
Pagi ini masih tetap seperti pagi pagi sebelum nya di universitas ternama itu.
Sudah menjadi rutinitas sehari-hari mahasiswa ketika bel belum berbunyi mereka akan duduk di kantin.
Ada yang sedang minum sambil bercanda ria bersama teman teman nya dan ada pula yang sekedar sarapan dan lain lainnya.
Hal ini berlaku di meja pojok kantin kampus tiga gadis yang sedang mengaduk ngaduk minuman, sesekali bercanda entah apa yang di bicarakan oleh mereka bertiga.
Budi, bersama Ilham dan Indra yang masih punya misi dalam satu minggu ini, ternyata mencoba untuk mendekati lagi wanita berkerudung itu.
Menyadari akan di acuhkan lagi seperti kemarin kemarin, membuat nyali Budi ciut untuk mendekati wanita itu. Tapi tidak ada kamus nya buat Budiman Jim untuk mundur dalam hidup tidak ada kata menyerah, akan kudapatkan wanita itu walaupun seribu penolakan yang akan dia dapat.
Budi yang mempunyai dekengan dari ayahnya kepercayaan dari petinggi Genk Kobra yang di takuti oleh seluruh Negri ini. Akan langsung mengadukannya kepada ayah nya tentang penolakan dari seorang wanita yang sombong dan angkuh itu.
Saat ini seperti biasa, Halimah, Arianti dan Clarissa sedang asik menikmati minuman di pagi hari mereka. Namun kali ini mereka berenam dengan kehadiran Indah, Dewi dan Hani yang juga ikut bergabung bersama membiasakan diri bersenda gurau dengan ketiga teman nya yang notabene nya pengawal pribadi Tuan Muda Harsya.
Tapi seketika obrolan mereka terhenti karena di gerbang kampus saat ini melaju dua mobil mewah. Yang di depan Toyota Alphard dan yang di belakang Pajero sports.
Indra yang sedang bersama Budi dan Ilham memperhatikan dua kendaran itu melaju menuju ke depan balai kampus tanpa sadar bergumam.
"Hmmmm." Tuan Besar Suhardi, apakah ayahku ikut dalam rombongan itu.
"Sementara di pojok kantin kampus, Clarissa pun bertanya kepada gadis yang di samping nya itu.
"Ariani bukan kah itu bokap mu.? Tanya Clarissa.
"Iya....." Balas Ariani singkat.
__ADS_1
"Emang ada apa kak Ariani? Tanya Dewi jiwa kepo nya hadir saat ini.
"Mungkin masalah tempo dulu saat Tuan Muda Harsya pertama kali nya masuk kampus dia bisa di terima di kampus ini dengan satu syarat yaitu seluruh ruangan untuk di bersih setiap mau mengikuti pelajaran oleh Dosen yang bernama Jonathan itu.! Jawab Ariani wajahnya menatap kearah mobil yang baru datang.
"Kau yang memberitahu kepada bokap loe ya.? Tanya Clarissa.
"Ariani hanya tersenyum sembari mengangguk. membuat Halimah mengacungi jempol kepada putri Tuan Suhardi itu.
*****************
Di ruangan kerja dosen Jonathan, saat ini sedang di kunjungi oleh tamu terhormat. Tamu itu tak lain adalah Tuan Besar Suhardi. Pemilik perusahaan terbesar nomor dua di Asia dan masih ada hubungan dekat dengan pemilik universitas ternama di kota Jakarta yang Jonathan Dosen mengajar di tempat milik nya.
Mendapat pemberitahuan bahwa pagi ini Tuan Besar Suhardi akan mengunjungi kampus yang dia kepalai, Pak Abraham secara pribadi datang untuk menyambut tamu agung tersebut.
Setelah berbasa basi sejenak, Pak Abraham pun mempersilahkan Tuan Besar untuk masuk keruangan kerja nya.
"Silahkan duduk Tuan. Kampus ini mendapat kehormatan atas kunjungan anda hari ini. " Kata Pak Abraham dengan hormat.
'Ah... Itu tidak masalah, Tuan sama sekali bukan apa apa. Namun jika boleh bertanya. Ada apakah gerangan menyempatkan datang ke kampus di pagi ini? Tanya Pak Abraham berbasa basi mencairkan suasana.
