
"Sialan. Bocah tengik. Setan alas........ Cari mati kalian." Geram penjaga itu. Melangkah kearah Firman untuk menghajar nya.
"Hiaat...........!!
"Heeph................! Tangan penjaga itu di tangkis oleh Firman.
"Bugh...............!!
"Bugh................!!
"Ahkh..................!! Penjaga itu meringis kesakitan dan perutnya berada mual ingin memuntahkan isi yang ada dalam perutnya itu.
Melihat teman penjaga itu terpojok oleh pemuda yang menghajar nya. Para penjaga yang lainnya mulai menyerang.! Azis pun langsung berdiri dan memberi komando untuk mulai menyerang dan menghajar para penjaga pusat hiburan tersebut.
Semenjak sahabat Gandi yang membuntuti Azis dan orang orang nya lalu menelepon nya saat itu. Brother Gandi mereka telah masuk dan mengacaukan bar tersebut." Lapor Jacky kepada sahabatnya yang sedang bersembunyi di balik pos penjagaan pusat hiburan itu.
"Brother. Kamu tenang saja. Anggota Macan putih sedang berada di sana. Aku dan Tuan Muda Harsya serta Ketua Macan putih langsung menuju ke lokasi tersebut. Kau tak usah panik." Jawab orang yang di panggil dengan sebutan brother Gandi tersebut.
Sementara itu, perkelahian antara orang orang yang memang bertugas untuk menjaga pusat hiburan itu telah pecah dengan orang orang yang di bawa oleh Azis.
Dari segi jumlah saja, mereka sudah kalah jauh, jika di hitung. Setiap satu orang dari penjaga keamanan di bar tersebut akan kebagian lawan empat orang dari pihak pembawa onar. Tentu saja langkah seribu satu jawabannya dari pada muka bonyok dan di permalukan oleh bocah bocah sebleng.
"Hahahaha. Bos Azis mana kata nya ibukota itu kejam. Yang ada yang punya kekuatan itu adalah raja bagi kita semua, hanya sampah sampah begini tidak ada apa apa nya melawan kita kita yang sudah berlatih di atas bara api." Kata Udin Jumawa.
"Hancurkan semua yang ada di sini. Dan wanita itu aku akan membawa nya, untuk di berikan kepada Tuan Simon, yang hobi daun muda dan gadis kampung." Teriak Azis Lalu melangkah menuju kearah wanita yang sedang ketakutan.
"Jangan Tuan. Mau apa anda." Teriak wanita tadi. Begitu tangan kasar Azis menarik pergelangan tangannya.
Sementara di luar tiga pria berusia di atas pemuda yang berbuat onar di dalam pusat hiburan itu, melangkah masuk sambil tangan bertepuk tepuk.
__ADS_1
"Prokk..............!!
"Prokk..............!!
"Prokk..............!!
"Hahahahah. Hahahaha. Kiayi sepuh tidak pernah mengajarkan kepada murid nya, tentang haus nya jabatan dan terlena nya kekuasaan. Ajaran dari Kiayi Sepuh mengajarkan kepada muridnya bila ada yang menyenggol maka kita wajib memberi nasehat satu kali dua kali. Tetapi bila masih tidak bertobat maka jalur kekerasan yang akan di terima." Kata satu lelaki dari mereka bertiga datang secara tiba tiba.
"Hmmmmmm. Matih tiga empat dan Lima. Gumam Azis lalu bangkit dari duduk tumpang kaki nya lalu menghampiri nya.
"Salam Kak. Matih Tiga Empat dan lima." Kata Azis membungkuk hormat.
"WaallAikum Salam. Muhammad Azis Nazmudin. Bagaimana kabar mu. Kabar nya kau sudah menjadi penguasa." Jawab Matih tiga menyindir.
"Hahahaha. Hahahaha." Tawa lepas pemuda tengil itu. Kak Matih, Hidupku sudah lebih baik dari sebelumnya. Ikut dalam keluarga Nona Muda Shintia dan Anastasya telah menjamin segalanya." Kata Azis berusaha untuk menggiurkan para Matih itu.
"Kita bertiga ikut senang mendengar.!! Tapi buat kita bertiga kesetiaan adalah harga mati." Kata Salah satu dari ketiga Matih itu.
