TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Cok Ben Membawa Bimo kepada Kiayi Sepuh


__ADS_3

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Seorang pemuda dengan tergesa gesa keluar dari ruangan pemeriksaan untuk sekedar mengangkat telepon yang bergetar di dalam saku celana nya.


"Halo.....! Tuan Besar Bocil menjawab" kata Bocil menjawab telepon dari majikannya sekaligus petinggi Organisasi tersebut.


"Cil.....! bagaimana keadaan putri saya Anastasia" Tanya Dani Rustandi dari sebrang telepon.


"Baru Saja siuman dan keaadaan nya masih lemah, dan terjadi kontraksi dalam perutnya akibat makanan" jawab Bocil menjelaskan keadaan putri nya kepada majikan nya.


"Baik'lah saya akan kesana sekarang juga, dan istri saya pun akan segera di beritahu agar secepatnya meluncur ke rumah sakit itu.! Perketat pengawalan di area rumah sakit tersebut, saya khawatir Syamsul akan datang kesini, karna setelah di korek impormasi dari bangsat Rony Gunawan dan setelah memerintahkan Anak Buah yang ada di kota dimana Syamsul dan keluarganya tinggal sudah kosong rumahnya'' kata Dani sambil mata nya melotot kearah Rony Gunawan.


"Baik' Tuan Besar akan saya laksanakan segera mungkin" jawab Bocil sembari menutup panggilan telepon nya.


"Bocil pun lalu berjalan kembali masuk ke ruangan dimana Anastasia di rawat.


"Disaat Sampai di depan pintu masuk ruangan lalu menghampiri tiga sahabat nya yang berjaga yaitu Sugeng Brewok dan Jabar, serta berkata pelan.


"Bro.......! kata Tuan Besar suruh perketat penjagaan sebaiknya telepon anggota Genk Kobra yang berada di kota ini untuk segera datang ke rumah sakit ini" Bocil berkata kepada mereka bertiga.


"Ketiga lelaki itu pun mengangguk dan salah satu dari mereka mengeluarkan ponselnya untuk menelepon orang orang anggota Genk Kobra beracun yang berada di kota Bandung dan sekitarnya.


**


"Sementara di vila usang setelah semua para anggota sudah membersihkan mayat mayat dan sebagian ada yang di kubur dan di bakar Dani Rustandi pun segera memerintahkan kepada seluruh anggota Genk Kobra kembali kepada posisi masing masing.


"Gareng kau urus bangsat yang bernama Rony Gunawan, terserah mau di apakan juga saya tidak mau tahu" kata Dani dengan nada yang tinggi.

__ADS_1


"Baik' Tuan Besar itu akan menjadi mainan saya" ucap nya dengan senyuman sinis mengarah kepada Rony.


"Disaat Dani Rustandi melangkah untuk masuk kedalam mobil nya tiba tiba ponsel bergetar kembali tanda panggilan masuk.


"Lalu dia merogoh ponsel nya dan melihat layar ponsel itu dan bergumam.


"Hmmmmm'' Ucok lagi ada apa lagi dia menelepon setelah tadi memberitahu bahwa Syamsul dan keluarganya sudah tidak berada di kampung halamannya '' gumam dalam hatinya.


"Tuan' Besar Apakah Posisi anda masih di Vila usang itu" tanya Ucok setelah telepon nya tersambung.


"Betul Cok saya masih disini? Emang nya ada apa sehingga kau menanyakan hal seperti itu kepada saya? jawab Dani yang menjawab teleponnya.


"Begini Tuan saya hanya memberi saran seandainya Tuan Besar tidak membunuh Rony Gunawan Direktur GELORA BUANA GRUP lebih baik Tuan sebelum membunuh bajingan itu, ada baiknya seluruh aset atas korupsi dari perusahaan Elisabeth selama tiga tahun lama nya segera di pindahkan ke perusahaan KOBRA COMPANY GRUP karna setelah saya telusuri seluruh kekayaan lumayan pantastis dan menggiurkan'' Kata Ucok memberi saran.


"Silahkan Tuan Besar'' kalau begitu saya tutup Telepon dan anda sibuk lah di sana'' kata Ucok menyudahi obrolan nya seraya menutup panggilan telepon seluler nya.


