
Iring iringan mobil mewah Toyota Fortuner SUV bergerak berombongan dari Markas Besar Genk Kobra Beracun menuju kerumah sakit rakyat.! Ketika rombongan itu sampai tampak satu lelaki dengan terburu buru berlari sambil berteriak teriak memanggil dokter yang ada di rumah sakit tersebut.
"Dokter.......! Tolong.......! Dok?
Tak lama kemudian para staf medis berdatangan dan langsung membawa dua lelaki yang berbeda usia dan yang satu berlumuran darah menuju langsung unit gawat darurat.
"Tolong beri jalan.!
" Ayo....! cepat.!
"Begitu sampai di pintu unit gawat darurat para staf medis pun memberhentikan lelaki yang berteriak bersama dengan enam orang yang mengikuti nya agar tidak ikut serta dalam ruangan tersebut.
"Maap Tuan dan Nyonya anda tidak boleh ikut kedalam ruangan" Kata salah seorang staf wanita.
"Baik' bu tolong lakukan yang terbaik untuk kedua orang yang saya bawa ini," kata Pemuda yang memanggil manggil dokter.
"Bagaimana kak Gandi' a..! ay...!ayah....! Kata Lestari Ardana seraya menangis dan memeluk pemuda yang di samping nya.
"Kita hanya bisa menunggu, dan tabah kan hatimu, mari kita sama sama berdoa untuk kesembuhan Fander dan Khabil Ardana" kata pemuda yang bernama gandi sambil menguatkan hati Lestari.
"Setelah melepaskan pelukannya dari Gandi, lestari dari tadi tidak bisa diam dan dalam hati nya berdoa semoga ada mukjizat untuk menghidupkan kembali ayah nya yang mungkin tipis harapannya,
"Bagaimana keadaan ayah? Aku ingin masuk dan melihat nya! Tanya Lestari kepada Gandi.
"Tunggu dulu Nona Lestari, lebih baik kita menunggu dokter memeriksa Tuan Khabil Ardana terlebih dulu, kalau anda ingin melihatnya dari balik pintu kaca itu" Tanya Dirga yang menjawab nya.
"Lestari masih diam mengatur nafasnya, dia bener bener kelelahan berjalan. Namun rasa lelahnya itu tidak sebanding dengan rasa khawatir kepada ayahnya.
"Setelah rasa lelahnya hilang, lestari melangkah kearah kaca ruangan, Dia melihat ayahnya dari balik pintu kaca. Mata nya berair kala melihat sang ayah masih setia menutup mata dengan beberapa alat medis di tubuh nya.
"Merasa tidak kuat dengan melihat keaadaan ayah nya Lestari kembali duduk
Hatinya sakit ayah yang sudah merawat nya bisa terluka parah akibat percaya pada Asisten nya ketimbang anak nya sendiri.
"Kak....! Lestari ini minum dulu"! Indah memberikan sebotol air mineral.
__ADS_1
"Terima kasih indah.! jawab Lestari langsung meminum nya.
"Beberapa saat kemudian pintu ruangan unit gawat darurat pun terbuka dan tampak seorang dokter bersama beberapa staf keluar dari ruangan itu dan langsung di sambut oleh Lestari dengan pertanyaan.
"Dokter bagaimana dengan keaadaan ayah saya beserta dengan kakak saya? Tanya Lestari.
"Pasien yang bernama Fander masih tertidur karna efek obat yang di suntik dan Alhamdulillah tidak akan lama lagi akan siuman,! Tetapi pasien yang bernama Khabil Ardana saya memohon maap nyawa nya sudah tidak tertolong lagi kemungkinan sebelum di bawa ke rumah sakit pasien sudah meninggal dunia" lirih dokter dengan wajah tertunduk lesu.
"Seketika itu Lestari pingsan setelah mendengar perkataan dari dokter nya dan dengan sigap Gandi membawa nya keruangan agar segera mendapatkan pertolongan dari dokter.
"Setelah Gandi keluar dari ruangan dimana Lestari di rawat akibat syok sampai mengakibatkan pingsan, lelaki itu pun menghampiri Dirga dan Azis berserta ketiga gadis sahabat Tuan muda Harsya.
"Dirga segera beritahu kan kepada ayahmu, dan Tuan besar kabarkan kabar duka ini'' kata Gandi
"Baik'lah Kak" Jawab Dirga.
"Sementara Azis, kau telepon Kiayi sepuh untuk meminta pendapat tentang Khabil Ardana harus di bawa kemana karna kita tahu bahwa Khabil Ardana semua aset dan seluruh kekayaan sudah jatuh di tangan Dani Rustandi.
"Siap' Tuan Gandi.
"Kalian bertiga tolong jaga dulu Nona Lestari di ruangan rawat itu....! titahnya Gandi kepada tiga gadis tersebut.
"Baik'"Tuan balas salah satu dari mereka yaitu Indah.
"Gandi pun segera mengeluarkan ponsel nya dan menelepon kepada Tuan muda Harsya.
"Halo.....! Kak Gandi ada apa menelepon saya" tanya seorang pemuda menjawab telepon masuknya.
"Gandi pun menjelaskan kebingungan tentang jenazah Khabil Ardana harus di bawa kemana dan pingsan nya Lestari Ardana.!
"Baiklah Kak Gandi,! Aku mengerti segera bawa saja jenazah nya Mansion kakek Abdullah yang ada di Jakarta pusat dan saya setelah selesai dari sini langsung meluncur kesana," kata Harsya dalam sambungan teleponnya.
"Baik'Tuan muda, Apakah Nyonya Elisabeth Sudah di beritahu tentang Kematian Khabil Ardana" tanya Gandi
"Belum Kak, sebaiknya jangan di beritahu lewat telepon atur untuk menjemput Oma Elisabeth dan setelah Lestari sadar dari pingsan jangan dulu untuk telepon ke sana ke mari'' jawab Harsya dari ujung teleponnya.
__ADS_1
"Siap' Tuan muda saya mengerti....!
"Silahkan di sana Kak Gandi sibuk atur sedemikian rupa jangan sampai tersebar kemana mana bahwa pihak dari keluarga XFRES GROUP dan ANUGRAH ZAHRA GROUP yang mengurus jenazah Khabil Ardana. Kata Harsya mengingat kan nya
"Baik' Tuan muda anda percaya sama saya akan terkunci rapat rapat perihal ini" jawab Gandi.
"Telepon pun berakhir sama halnya dengan mereka berdua....!
"Dirga.....! Bagaimana'' Apakah tersambung kepada ayah mu" Tanya Gandi
"Sudah kak, malam ini juga berangkat, bersama Tuan Besar dan Nyonya Besar dengan jet pribadi kemungkinan tiba malam ini" jawab Dirga.
"Azis......! bagaimana" tanya Dirga.
"Kata Kiayi Sepuh" bawa ke Mansion milik Tuan Besar.
"Gandi pun manggut-manggut jawaban yang di berikan sama dengan Tuan muda Harsya.
"Sementara di ruangan dimana Lestari di rawat karna pingsan, meracau terus menerus.
"Ayah....'' Ayah....! jangan tinggalkan Lestari" racau Lestari dengan mata terpejam.
"Kak....! Kak.....! Kak.....! yang sabar Tuan Khabil Ardana sudah tenang disana, Ayah Kak lestari sudah tidak sakit lagi, Sebisa mungkin mereka bertiga menenangkan Anak Khabil Ardana.
Perlahan air mata Lestari terbuka.! Air mata nya mengalir semakin deras saat menyadari orang yang sangat di sayangi nya telah pergi meninggalkan diri nya selama nya. Dunia Lestari bener bener runtuh saat ini juga. seorang ayah penyayang tempat ia bergantung keluh kesahnya mengadu semua indah dan pahit cerita hidup nya sekarang sudah tidak ada lagi.
"Tak lama kemudian Gandi pun datang, dan menguatkan hati nya serta memberi tahukan jenazah akan segera di urus dan di bawa pergi ke rumah duka.
"Selesai jenazah Khabil Ardana di mandikan sore ini juga di bawa kerumah duka, keaadaan Lestari juga sudah sepenuhnya sadar juga ikut pulang, sementara jenazah Khabil Ardana di antar dengan menggunakan mobil ambulance, sedangkan lestari satu mobil bersama tiga sahabat Tuan muda, sedangkan Dirga dan Azis bersama Fander dengan beberapa pengawal mengikuti nya,
"Gandi pun dengan seorang diri menjemput Nyonya besar Elisabeth Ardana di Mansion milik Tuan muda Harsya untuk menjemput nya atas perintah dari bos besar dua perusahaan terbesar se-Asia.
"Sedang kan author hanya ikut turut berdukacita hihihi.
bersambung.
__ADS_1