidak di duga bahwa ayahnya pemilik mayoritas saham terbesar di perusahaan milik sahabat nenek Aisyah dan akan segera di alihkan kepada perusahaan milik ayahnya" Tutur Harsya panjang lebar menjelaskan kepada mereka bertiga yang sudah di anggap sesepuh oleh Tuan muda Harsya.


Mereka bertiga hanya mendengar kan dan sesekali ekspresi kekagetan di tunjukan oleh Umi dan Abah sedangkan Kiayi Sepuh hanya manggut-manggut. Setelah pemuda tampan menjelaskan semua nya. Abah Jaeludin pun berkata.


"Nak.......! Abah cuma berpesan jangan lah terlena'' karna semakin banyak nya. Harta yang di pegang maka godaan akan semakin menerjang'' jadi lah seperti ayahmu, yang bisa menyembunyikan satu perusahaan dan bisa menyimpan satu perusahaan di tangan Elisabeth. Hanya itu pesan dari Abah.


"Abah ini bukan kemauan dari Harsya' terasa berat buat Harsya memikul ini semua, Harsya hanya ingin bertemu dengan ayah dan ibu bukan ini yang mau'' lirih Harsya seraya mata nya berkaca kaca.


"Nak......'' Harsya semua yang sudah di tetapkan tidak akan di ubah lagi....!


"Nak......'' Harsya contoh lah perjalanan Orangtua mu bagaimana mereka bisa menyembunyikan dunia di tangannya Tampa ada orang lain yang tahu.....! bagaimana dia bisa membantu orang lain yang kesusahan padahal mereka berdua sama halnya dengan mereka menjalaninya. Sedangkan dunia ada di tangan mereka berdua.


"Ayah dan Ibu mu " mempunyai harta yang berlimpah'' tapi tidak membuat mereka tenggelam dalam kemewahan dunia. karna mereka tahu kemewahan dunia hanya seujung kuku dari kemewahan di surga.


"Nak......'' Harsya Paman percaya kepada diriku bahwa kau akan bisa memikul semua ini pada pundak mu...! Paman yakin langkah kaki mu membawa semua yang telah Tuhan titipkan kepada mu melangkah kan semua harta kepada orang yang sangat membutuhkannya.


"Ingat Nak Harsya manusia bisa hancur oleh tiga hal yaitu. Wanita, Tahta dan Harta.


Andai ketiga tersebut bisa Nak Harsya kendalikan dengan selalu mengingat bahwa semua itu hanya sementara insyaallah Nak Harsya bisa seperti Ayah dan Ibu''


"Paman Kiayi dan Abah, Harsya akan selalu mengingat dan segala petuah dari kalian Berdua. Doa kan selalu Harsya biar bisa bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan kepada hamba yang hina ini'' Lirih pemuda yang di sebut Tuan muda Harsya.


*

__ADS_1


*


*


"Sementara di kota Jogja Tepat nya di sebuah Vila mewah milik Tuan Ardi selaku Direktur XFRES GROUP di temani oleh Manajer XFRES GROUP yaitu Dion sedang berdiskusi bersama Billy dan Rijki Fadilah serta Nona Anita membahas kerjasama tiga proyek besar yaitu pembikinan Mall dan perumahan Elit serta Rumah sakit berkelas di kota kecil wilayah Jawa Barat dengan anggaran dana yang akan di keluarkan cukup pantastis mencakup satu triliun rupiah.


"Tuan Rijki Fadilah dan Tuan Billy serta ibu Anita' ketiga proyek tersebut akan saya berikan kepada perusahaan ANUGRAH ZAHRA GROUP asal kalian bertiga mau memenuhi persyaratan yang saya berikan'' Kata Ardi dengan senyuman jahat.


"Tuan Ardi bisa kah kau kasih tahu kepada kami bertiga syarat yang Tuan minta'' pinta Rijki Fadilah.


"Hahahahaha.......! Saya suka kepada anda Tuan Rijki Fadilah yang tidak sabaran kalau masalah pekerjaan" Kata Ardi sambil tertawa.


"Tuan Ardi terlalu pandai memuji" balas Rijki dengan senyuman lembut nya.


"Baik'lah' Tuan Rijki akan saya katakan syarat nya.' Kata Ardi seraya menyalakan korek api lalu menghisap rokok nya.


"Silahkan Tuan Ardi" balas Rijki Fadilah sama hal nya. Ia juga menyalakan api nya dan menghisap rokok yang sudah ada di mulut nya.


"Tuan Rijki Fadilah dan Tuan Billy serta Nona Anita, saya minta anggaran nya di naikkan menjadi 1,7 triliun rupiah dan 30 % buat kalian bertiga itu syarat yang saya minta bila kalian bertiga mau memenuhi persyaratan dari saya maka saya akan bersedia untuk memberikan ketiga proyek ini kepada perusahaan Anugrah Zahra group. Dan beberapa lagi proyek lainnya" Kata Ardi Direktur XFRES GROUP.


"Rijki Fadilah menatap Paman Billy dan Billy pun mengangguk lalu menatap kearah samping nya dan Tante Anita pun mengangguk. Ardi yang melihat Rijki Fadilah dan setelah mereka saling anggukan kepala membuat Direktur tersebut bersama Manajer nya tersenyum puas dalam hari nya karna sebentar lagi pundi pundi uang nya akan mengalir lagi ke kantong saku celananya.


"Baiklah Tuan Ardi saya setuju tapi untuk kontrak nya apakah Tuan Ardi bisa membuat dua kontrak satu untuk kontrak perusahaan Anugrah Zahra group dengan nilai anggaran satu triliun dan satu lagi untuk perusahaan XFRES GROUP yang anggaran nya 1,7 triliun " bagaimana Tuan Ardi" Kata Rijki Fadilah.


"Anda tidak usah kawatir semua sudah ada dalam otak kamu berdua'' Kata Ardi dengan senyuman lepas.


"Baiklah kalau begitu kita sepakat tentang kerjasama ini' sama sama menguntungkan" kata Rijki Fadilah menjilat ucapannya seraya Berjabat tangan kepada Ardi dan Dion.


"Hahahaha" semoga kerjasama kita akan terus berlanjut.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2