"Telepon pun selesai dan Dani Rustandi pun memanggil Gareng untuk segera mendekat lalu membisik kan yang barusan di telepon oleh Ucok ke telinga nya Ketua Genk Kobra tersebut.....!


"Gareng pun seketika tersenyum dan mengangguk sambil menjawab.


"Baik' Tuan Besar akan saya urus semua nya itu hal yang paling mudah bagi saya.


Padepokan Macan Putih


"Cok kenapa loe memberi tahukan kepada Dani tentang semua aset Rony yang miliaran rupiah" Tanya Beni penasaran yang duduk di sebelah samping Kiayi Sepuh dan berhadapan dengan Ucok.

__ADS_1


"Begini Ben, sahabatku akan mudah kita mengambil seluruh aset yang ada di KOBRA COMPANY GRUP ketimbang di tangan Direktur Rony Gunawan bila dia terbunuh karna keluarganya yang memegang aset nya seandainya Rony sudah tewas.


Tapi bila Rony masih hidup berarti seluruh aset masih di tangan Rony dan kenapa saya memberi tahukan kepada Dani Rustandi untuk memindahkan aset kekayaan Rony kepada perusahaan KOBRA COMPANY GRUP, karna kita bisa mengambil nya dengan cara cara yang sudah ada dalam pikiran dan otak saya nanti juga kau yang akan mengeksekusi nya bersama Tuan muda dari sisi yang berbeda, sekarang kita mengikuti arus permainan saja...!


"Kenapa saya mau menyelamatkan seorang penjahat yang sudah tidak berguna itu, dan membawa nya ke padepokan macan putih ini untuk di selamat'kan oleh Kiayi Sepuh, karna di saat Dani mengorek informasi dari Rony Gunawan tentang masalah aset kekayaan nya, dan Rony Gunawan pun memberi tahukan bahwa aset kekayaan bisa di alihkan oleh dua tanda tangan yaitu Rony Gunawan dan Bimo, maka Dani pun akan kelimpungan karna Bimo sudah tewas dan di saat itu kita timbulkan Bimo melalui siaran langsung bahwa dia masih hidup dan terjadi pembantaian dengan menyertakan bukti bukti yang sudah kita rekam dan poto serta video tentang pembantaian tersebut. apakah pura pura tidak mendengar tentang obrolan dari Syamsul waktu itu" kata Ucok memberi penjelasan panjang lebar kepada sahabatnya dan di dengarkan oleh Kiayi Sepuh.


"Seketika Beni pun mengacungkan jari nya kearah hidung nya Ucok.


"Mantap'' ide loe" kekeh Beni cekikikan tertawa lepas...!


"Mantap sih Mantap" tapi itu jari jempol mu bau.......! menusuk dalam hidungku" sungut Ucok kesal.


"Kiayi Sepuh hanya geleng geleng kepala melihat tingkah kedua pemuda yang datang secara tiba tiba membawa lelaki yang babak belur dan sebagian tulang nya retak atau pun patah......!


"Satu jam sebelum nya di saat suasana padepokan terlihat sunyi karna orang orang yang masih bergelut dengan pekerjaan nya.


"Suara bising motor cross pun memekakkan telinga Kiayi Sepuh dan istrinya yang sedang berada di halaman nya motor cross pun berhenti tepat di depan Kiayi Sepuh.


"Cok Ben siapa ini? cepat bawa ke ruangan pengobatan? Titah Kiayi kepada Ucok dan Beni Tampa menanyakan pertanyaan secara beruntun karna hal yang utama adalah menyelamatkan seseorang yang penuh dengan luka di sekujur tubuh nya.


"Setelah tubuh Bimo di bawa keruangan pengobatan Kiayi Sepuh pun segera memerintahkan Ucok untuk mempersiapkan segala bahan bahan yang sudah sering di lakukan bila ada orang yang terluka parah, Tampa bertanya itu ini dan karna Ucok dan Beni sudah mengetahui nya segera mempersiapkan semuanya.


"Tidak lama kemudian pengobatan tradisional yang dilakukan oleh Kiayi Sepuh dan di bantu beberapa murid yang ada di padepokan macan putih pun selesai, Kiayi Sepuh pun beranjak dan bertanya kepada Cok Ben sebenernya apa yang terjadi?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2