
Pertemuan dua Sahabat
Mobil mewah Milik tuan Abdullah pun berhenti tepat Di luar Gerbang padepokan Macan putih Milik kiayi Sepuh Lihat Lah Sayang,Tanya Abdullah kepada istri nya yang dari tadi Melihat kesana sini akan ke indahan di Kota Kecil Sejuta kenangan yang tak dapat di hilangkan.
"Lihatlah bukit yang bergulung-gulung, Indah terhampar begitu saja ,Sungai mengalir dari gunung Membasahi sawah-sawah,Yang berada di kiri samping Istrinya.
Sejauh mata memandang, Langit biru luas membentang
Menaungi desa Milik Sahabat yang telah lama tak jumpa Yang Permai Elok Dan bersahaja, Angin sepoi sepoi Terasa kearah pundak yang Membuat hati selalu dama.
Lamunan Dari istri tuan Abdullah buyar Seketika Mendengar Orang kepercayaan suami nya bertanya kepada Tuan Abdullah.
"Tuan Kita Sudah Sampai Di Gerbang padepokan Macan Putih," Ucap Alex Asisten tuan Abdullah.
Gie mna Lex Orang orang Yang membuntuti Kita'. Jawab Tuan Abdullah' Sudah Di Alihkan Ke kota S oleh Anak buah Sahut Alex Sang Asisten Tuan Abdullah.
"hmmmmmmmmm''....!
Hanya jawaban itu Terdengar Dan Keluar dari mulut Tuan besar dan terdengar oleh asisten nya.
suka suka si bos ucap dalam hati Alex Brian
"Sayang ayo kita turun kita masuk Ke padepokan tempat Cucu kita menimba Ilmu dan sekaligus menemui sahabat lamaku," sela ucapan nya kearah Istrinya.
"Istrinya hanya mengangguk Tampa Bersuara.
Lalu Alex tuan Abdullah dan Istri nya Mulai Turun Dan Berjalan Menuju Padepokan Macan putih.
Kedatangan Mereka Sudah Di tunggu Oleh Kiayi Sepuh Sahabat Tuan Abdullah beserta Istrinya kiayi Sepuh.
__ADS_1
Sementara Abah jaeludin Beserta istri nya yang Sudah Merawat Harsya Dari Usia 10 Tahun Tak lupa dua Orang gadis Cantik Halimah Dan Fatimah Putri dari kiayi Sepuh Tidak mengetahui Siapa yang Datang hanya tahu Tamu Spesial Kiayi Sepuh
"Assalamualaikum...!ucap Tuan Abdullah dan mereka berdua yaitu Nyonya Besar dan Alex Asisten Tuan Besar yang sudah berdiri dekat dengan pintu rumah sahabat lama yaitu Kiayi Ihsan Sidiq Zaenudin.
"Tidak butuh berapa lama suara beberapa orang yang ada di tempat kediaman Kiayi Sepuh, menjawab salam dari suara yang terdengar dari luar rumah Kiayi Sepuh
"WaallAikum Salam' Warahmatullahiwabarakatuh"..!
Ihsan Sidiq atau bisa di sebut dengan Ihsan Sidiq Zaenudin," Apakah kau sudah melupakan diriku," teriak suara dari," Tuan Abdullah di saat tatapan mata kedua sahabat lama bertemu.
"Hahahahaha," masih sama kaya dulu Abdullah Rojak yang suka merajuk bila segala sesuatu tidak di penuhi," timpal," Kiayi Sepuh sambil tersenyum lembut kearah sahabat nya yang tiba tiba berkunjung setelah hampir dua puluh tahun tidak bertemu,"
"Abdullah dan Kiayi Sepuh pun sama-sama melangkah kan kaki nya dan berjalan di antara mereka berdua supaya semakin lebih dekat dan dekat mata menatap tubuh bibir bergetar suara terkunci, tangan pun mereka regangkan untuk berpelukan.
dengan mulut yang berucap serak mata yang begitu lembab," Tuan Abdullah lalu memeluk sahabatnya yang sekitar 20 tahun tidak pernah bertemu lagi.