"Pak Abraham saya ingin bertanya kepada anda? Apakah di universitas ini, bila ada pemuda miskin masuk dan mendaptarkan di kampus ini harus membersihkan toilet serta ruangan dosen terlebih dahulu? Apakah peraturan ini di kampus ini sengaja di buat oleh anda untuk orang kaya semata? Tanya Suhardi dengan sorot mata yang tajam.
Mendengar kata kata bernada teguran dari Tuan Besar Suhardi, Pak Abraham hanya tersenyum kecut. Namun ia tetap menjawab karna tidak mengetahui akar permasalahan nya itu.
"Tuan Besar sungguh saya tidak mengetahui pembicaraan dari anda bisa kah anda menjelaskan kepada saya dengan jelas dan detail, tentang perkataan yang barusan anda katakan." Pinta Pak Abraham.
Begini Pak Abraham, saya mendapat kabar dari anak saya yang bernama Ariani yang baru beberapa belajar di kampus ini, serta informasi dari Tuan Gandi selaku orang kepercayaan dari Tuan Alex asisten Tuan Abdullah, bahwa ada salah satu dosen yang bernama Jonathan mempersulit satu mahasiswa yang baru masuk di kampus ini.
__ADS_1
Suhardi pun menjelaskan tentang di bab episode 224 yang judul nya Jonathan." Kata Tuan Besar Suhardi panjang lebar kepada Rektor kampus itu.
"Jika masalah ini anda anggap sepele, maka aku ingin bertanya kepada anda Pak Abraham. Apakah anda dapat menyelesaikan masalah ini atau apakah Anda sudah bosan dengan jabatan yang anda duduki di kampus ini." Kata Tuan Suhardi lagi kini memberi peringatan keras kepada Pak Abraham.
"La...Lalu apa yang harus saya lakukan agar anda merasa puas Tuan besar? Tanya Abraham sedikit gugup.
"Apakah sebagai rektor di universitas ini anda tidak tahu harus melakukan apa?"
"Baiklah, Tuan Besar saya mengerti kemauan anda, tapi saya akan memperingati terlebih dahulu, seandainya peringatan yang saya berikan kepada dosen itu tidak mempan dan masih melakukan hal yang sama maka dengan terpaksa pemecatan secara tidak hormat akan saya lakukan, walau pun dosen itu masih ada ikatan darah dengan saya." Jawab Abraham dengan serius. Membuat Suhardi tersenyum puas.
"Ingat Pak Abraham saya kasih tahu, anak itu sama sekali tidak bisa di provokasi oleh anda dan dosen lainnya. Saya sendiri juga tidak berani untuk tidak membungkuk hormat di hadapan nya. Kata Tuan Suhardi.
"Siap Tuan besar saya akan mengingat pesan anda. " Jawab Rektor itu dengan banyak nya rasa penasaran dalam pikiran nya itu.
"Pak Abraham kalau begitu saya pamit, Selamat pagi.! Kata SuHardi.
"Silahkan Tuan. " balas nya seraya membungkuk hormat.
"Di luar ruangan Rektor, Indra bersama kedua sahabatnya Ilham dan Budi berdiri di samping mobil ayahnya yang bersejajar dengan mobil milik majikan nya itu Tuan Besar Suhardi. Sementara dari kejauhan enam gadis yang salah satu nya adalah putri dari Tuan Suhardi dengan senyuman sinis kepada tiga pemuda yang berdiri di samping mobil ayah nya itu.
"Tidak lama setelah itu Suhardi bersama kedua pengawal nya Maman Tomat dan Iwan kupluk keluar menghampiri mobil yang di parkir depan mereka bertiga.
"Indra yang melihat Tuan Suhardi dan Maman Tomat serta ayah nya berjalan kearah mobil nya, dengan segera menghampiri dan bertanya.
"Salam Tuan Besar Suhardi, Tuan Maman Tomat dan Ayah. " Sapa Indra anak nya Iwan kupluk.
"Hmmmmmm." mungkin mereka bertiga yang memprovokasi Tuan Muda Harsya." Gumam Suhardi, Dan terdengar oleh Iwan kupluk dan Maman Tomat.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung