TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Riyan Bertemu Dewi kekasihnya


__ADS_3

Senja yang masih jauh untuk di ucapkan oleh beberapa mahkluk hidup yang ada di Bumi Pertiwi. Tepatnya di salah satu bangunan Rumah mewah di Pondok Indah Jakarta Pusat. Tiga pemuda tampan nan rupawan sedang mengobrol di waktu sore menuju senja.


Tuan Muda. Mereka berdua biasa menyebut atau pun memanggil nya.


"Kak Fander. Bagaimana keaadaan Ibunda. Lia setelah di operasi oleh dua dokter yang saya datangkan dari luar negeri.?" Tanya Harsya di sela obrolan mereka bertiga.


Sesekali mereka bertiga meminum kopi yang di suguhkan oleh Fatimah adik iparnya tuan Muda Harsya.


"Fander menjawab pertanyaan dari anda Tuan Muda.!!


"Untuk saat ini ibunya. Lia sudah seratus persen di nyatakan sembuh dan sudah beraktivitas kembali.


"Alhamdulillah. Saya cukup senang mendengar nya. Sekarang mereka tinggal dimana. Apakah Lia masih bekerja di Club malam.?" Tanya Awan.


"Mereka sekarang tinggal di Bekasi di salah satu perumahan tipe 36/72. Sesuai permintaan dari Nona Muda Halimah. Sementara Lia sudah tidak bekerja di Club malam dan sehari harinya dia habiskan bersama ibu dan adik adiknya." Jawab Fander.


Harsya hanya manggut manggut mendengar jawaban dari Fander. Sedangkan Gandi sendiri hanya mendengar kan saja.


"Fander segera hubungi Lia. Apakah dia mau bekerja di Mansion menemani istri ku, yang sedang hamil muda. Karna kedepannya saya sendiri akan membuka identitas saya di perusahaan dan melebarkan sayapnya untuk menjadi perusahaan nomor satu di dunia." Kata Harsya memberi perintah kepada Fander.


"Siap Tuan." Kata Fander sesaat kaget dan terkejut tentang ucapan dari majikannya. Sama hal yang di rasakan oleh Gandi saat itu.


Ketika Fander ijin sedikit menjauh dari mereka berdua untuk menghubungi Lia. Harsya pun mulai mengobrol dengan Gandi yang dari tadi hanya mendengar kan obrolan mereka berdua.


"Kak....... Gandi saya meminta, untuk segera menjemput Dirga dan Azis. Serta bawa ke Markas Besar ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP. Saya akan langsung bertanya kepada mereka berdua tanpa ada kekasihnya." Titah Harsya.


"Siap Tuan Muda. Kalau boleh tahu kapan saya akan membawa mereka berdua ke markas.?" Tanya Gandi.


"Besok sore saja kak." Ucap Harsya.


"Baik." Tuan' Muda.


"Ingat Kak Gandi jangan sampai ketiga sahabat ku mengetahui mereka berdua di bawa ke Markas." Kata Harsya mengingatkan.

__ADS_1


Gandi hanya mengangguk mengiyakan ucapan dari majikannya dalam hati ia bergejolak, bertanya tanya ada apa Tuan Muda memanggil mereka berdua. Apakah mau menghukum nya atau pun hanya sekedar ingin bertemu saja.


"Tuan Muda saya sudah menghubungi Lia. Ia mau bekerja di Mansion sambil menemani Nona muda Halimah." Ucap Fander setelah selesai menghubungi nya.


"Bagus..... Kalau begitu segera jemput dan bawa langsung ke Mansion. Saya sesudah magrib akan pulang ke Mansion satu lagi." Titah Harsya.


"Siap Tuan Muda." Seraya beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kak. Gandi aku mau bersiap siap untuk segera pulang ke Mansion yang ada di Bintaro Jakarta Selatan. Kak Gandi bila mau beristirahat silahkan. Harsya beranjak setelah anggukan yang di berikan oleh lelaki kekasihnya bernama Lestari Ardana.


##################


Malam pun kini telah tiba di kota Jakarta. Tepat di salah satu kafe yang tidak jauh dari Apartemen yang baru saja di beli oleh Shintia di kawasan Tebet Jakarta Selatan. Seorang pemuda yang baru turun dari mobil sport langsung berjalan masuk kedalam kafe di malam itu.


Riyan pemuda itu biasa memanggil nya. Langsung duduk di salah satu meja yang masing kosong, menunggu seseorang yang sudah beberapa hari tidak ketemu dengan nya.


