
"Tuan muda manggut manggut mendengar penjelasan dari Tuan Sugianto Tentang proses penyatuan dua perusahaan menjadi satu perusahaan semua yang di ucapkan oleh kuasa hukum perusahaan Anugrah Zahra group itu tegas dan dapat di pahami oleh Tuan muda beserta yang hadir di ruangan pertemuan itu.
"Tuan muda Harsya sambil meneruskan perkataannya lagi, bila Tuan muda ingin menyatukan dua perusahaan sebaiknya Tuan muda membereskan internal dalam perusahaan yang baru di pegang, kalau untuk perusahaan Anugrah yang di pegang oleh Billy dan Anita beserta Rijki Fadilah tidak usah di Kawatir kan beda hal nya perusahaan yang di pegang oleh Tuan Alex" Kata Tuan Sugianto memberi nasehat terlebih dahulu sebelum proses penyatuan di laksanakan.
"Maksud Tuan Sugianto, tolong jelaskan kepada saya," pinta Tuan muda Harsya, dengan wajah penasaran.
"Begini Tuan muda sebelum nya saya meminta Maap bila dalam pembicaraan saya ada yang tersinggung, menurut pandangan dan impormasi yang saya dapat dengan akurat dan terpercaya, terlihat dari luar masyarakat bahwa perusahaan XFRES GROUP itu perusahaan terbesar Asia tenggara, tapi kalau kita terus memantau dari dalam perusahaan tersebut sekarang level nya menurun, kenapa saya berbicara begitu, bursa saham perusahaan XFRES GROUP menurun semenjak satu tahun ini, dan bila terus terusan di diamkan akan anjlok dan akan bangkrut dengan beriring nya waktu, investasi investasi yang selalu di patahkan seketika telah di sepakati di batalkan oleh orang orang dalam dari perusahaan XFRES GROUP sendiri, kemungkinan terbesar ada nya orang dalam dari perusahaan milik Tuan muda yang bermain curang,
"Tuan muda sebaiknya selidiki dulu orang orang dalam perusahaan XFRES GROUP kumpulkan beberapa bukti lalu seret orang orang yang bermain curang orang orang yang korupsi besar besaran dalam perusahaan setelah itu aset nya bekukan dan kembalikan kepada perusahaan, susupkan beberapa orang yang setia dengan Tuan muda yang tidak bisa di beli dengan uang atau pun di ancam dengan nyawa, dan yang lebih penting jangan dulu Tuan Besar maupun Tuan Alex serta yang kemarin ikut dalam pengalihan perusahaan untuk membocorkan bahwa perusahaan XFRES GROUP telah berpindah tangan kepada Tuan muda.
"Tuan Sugianto saya mengerti dan paham Tujuan pembicaraan dari anda, tapi apakah tidak sebaiknya dari sekarang penyatuan kedua perusahaan tersebut di lakukan karna menurut tadi apa yang di katakan oleh anda untuk menyelesaikan dua perusahaan menjadi satu perusahaan membutuhkan waktu satu bulan, seiring berjalannya proses penyatuan dua perusahaan itu saya sendiri yang akan turun langsung bersama orang orang setia kepada saya yang akan menangkap tikus tikus di perusahaan XFRES GROUP," kata Tuan Muda dengan tetep pendirian nya untuk segera menyatukan dua perusahaan tersebut...!
"Saya kira itu tidak akan menjadi masalah Besar Tuan muda, dengan kemudahan yang ada dan beberapa koneksi saya di pemerintahan itu akan saya atur sedemikian rupa dan tetap saya akan merahasiakan sementara waktu tentang identitas Tuan muda, selama saya melaksanakan proses penyatuan dua perusahaan tersebut, saya harap anda dapat menyetujui beberapa para pengawal yang setia kepada anda untuk segera melakukan terobosan terobosan untuk mencari bukti atas kecurangan tikus tikus kantor tersebut," kata Tuan Sugianto menyampaikan pendapat nya.
"Hmmmm......!! ide yang cemerlang"
"Baiklah satu malasah telah teratasi besok pagi aku akan segera menghubungi kakek dan paman Alex, tinggal kita menuju masalah yang kedua adalah menyelamatkan kedua anak dari Nyonya Elisabeth.
Untuk Tante Elisabeth silahkan kemukakan dan mohon baru bisa di bahas malam ini, Tante juga mengetahui kesibukan keponakan mu waktu itu" kata Tuan muda memohon maap baru bisa membahas permasalahan yang dihadapi oleh Elisabeth dan Lestari ardana.