"Maapkan Kami bertiga Azis. Lebih memilih mati ketimbang harus menghianati majikan." Kata Matih tiga.
"Baiklah. Aku akan mengabulkan kematian mu." Jawab Azis yang sudah mulai tersulut emosi nya.
"Hehehehe. Apakah kau yakin dengan ucapan mu itu. Ingin mencabut nyawa kami bertiga." Kata Matih mengejek.
"Kita buktikan. Siapa yang akan menang dalam pertarungan ini." Tantang Azis.
"Baiklah............! Matih tiga sudah bersiap siap dengan kuda kuda nya. Hal sama yang di lakukan oleh Azis.
Tiba tiba suara gerak langkah kaki menerobos masuk ke dalam pusat hiburan seraya salah satu dari beberapa orang masuk itu berteriak kencang. Hingga mereka yang ada dalam di pusat hiburan melihat nya dan membalikkan badannya oleh ketiga Matih yang siap bertarung.
__ADS_1
"BERHENTI.!!
"Matih Tiga. Pemuda itu yang akan menjadi lawan ku. Sisa nya kalian yang urus.!
Para Matih tersenyum lalu mengangguk dan membungkuk hormat. Sementara Azis dan Udin serta Hilman mengepal kan tangannya, Mereka bertiga mempunyai dendam masing masing.!!
Harsya datang bersama Ujang Suparman dan Gandi beserta para pengawal lainnya. Setelah mendapat kabar dari Jacky sahabat Gandi. Rencana di awal yang akan membuat Azis dan kawan kawan nya mabuk berubah setelah di dalam pusat hiburan itu tidak ada pengunjung. Maka Azis dan kawan kawan nya dengan mengatasnamakan Genk Kelalawar Hitam mulai berulah.
"Lama tak jumpa brow. Anjing busuk yang tega melukai tangan Tuan nya, setelah kenyang." Kata Harsya dengan tatapan sinis.
"Puih....... Hentikan omong kosong mu itu Harsya." Teriak Azis sambil menyemburkan air ludah nya.
"Hahahahaha..... Mengapa Azis.? Apakah aku salah bicara.?" Tanya Harsya dengan tertawa mengejek.
"Tidak perlu mengungkit kisah lama Harsya. Untuk saat ini. Siapa yang mampu membayar lebih maka dia layak di jadikan Tuan." Kata Azis tersenyum sinis.
"Bener Bener tidak tahu malu. Apakah urat malu mu sudah putus Azis. Kau di angkat dari lumpur yang sangat hina, di ajarkan ilmu dan keahlian beladiri, diangkat derajat Orang Tua mu dari kemiskinan, hingga kehidupan nya menjadi lebih baik. Tapi ini balasan dari dirimu hah...." Kata Ujang Suparman menahan kemarahannya.
Jelas jelas Ujang Suparman marah dengan penghianatan yang di lakukan oleh Azis yang notabene nya adalah murid didik nya waktu di padepokan macan putih. Dari usia yang masih terbilang belia, Orang Tua nya menitip kan Azis di padepokan dia di sekolah kan oleh Kiayi Sepuh dan tinggal bersama para santri lainnya. Kini sudah besar dan sudah mempunyai segala nya ia berhianat dan membelot ke pihak musuh.
"Malu kata mu.! Apa yang harus aku lakukan? Balas Budi hahahaha. Untuk terus bertahan dan mencapai tujuan. Rasa malu dan sipat balas Budi itu sudah aku kubur dalam dalam di hatiku." Jawab Azis.
"Membesarkan Anjing sampah. Setelah besar malah menggigit Tuan nya." Kata Ujang Suparman menghina.
"Diam Kau. Ujang Suparman.! Atau aku?
"Atau aku apa.? Katakan pada ku atau aku apa...? Tanya Ujang Suparman sambil bersiap siap memasang kuda kuda nya.
"Membunuh mu. Dengan para badut dan anjing anjing nya Tuan Muda Harsya yang terhormat." Kata Azis mengejek.
__ADS_1
"Hahahaha. Kau mau membunuh kita semua dengan mengandalkan sampah sampah kampung seperti ini." Jawab Ujang Suparman menghina.
Bersambung.