TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Penghianatan Ketiga Sahabat Harsya.


__ADS_3

Di Bandara internasional Soekarno-Hatta malam itu, Harsya' melepas kepergian sahabatnya Riyan dan dua anak buahnya yang berwarga negara Singapura itu untuk melaksanakan tugas membantu Tsubasa dan keempat temannya untuk membebaskan Cok Ben yang kemungkinan terbesar sudah di sekap di markas besar perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP.


"Riyan dan kalian berdua berhati hati dalam misi ini." Pesan Harsya sebelum naik kedalam pesawat yang sudah siap mengudara.


"Siap." Ucap mereka serentak.


Tak lama kemudian mereka bertiga sudah naik kedalam pesawat dan sudah mengudara.


"Paman dan Kak Rijki ayo kita pulang." Ajak Harsya kepada mereka berdua yang ikut mengantar kepergian mereka bertiga.


Selang beberapa menit berlalu setelah Harsya keluar dari bandara dengan di temani oleh dua orang lelaki bergelar ayah dan anak itu, langkah pemuda itu terhenti. Tepat melihat ketiga sahabat nya turun dari mobil bersama Azis dan Dirga berjalan kearah restoran mewah yang tidak jauh dari bandara tersebut.


"Ada apa Tuan Muda kenapa berhenti.?" Tanya Rijki Fadilah.


"Kak........... Rijki lihatlah ketiga sahabat ku bersama Azis dan Dirga masuk ke restoran. Bukan kah restoran mewah itu masih milik perusahaan ku." Kata Harsya seraya menunjuk kearah restoran.


Rijki Fadilah dan Suhardi langsung melihat kearah telunjuk jari Harsya dan langsung berkata.


Benar sekali Tuan muda. Ada apakah mereka bertiga malam malam begini pergi ke restoran mewah itu." Ucap Rijki Fadilah.


"Rijki Fadilah sebaiknya telepon sekarang manajer restoran itu, untuk mendengarkan percakapan mereka berlima dan maksud tujuan datang malam ini. Apakah mereka murni hanya ingin menyantap makan malam atau berencana melakukan tindakan yang akan merugikan pihak Tuan Muda." Titah Suhardi ayah nya.


"Baik. Ayah." Jawab Rijki seraya mengeluarkan ponsel nya.


******** Sementara di dalam restoran yang tidak jauh dari bandara internasional Soekarno-Hatta, dua lelaki berusia sama dengan di temani oleh ketiga sahabatnya sedang duduk di kursi meja pojok. Untuk menunggu kedatangan dari Seseorang yang telah berjanji temu malam ini.


"Dirga, bukan kah tempat ini masih milik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP. Kenapa kau meminta janji temu untuk membocorkan identitas perusahaan milik Harsya kepada Wakil Anggota Genk Kelalawar Hitam.?" Tanya Azis penasaran.

__ADS_1


"Tenang saja Azis itu sudah di pikirkan oleh saya. Lagian orang orang yang ada di restoran mewah ini, sudah aku suap dan tidak akan membocorkan rahasia kita." Jawab Dirga dengan senyuman manis. Membuat hati Indah kekasih nya berbunga bunga, beda dengan Azis wajahnya terlihat ketakutan.


"Pokoknya aku tidak mau, sampai ketahuan oleh Harsya apalagi sampai terdengar oleh Kiayi Sepuh guruku. Bisa bisa aku di cap sebagai penghianat." Kata Azis ketakutan.


"Kak...... Azis tenang dan tidak usah cemas dan khawatir, kekuatan yang di miliki oleh Nona Anastasia dan Sintia jauh lebih besar yang di miliki oleh Harsya brengsek itu." Kata Hani menenangkan kegelisahan dan ketakutan pacarnya itu.


"Baiklah aku percaya sama mu sayang." Ucap Azis pelan.


"Hani, emang kau sudah bertemu dengan Nona Anastasia dan Sintia.?" Tanya Dirga penasaran.


"Hani menjawab pertanyaan dari Kak Dirga.


"Kalau bertemu kami bertiga belum tetapi kalau komunikasi dan segala informasi sudah kita berikan kepada mereka berdua, tentang Cok Ben yang menjadi dalang hancurnya organisasi kedua orang tua mereka sampai terbunuh sudah di kasih tahu kepada mereka berdua dan sebagai balasan rasa sakit hatiku karna telah mengeluarkan Kak Azis dan Kak Riyan bersama Kak Dirga dan lainnya di keluarkan oleh lelaki yang tidak mempunyai balas budi itu. Kami bertiga sudah memberikan informasi tentang kelemahan kelemahan dari Harsya." Kata Hani memberi penjelasan kepada Dirga.


