TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Jiwa patriot Fander Siap menerima hukuman


__ADS_3

Mobil Marcedez Benz yang sudah di modifikasi dengan sangat ceper pun melesat membelah jalan Ranca Bali Bandung menuju tol Purbaleunyi dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi Oleh seorang pemuda berkisar usia 25 tahun tersebut dengan pokus kedepan menatap jalanan.! Sementara di samping kemudi seorang wanita yang berwajah manis dan imut dengan wajah yang pias menandakan kecemasan dalam dirinya begitu hal yang di belakang jok sama hal nya wajah penuh kecemasan dalam dirinya.


"Teh kira kira berapa jam lagi sampai kepada tujuan dimana tuan muda Harsya berada'' tanya Syamsul kepada wanita yang duduk di samping nya kemudinya.


"Kalau menurut serlock mah kurang lebih 30 menit sampai" jawab wanita kepada seorang pemuda yang bertanya di samping nya.


"Coba atuh sama tth telepon Tuan muda nya ada di mana mana nya" titahnya


"Sebentar urang telepon Hela atuh nya den muda Harsya nya "jawab Inah memakai bahasa Sunda karna supir tersebut dari logat bahasa nya ada Sunda gitu loh...!


"Mangga tth'' balas Syamsul.


"Di saat Inah mau nelepon Tuan muda justru ponsel Ineh yang duduk di belakang Inah dan Syamsul yang berdering tanda ada panggilan masuk.....! Setelah di ambil ponsel nya dari saku celana nya dan di lihat siapa yang menelepon nya...!


Aduh den Harsya panjang umur Inah,? baru saja kalian berdua di obrolkan ehk udah nelepon" ujar Ineh dari jok belakang


"Cepat angkat Ineh" jawab Inah


"Muhun Bade iye Oge Inah" kata Ineh.


"Halo......! Den Harsya' kata Ineh yang menjawab telepon dari majikannya.


"Bibi posisi sekarang sudah sampai mana.! tanya Harsya dari ujung sebrang telepon.


"Aden Harsya sebentar lagi bibi udah mau keluar dari tol Padalarang.


"Iya.....! Bibi Harsya tunggu yaa di pintu keluar tol Padalarang" kata Harsya


"Mangga den Harsya.! balas Ineh singkat seraya mematikan teleponnya.


"Tidak lama kemudian setelah menunggu sekitar 30 menit mobil mewah Marcedez Benz yang sudah di modifikasi pun keluar dari tol Padalarang menuju tiga mobil mewah yang sedang terparkir di pinggul jalan keluar tol Padalarang tersebut.

__ADS_1


"Mobil yang di kemudikan oleh Syamsul pun berhenti tepat di belakang mobil Lamborghini Aventador milik Tuan muda.


"Dua pemuda pun turun dari mobil mewah tersebut di kawal oleh empat orang pengawalnya menghampiri mobil yang baru datang tersebut.


"Di saat Tuan muda menghampiri nya Inah dan Ineh beserta Syamsul pun turun lalu membungkuk hormat kepada Tuan muda Harsya.


"Selamat siang menjelang sore tuan muda " kata mereka bertiga serentak.


"Tuan muda pun hanya mengangguk dan berkata kepada Maman Tomat dan Iwan kupluk untuk berganti mobil dan langsung membawa dua putra putri Oma Elisabeth menuju Mansion mewah yang di berikan Kakek Abdullah di Jakarta pusat.


"Baik' Tuan Muda" jawab mereka bersamaan.


"Syamsul kau bersama dengan Ken Liem dan Rex Ryu di kawal oleh sahabatku Riyan dan dua gadis berjilbab putih segera jemput keluarga mu bawa langsung ke Jakarta untuk sementara waktu tinggal di Mansion milik Saya. Titah Tuan muda.


"Terimakasih banyak Tuan muda atas kebaikan anda selama ini" kata Syamsul seraya berkaca kaca mata nya.


"Harsya hanya mengangguk, seraya memeluk Syamsul dengan pelukan hangat.


"Untuk kedua bibi ku yang super hebat ikut sama Harsya" ajak tuan muda.


"Asyik naik mobil Alus deui" ucap kedua wanita itu yang kegirangan seraya naik mobil Tuan muda.