Pemuda itu langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat kepada seorang gadis yang ia akan temui.


"Ok. Kak, aku otw sekarang hanya sepuluh menit dari apartemen sudah sampai. Balasan pesan singkat yang di terima oleh Riyan. Membuat dirinya tersenyum kecut.


Tak lama kemudian sepuluh menit telah berlalu, orang yang di tunggu pun datang berjalan menghampiri pemuda itu, dengan sangat anggun dan mempesona di malam itu.


Riyan pun menatap tajam kearah seorang gadis yang datang kearah meja itu, tanpa ada senyuman keluar dari mulutnya.


"Kak. Riyan." Sapa Gadis itu, dengan anggukan yang di berikan pemuda itu, Dewi Gadis yang baru datang hanya berkerut keningnya dalam hatinya bertanya tanya kenapa dia menjadi dingin sipat tak ada senyum sedikit pun.


"Boleh kah Dewi duduk.?" Tanya Dewi.


Riyan mengangguk tanpa bersuara, tapi anggukan nya menandakan ia membolehkan gadis itu untuk duduk di hadapannya.


Diantara mereka berdua hanya saling diam tidak ada suara yang keluar dari mulut Riyan dan Dewi, hanya terdengar suara suara pengunjung kafe lainnya. Tak lama pelayan kafe datang menghampiri nya.


"Silahkan Tuan dan Nyonya, mau pesan apa.?" Tanya pelayan kafe itu dengan memberikan menu kearah mereka berdua.

__ADS_1


"Kopi hitam satu mbak.! Timpal Riyan.


"Sama apa lagi.?" Tanya Pelayan kafe lagi.!!


Riyan melirik kearah gadis di hadapannya.!! Dan mulai membuka suaranya.!!


"Just Alpukat dan Pisang bakar plorest.!


"Baik. Silahkan Tuan dan Nyonya menunggu pesanan nya.! Pelayan Kafe itu pergi meninggalkan mereka berdua.


Pesanan mereka berdua telah tiba di sajikan di meja tempat Dewi dan Riyan duduk.!


"Dewi, maksud tujuan anda. Memberikan informasi kepada musuh sahabat saya Apa hah.?" Kata Riyan dengan wajah yang bengis di sela obrolan pertama nya.


Sontak Dewi pun terkejut melihat pertanyaan yang di lontarkan oleh kekasihnya. Apalagi wajah yang dingin dan tatapan yang tajam, membuat hatinya kecewa. Pertemuan yang harusnya mengobati rasa kerinduan yang dia idamkan ketika dia berada di apartemen, jauh dari harapan setelah bertatap muka.


"Coba jelaskan kepada saya. Apakah karna sahabat saya, tidak membantu keluarga mu dan kedua sahabat mu Hani dan Indah. Sehingga kebencian yang ada dalam dirimu terhadap Harsya.?" Kata Riyan lagi.


Dewi tidak menjawab dia hanya bergeming, mata nya sayu menatap kearah pemuda di hadapannya. Dia bingung, menyesal dengan semua yang di lakukan nya. Dalam hati ingin berontak memberi tahukan semuanya, bahwa semua ini adalah rencana dari Hani sahabat nya. Dia dan Indah hanya mengikuti dan membantu, karna terikat tali persahabatan.!!


"Aku bener bener kecewa dengan mu. Informasi yang kau berikan kepada pihak musuh sahabat ku. Kau dengan sendirinya hampir membunuh dua keluarga sekaligus." Riyan berkata lagi.


"Mak.... Su..... Maksud..... Kak Riyan.?" Tanya Dewi terbata bata kaget.


Riyan tersenyum sinis, mendengar Jawaban dari Dewi dan mulai berkata.


"Apakah kau berpura pura bodoh di hadapan ku. Atau hanya bertingkah tidak tahu dengan semua perkataan yang di berikan oleh ku.?" Tanya Riyan dengan senyuman sinis yang ia berikan.


"Aku bener bener tidak mengerti.!! Dewi berkata bersungguh sungguh.


"Baiklah............ Kalau begitu. Aku akan menceritakan semuanya tentang kau dan kedua sahabat mu yang telah memberikan informasi yang sangat penting kepada pihak pihak yang ingin membalas dendam tentang runtuh nya organisasi Genk Kobra beracun dan meninggal nya dua Dedengkot petinggi organisasi tersebut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2