"Hani apakah sesakit itu kau terhadap lelaki brengsek yang bernama Harsya.?" Tanya Dirga.


"Kak Dirga, sebenarnya bukan masalah tentang kalian bertiga di keluarkan dari perusahaan milik lelaki biadab itu. Tapi karna rasa sakit hati kami bertiga Harsya menikah dengan Halimah dan keluarga angkat nya yang di kampung yaitu Aminah dan Jalaludin. Menjadi orang yang di puji dan di banggakan sehingga keluarga kami bertiga ikut di cemooh oleh para tetangga. Dengan beberapa hinaan dan cacian kepada kedua orang tua kita bertiga." Kata Indah yang memberi tahukan.


"Bisa lah. Kak Dirga, beberapa tetangga berkata dengan nada menghina.


"Hahahahah.," Katanya dekat dengan anak si Aminah tapi dia tidak di beri apapun. Jangan kan untuk membayar hutang ayahnya si Hani. Yang habis gara gara judi hingga rumah nya di sita oleh orang lain. Untuk meminjam kepada Aminah dan Jaeludin juga tidak di dengarkan.


"Masih banyak kesusahan yang di rasakan oleh orang tua kita tanpa ada bantuan sedikitpun dari Harsya." Kata Dewi menjelaskan semuanya. Awal mula mereka bertiga merasakan kekecewaan kepada Harsya dan ingin menjatuhkan pemuda itu kembali seperti semula, yaitu menjadi tukang ojeg.


"Kenapa kalian bertiga tidak langsung ngomong kepada saya. Atau pun langsung kepada Harsya.?" Tanya Dirga.


Mereka bertiga tidak menjawab. Pertanyaan dari Dirga. Telak sampai ke ulu hati ketiga gadis itu.

__ADS_1


"Sudah lah sayang.......... Apakah sekarang kau mau membantuku.?" Tanya indah.


"Pasti Aku akan membantumu sayang. Kau jangan khawatir dan cemas aku akan selalu ada di samping mu." Ucap Dirga merayu.


"Terima Kasih sayang." Manja Indah.


"Sama sama.!! Balas Dirga.


Tak lama kemudian orang yang di tunggu oleh mereka berlima akhir nya tiba juga di restoran mewah itu dengan beberapa pengawal menyertai dan langsung menghampiri ke meja yang di tempati oleh ketiga sahabat nya dan dua anak buah Tuan Muda Harsya.


"Selamat malam Nona Nona cantik dan Tuan Tuan." Tegur seorang berusia 40 tahun dari arah belakang.


Indah' dan Hani beserta Dewi langsung menoleh kearah suara yang menegurnya. Berbeda dengan Azis dan Dirga iya menadah kan kepala nya melihat kearah lelaki itu. Dengan tatapan penasaran.


"Tuan Firza silahkan duduk, saya bersama empat lainnya sudah menunggu anda." Kata Hani mempersilahkan.


"Terima Kasih Nona Hani. Mohon maap sudah menunggu kedatangan saya." Jawab Firza seraya duduk di sebelah Dirga.


"Tuan Firza anda terlalu merendah. Kami juga baru sepuluh menit yang lalu tiba. Perkenalkan mereka berdua Dirga Brian dan Azis Nazmudin." Kata Hani.


"Tuan Dirga dan Tuan Azis senang berkenalan dengan anda." Kata Firza berdiri lalu membungkuk hormat.


Dirga dan Azis tersenyum seraya mengangguk.


"Nona Hani dan Indah beserta Nona Dewi. Kapan akan berangkat menuju Negara Jepang. Karna Nona Muda Anastasia ingin sekali bertemu dengan anda. Untuk membahas segala sesuatu nya." Kata Firza tersenyum ramah.


"Tuan Firza kalau kami bertiga terserah dari Nona Anastasia menjemput kita kita. Cuma bolehkah saya membawa kekasih saya untuk bertemu dengan Nona muda Anastasia.?" Tanya Hani.

__ADS_1


"Tentu saja boleh Nona. Itu suatu kehormatan pastinya buat Nona muda Anastasia." Kata Firza menjilat.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya


__ADS_2