Baiklah semua instruksi sudah di berikan oleh Tuan muda maka Syamsul bersama Ken dan Rex, Riyan dan Halimah serta Fatimah'berpisah dengan rombongan Tuan muda Harsya yang Arah nya menuju tol Cipularang sedangkan Syamsul arahnya menuju jalan labuan Cianjur untuk menjemput keluarga nya.


**


Sementara di rumah sakit rakyat tepat nya di kota Jakarta.


"Lestari tidak henti hentinya saat mobil yang ia tumpangi mengiringi mobil ambulans yang membawa jenazah ayah nya.! Dia sibuk memikirkan bagaimana hidupnya setelah ini sedangkan semua harta milik ayah nya sudah di akusisi oleh bajingan yang bernama Dani Lestari semakin tergugu dalam tangisan nya.


"Dewi.." Indah dan Hani yang sedang bersama dalam mobil nya hanya bisa melihat Lestari ter Isak, mereka bingung bagaimana cara menenangkan wanita itu. Memang rasa nya pasti sakit kehilangan seorang yang telah menyayangi nya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian rombongan mobil yang mewah yang di iringi mobil ambulans pun tiba di rumah duka di Mansion milik Tuan muda Harsya yang belum pernah di tempati.! Beberapa para pekerja dan pelayan di Mansion sangat terkejut saat kedatangan tiga mobil mewah dan satu mobil ambulans membawa jenazah pas salah satu mobil mewah pun berhenti dan nonghol dari pintu kemudi depan kepada penjaga pagar tersebut baru pintu pagar pun di buka kan.


"Tiga mobil mewah beserta satu mobil ambulans pun masuk ke perkarangan luas Mansion mewah tersebut.


"Setelah masuk nya tiga mobil dan satu mobil ambulans dari arah belakang pun iring iringan mobil mewah pun ikut membelokkan mobil nya dan masuk ke halaman Mansion dan pas di lihat dari mobil nya ternyata rombongan mobil Gandi beserta para pengawal dan orang orang penting Anugrah Zahra group.


"Lestari berjalan dengan keadaan lemes tidak bergairah di saat jenazah ayahnya sudah di bawa masuk kedalam Mansion.


"Disaat Lestari sedang berjalan dari arah belakang ada yang memanggil.


"Lestari Anak Mami" panggil nya dengan nada sedikit keras.


"Lestari pun menoleh dan membalikkan badan seraya berlari kearah Mami Elisabeth .


"Mami......! Mami.....! Mami.....! A.. ay.. ayah.! Meninggal" kata lestari dengan suara serak terbata bata dan tumpah air mata nya dengan keras....!


"Sabar....! sayang ikhlas apa yang sudah terjadi ayah mu sudah tenang di alam sana..! kuat kan hatimu sayang ikhlaskan kepergian ayahmu, Mami akan selalu ada buat dirimu' lirih Elisabeth yang menahan air mata nya jangan sampai tumpah.


Lestari hanya bergeming dalam pelukan Mami nya dan seketika menjerit memanggil ayah nya dan gubrak, Lestari pun pingsan...! Gandi yang berada di samping Nyonya Elisabeth pun lalu membawa nya kedalam Mansion untuk di bawa ke kamar tamu yang ada di Mansion mewah tersebut.


"Di saat Lestari di bawa oleh Gandi menuju kamar, Seorang pemuda pun menghampiri Nyonya Elisabeth dan berkata lirih.


"Nyonya Besar maap kan hamba telah gagal dan hamba siap menerima hukuman dari anda"lirih Fander sambil tertunduk hormat.


"Elisabeth pun menggeleng kan kepala nya seraya menangis sambil memeluk Fander,


Fander, Semua ini telah terjadi tidak perlu ada yang di hukum atas kematian mantan suami saya dan dua anak saya yang di sekap oleh Genk Kobra beracun serta semua pengawal sudah tewas, semua yang terjadi mudah mudahan menjadi pelajaran bagi kita semua dan mudah mudahan Tuan muda Harsya bersama para pengawal nya kembali dengan membawa kedua putra putri saya" kata Elisabeth dengan tegas dan wibawa walaupun hati nya saat ini begitu rapuh dan sedih....!


Setelah baca wajib' like dan komen karna like dan komen itu gratis, dan Jika ada yang masih punya vote nya kirim ya author sangat berterima kasih dan makin semangat nulis nya


salam dari author kota kecil daerah Jawa barat

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2