
Kabar Dari Sahabat Lama Aisyah
"Padepokan Macan Putih pukul 08 pagi hari dimana sedang berkumpul nya tiga lelaki paruh baya dan satu lelaki setengah tua di Aula Madrasah tempat biasa di pakai pengajian ibu ibu di sore hari.
"Saat itu Lelaki yang biasa memakai baju kebesaran nya Baju koko putih dengan surban di bahu nya serta ikat kepala berwarna putih mengikat kepala nya," persis seperti ulama besar di zamannya.
"Kiayi Ihsan Sidiq Zaenudin atau biasa di panggil dengan sebutan Kiayi Sepuh.
"Abdullah sahabatku," jam berapa Harsya akan mengadakan pertemuan nya dengan orang orang penting di perusahaan," tanya lelaki tua itu kepada sahabatnya
"Abdullah menjawab, menurut kabar dari Gandi sekitar pukul empat sore hari ini...!
"Apakah semua nya sudah di persiapkan tentang pemberkasan dan pengalihan perusahaan kepada Harsya," tanya lagi Kiayi Sepuh.
"Kini Alex yang menjawab," pertanyaan dari Kiayi sepuh.
"Untuk pengalihan perusahaan kepada Tuan muda Harsya sudah di persiapkan dan sore hari ini penandatanganan pengalihan akan segera di laksanakan dalam pertemuan sore hari ini.
"Sementara dari ujung luar halaman Aula Madrasah seorang wanita paruh baya dengan jalan tergesa gesa di ikuti oleh Aminah serta Halimah,menuju Aula untuk menemui suami nya yaitu Abdullah.
"Aisah istriku," Ada Apakah sehingga engkau berjalan dengan tergesa-gesa," tanya suami nya menatap kearah istri nya dan sudah duduk di samping suaminya di ikuti Oleh Halimah dan Aminah.
"Dari subuh beberapa panggilan masuk dan chat pesan di ponsel ku sayang, tadinya aku abaikan saja, tapi rasa penasaran untuk membuka ponsel yang aku simpan di meja kamar itu setelah aku membuka kontak panggilan dan aplikasi pesan lalu membaca pesan tersebut, aku pun kaget" jawab Aisah seraya menyodorkan ponsel nya kepada suami nya.
"Dengan cepat Abdullah menerima ponselnya dari tangan istrinya, segera Tuan Abdullah membaca pesan yang masuk di ponsel istrinya, Hatinya berdesir dan bergumam
__ADS_1
Elisabeth gumam nya terdengar jelas di telinga antara mereka yang hadir...!
"Abdullah pun berkata kepada istrinya untuk segera menelepon kepada nomor yang masuk dan volume suara pengeras nya di tarikan," kata suami nya.
"Aisah hanya mengangguk dan berkata lirih," baiklah suamiku.
"Aisah diam hanya mematung dengan penuh kebingungan, ketakutan dan kecemasannya terhadap penelepon ini yang di rasakan 20 tahun Aisah dan Elisabeth adalah dua Sahabat yang tidak terpisahkan," perselisihan dan regang nya mereka berdua adalah karna Khabil Ardana menghasut dan menjelekkan serta mem pitnah sahabatnya itu, sehingga persahabatan mereka pun berakhir, setelah 20 tahun lama nya kini dia datang meminta bantuan kepada dirinya, "Aminah mendekatinya berusaha untuk menenangkan nya, berharap keraguan nya dan berburuk sangka nya hilang di hati Nenek pemuda yang di rawat nya.
"Aisah mendongkak kan kepala nya, sembari menghela napas panjang nya dengan lembut. mata nya menatap kearah suami dan yang lainnya, lalu ponsel nya memencet panggilan telepon nya.
"Di sisi lain waktu yang Sama tepat nya di Apartemen dimana Lestari Ardana dan Elisabeth bergeming, diam tak bersuara sambil memegang ponsel nya dengan erat.
"Tiba......!...." Tiba.....!....." ponsel nya bergetar dan Berdering tanda panggilan masuk.
"Dengan gerakan cepat layar ponsel pun di lihat senyuman terukir dari mulut nya dan langsung di usap layar ponsel nya dari bawah menuju ke atas dan menjawab telepon nya dengan senyuman bahagia.
"Sang penelepon pun kaget," mendengar suara dari ujung suara telepon, seperti suara tembakan beruntun.