'San....'' ih......"...!."Ihsan dengan bibir terasa berat suara begitu serak kata kata yang tergugup dan terbata bata saya Abdullah Rojak," meminta mAaf," atas keegoisan dan keangkuhan hingga mengakibatkan bencana dalam diri anak dan menantu," seketika tangis san pun pecah air mata Abdullah," sambil berlutut di hadapan sahabatnya.
Lagi dan Lagi Abdullah mengucapkan kata penyesalan kepada sahabatnya...!!" Saya Minta mAaf Gara gara Keegoisan Dan kesombongan saya Keponakan dan Anakku menderita.
Sambil terisak dan menangis yang tak henti menyesali Segala perbuatan Masa lalu Nya.
Orang Yang melihat Di sana pun tak kuasa menahan Air mata nya untuk jatuh."Terutama Istri nya Abdullah pun ikut menangis tapi Menangis penuh kebahagiaan.. Sosok suaminya yang begitu sombong Arogan Angkuh menyesali Saat ini.
Sadar Akan Sebuah kesalahan nya Yang telah di perbuat Selama ini.
Sang Asisten Pun merasa kan kepedihan yang Amat dalam Saat ini.
Karna Dari kecil sampai Sekarang baru kali ini Air mata nya pun Terjatuh.
__ADS_1
Tak ada satu pun Dari mereka Tidak keluar Air mata Nya, kecuali Orang gila..!! ( Cek author )
Abdullah Ayo Sudah Kita masuk Dan Saya Akan Kenalkan Satu persatu Mereka Kepadamu Sahabatku, Ucap Sahabatnya Lalu Abdullah pun Di papah masuk oleh Sahabat Nya Yaitu Kiayi Sepuh Pipi Yang Masih basah di biarkan Begitu Saja mengalir.
"Istri Abdullah pun dan Asisten nya Mengikuti Dari Belakang Dan masuk menuju ruangan tengah,untuk duduk bersama dengan yang lainnya.....!
Setelah mereka Duduk Bersama Sekitar sembilan Orang Di antara nya... Tuan Abdullah dan istri beserta Asisten..!!
kiayi sepuh dan istri nya beserta kedua putrinya dan Abah Jaeludin dan umi Aminah...!!
Halimah bawakan kantong Plastik Hitam Yang Ada di lemari Abah, Lalu Halimah Mengangguk dan berjalan kearah kamar Abah nya mengambil Sesuatu yang di suruh oleh Abah nya..
Setelah itu Halimah kembali membawa pesanan yang di maksud Abah."Lalu Kiayi sepuh Mulai berbicara.
Abah Jaeludin Umi Aminah Fatimah dan Halimah serta Istriku yang berada di sini.
Perkenalkan Ini adalah Tuan Alex asistennya sahabat saya yang di samping ini istrinya Tuan Abdullah yang ini di samping saya adalah Tuan Abdullah sahabat saya sewaktu di pesantren.....
Abah Jaeludin dan Umi Aminah,,"Tuan Abdullah adalah kakek kandung nya HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH yang mempunyai satu orang putra bernama Ismail Abdullah dan menikah dengan keponakan saya yang bernama Putri Zahra Kumalasari...!!
Pasangan Suami Istri paruh baya yaitu Abah Jaeludin dan Umi Aminah kaget dan syok nya bukan main bila tidak sedang berkumpul dengan Kiayi Sepuh akan menjerit dan berteriak-teriak mengapa baru kali ini kiayi Sepuh memberi tahukan rahasia yang begitu besar kenapa harus sepuluh tahun, ada misteri dan rahasia apa di dalam anak yang mereka rawat selama ini
"Begitu pun yang dirasakan oleh Fatimah dan Halimah serta istri nya Kiayi Sepuh sambil tangannya membekap mulutnya sendiri....!!
Bersambung
like dan komennya hanya karya receh ini novel pertama ku
jangan di bulu ya karna banyak penempatan yang salah
__ADS_1
Salam Satu hobi
#kang haji ris