__ADS_1
"Sama hal nya Elisabeth seperti Tuan Sugianto berdiri dan membungkuk hormat kepada pemuda yang sedang duduk di kursi pimpinan nya yang berada di markas besar Anugerah Zahra group.
"Pemirsa yang budiman mungkin kalian sudah mengetahui kesedihan yang di alami oleh Elisabeth dan Lestari Ardana di bab sebelumnya, jadi author tidak harus menulis nya di bab ini.....! kata author sang penulis karya receh yang jauh dari kata sempurna.
"Elisabeth pun menjelaskan semua sampai A dan berakhir kepada Z "begitu Tuan muda penjelasan" Kata Elisabeth dengan mata berkaca kaca begitu juga dengan Lestari Ardana yang duduk di samping nya sedang menangis terisak Isak...!
"Pemuda itu pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri mereka berdua, dan berkata kepada mereka berdua untuk bangun dan kemari lah.
"Elisabeth pun bangun dengan Lestari dan melangkah bersama sama kepada Tuan muda begitu juga Harsya pun berjalan, setelah kedua wanita yang berbeda usia tepat di hadapan pemuda tampan itu.
"Harsya pun lalu membungkuk kan badan nya dan menyentuh kaki wanita paruh baya itu untuk meminta restu agar kedua anak nya esok hari sudah bisa di bawa kehadapan ibu nya.
"Dalam Isak tangis pelukan nya Elisabeth pun berkata dengan lirih dan serak," kau seperti Ismail kau memang Ismail keponakan Tante dalam tangis nya Elisabeth terbata bata....!
"Setelah melepaskan pelukannya nya pemuda itu pun lalu menghapus air mata wanita paruh baya dengan kedua tangannya sambil kepala nya menggeleng dan berkata" sudah...." sudah...." sudah....." Oma kau adalah sahabat nenek ku berarti aku harus membantu Oma dengan sekuat tenaga ku," Oma jangan bersedih lagi ya...!
"Sikap dewasa dan kelembutan hati nya serta kerendahan nya membuat semua yang ada di ruangan itu terkagum kagum kepada pemuda yang sedang berdiri di hadapan Nyonya Elisabeth dan Lestari.
"Pelukan pemuda itu berpindah kepada Lestari yang sama hal nya menangis seperti mami Elisabeth," Harsya pun berkata kepada Lestari....!
__ADS_1
"Sudah.....! jangan cengeng aku tau kamu itu gadis tangguh dan pemberani masa cengeng begini" ledek Harsya kepada gadis yang di peluk nya itu.....!
Disaat suasana haru itu berlangsung semua yang hadir di sana mengeluarkan air mata nya tiba tiba ponsel Ucok berdering dengan sangat keras, sehingga semua mata tertuju kepada lelaki berumur 38 tahun tersebut....!
"Kriiiiing'......! " Kriiiiing" ........! "Kriiiiing''.....!
"Sory.....! Sory.....! Acara nangis nya kita skip dulu aku mau angkat telepon dulu" kekeh Ucok sambil cekikikan dan mengangkat telepon nya....!
"Syamsul....! ada apa kau menelepon ku...'' dalam waktu yang tidak tepat kata Ucok menjawab telepon nya...!
"Maap Tuan Ucok, tapi ada hal berita yang sangat penting untuk saya sampai kan segera mungkin ini berita dalam dunia yang sedang Tuan Ucok tunggu tunggu" kekeh Syamsul dalam sambungan telepon nya seraya tertawa lepas....!
"Kehed....." Sia....! cepat ceritakan! karna ledekan pertama nya di patahkan oleh Syamsul....!
"Baiklah" babang Ucok yang Paling ganteng tapi masih jomblo sampai saat ini" goda Syamsul yang suka menggoda Ucok dan Beni...!
"Sue.....!! cepat katakan" karna saya Sekarang sedang bersama Tuan muda" kata Ucok memberi tahukan posisinya.
"Siap...! baik lah" Tuan Ucok dan mohon maap sampaikan kepada Tuan muda, lalu Syamsul pun menceritakan semua nya tentang obrolan tadi Bersama Direktur perusahaan GELORA BUANA GRUP, dan besok pagi akan segera berangkat dan akan mengintimidasi kedua anak nya dan tujuannya bila kedua anaknya setuju maka perusahaan GELORA BUANA GRUP langsung berpindah tangan karna di bantu nya dua notaris perusahaan milik Elisabeth Ardana,"
__ADS_1
bersambung.