"Elisabeth, sahabatku," coba ceritakan pertolongan seperti apa yang bisa saya lakukan kepadamu? tanya Aisyah dari suara telepon nya.
Elisabeth pun menceritakan semua nya tentang kedatangan ke Indonesia dan sampai berniat membantu mantan suami nya lalu sekarang kedua anaknya yang akan menjadi korban kebiadaban dari Dani Rustandi dan kedua anak nya serta Fander di sekap oleh Dani Rustandi bila bernyanyi maka nyawa anaknya akan di bunuh," dengan suara yang serak karna sedang menangis'Elisabeth pun menjelaskan semua kepada Aisyah panjang lebar.
"Setelah mendengar penjelasan tentang kemusibahan dan kesedihan yang di rasakan oleh sahabatnya yaitu Elisabeth, Aisyah pun menatap kepada suami nya dan mengangguk lalu mengambil ponsel istri dan berkata kepada penelepon itu.
"Elisabeth saya adalah Abdullah mungkin kau juga tahu saya akan turut bersedih dan akan membantu mu, hari ini pukul empat sore saya tunggu di markas besar XFRES GROUP di kota Jakarta ingat, jangan sampai ada orang lain yang tahu, dan sekaligus Lestari Ardana bawa.
__ADS_1
"Tua..." tu....!...." Tuan Abdullah Terima kasih," atas kebaikan mu dan saya pasti akan datang," kata Elisabeth terbata bata.
"Telepon pun akhir terputus di dua sahabat yang telah lama tidak bertemu dan sekali nya mendengar suara nya walau pun dari sambungan telepon dan untuk meminta pertolongan bukan sekedar menanyakan kabar atau pun kemana saja.
"Kini harapan di mata Elisabeth pun bersinar ada satu harapan yang bisa menyelamatkan kedua anak nya serta Asisten nya, dan seandainya harapan itu sesuai dengan kenyataan maka perusahaan nya akan di berikan kepada sahabat nya dari pada harus jatuh kepada Dani Rustandi,
"Karna sejati nya perusahaan GELORA BUANA GRUP dulu sebelum naik ke level nomor tiga besar Asia tenggara nyaris bangkrut dan atas bantuan dari anak Sahabat nya yaitu ISMAIL ABDULLAH Tampa di beritahu kan kepada orang tua nya yaitu ayah dan ibu nya yang masih sahabat dekat nya Elisabeth.
*
*
"Sementara di padepokan macan putih, setelah menerima telepon dari sahabat istrinya dan pemilik perusahaan terbesar nomor tiga di bawah perusahaan Abdullah sedang berdiskusi bersama mereka semua yang hadir di ruangan Aula Madrasah milik kiayi Sepuh.
"Alex pun dengan sigap dan sedang menelepon kepada Ucok dan Beni bahwa bener dia yang telah menyekap nya dan membawa nya ke Gudang tahanan milik Khabil ardana, tetapi insiden kecil pun terjadi bahwa ketiga orang yang di sekap oleh Genk Kobra Beracun ada yang berkhianat.
"Setelah di telusuri dan di cek dalam CCTV gudang tersebut bahwa penghianat itu sudah di ketahui oleh Cok Ben dan para Dedengkot Genk kobra serta atas saran dari Cok Ben untuk sementara di diam kan terlebih dahulu atas masalah penghianat tersebut," Ucok menjelaskan nya dari seberang telepon.
"Kenapa Cok "Bisa begitu Alex bertanya dalam sambungan telepon.
"Dani Rustandi," sekarang Terpokus kepada satu dulu yaitu mengalihkan perusahaan ARDANA GRUP kepada adik ipar nya yaitu Ruli siregar rusady yaitu Ketua Genk Kobra Beracun, ucap Ucok.
"Alex semakin tidak mengerti kenapa pengalihan nya tidak kepada Dani Rustandi atau pun istrinya kenapa harus kepada adik iparnya," tanya Alex penasaran nya.
"Tuan' Alex Ucok menjawab dengan singkat, itu hanya sebuah ilusi.
__ADS_1
"Alex pun akhir nya mengerti dan menyudahi obrolan teleponnya dan bersiap siap untuk keberangkatan nya menuju kota Jakarta dan akan bertemu nanti di markas besar XFRES GROUP di pertemuan pengalihan perusahaan dari Abdullah selaku kakek nya kepada Harsya yaitu Cucu nya.
bersambung.