TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Teguran Keras Buat Dewi dan Indah


__ADS_3

Riyan beranjak pergi mengajak Dewi untuk mengikutinya, tanpa ada kemesraan di antara mereka berdua layak nya sepasang kekasih muda mudi.


"Kita akan kemana kak.?" Tanya Dewi dari arah belakang mengikutinya.


"Sebaiknya kau ikut saja. Kemana aku membawa mu." Pinta Riyan matanya lurus kedepan.


Dewi pun terdiam dia tidak mau bertanya lagi, dirinya mengikuti langkah kaki kekasihnya.


Riyan dan Dewi kini sudah berada dalam mobil. Mobil pun mulai melaju meninggalkan halaman Kafe yang berada di daerah Tebet.


Mobil mewah sport BMW melaju sangat cepat menuju sebuah kota kecil yang dimana, seorang Tuan Muda Harsya dia di rawat dan di besarkan oleh pasangan suami istri paruh baya.


Dewi di buatnya penasaran, pemuda itu membawanya ke kota tempat kelahirannya, pertanyaan dalam hati yang bergejolak saat ini. Ia simpan rapat rapat.


Tepat di salah satu rumah milik Indah. Mobil yang di kemudikan oleh Riyan pun berhenti.


"Ayo kita sudah sampai. Kita turun dan bergabung dengan mereka yang sudah menunggu kita berdua." Ajak pemuda itu langsung membuka kan pintu mobil dan berjalan masuk kearah rumah milik sahabat keluarga Indah.


"Tuan Besar. Tuan Alex dan semuanya.! Ucap Riyan membungkuk hormat kepada mereka yang hadir di teras rumah Indah.


Dewi tercengang dan kaget saat Ia turun beberapa pria dan wanita paruh baya dan setengah baya berada di kediaman rumah sahabatnya. Indah pun bersama Dirga juga hadir di rumah itu. Ada apa sebenarnya.!!

__ADS_1


Dewi berjalan sangat pelan, kedua kakinya bergetar, hati bergemuruh dan pikiran pun kacau, semua orang menatap kearah dirinya.


Seorang wanita setengah tua menghampiri nya. Dia ibu yang melahirkan nya dengan senyuman yang ia berikan lalu merangkulnya untuk masuk.


"Sayang ayo kita masuk." Ajak Komariah ibu kandungnya.


Dewi tak menjawab dia hanya berjalan dengan rangkulan dari seorang ibu.


******


Semua telah masuk dan duduk di ruangan tengah rumah mewah milik keluarga Indah.


Tak lupa ikut hadir Kiayi Sepuh, Umi Aminah dan Jaeludin serta Advokad perusahan ikut hadir malam ini bersama kedua keluarga Dewi dan Indah. Sementara Keluarga Hani, menolak mentah mentah ketika maksud yang di sampaikan oleh Umi Aminah. Mengundang untuk bermusyawarah bersama, agar kesalahpahaman ini bisa di selesaikan, tampa menggunakan kekerasan.


"Tuan Alex atau pun Tuan Suhardi silahkan di bicarakan kesalahpahaman ini, kepada kedua orang tua dari Neng Indah atau pun Nenk Dewi. Seharusnya satu gadis lagi Nenk Hani, hadir tapi karna dia tidak bisa di hubungi dan kedua Orang Tua nya tidak datang. Maka cukup dengan hadir nya kedua sahabat nya. Cukup untuk menyelesaikan masalah yang di hadapi nya. Kiayi Sepuh membuka obrolan nya saat itu.


Suhardi menatap kearah Alex dan anggukan kepala dari Asisten Tuan Besar Abdullah pun menandakan untuk berbicara di hadapan mereka yang hadir di sana.


"Terima Kasih Kiayi.!! Baiklah. Aku tidak pandai bertutur sapa dalam pertemuan malam ini, tapi pertemuan kali ini saya hanya bisa memberikan beberapa bukti yang sudah di dapat oleh beberapa anak buah Tuan Muda. Dan dampak akibatnya yang di lakukan oleh ketiga gadis yang tadinya keselamatan mereka dia jaga dengan sepenuh hati oleh Tuan Muda Harsya. Menjadi malapetaka bagi orang orang yang dekat dengannya.


Informasi dan cerita yang di dapatkan oleh Anak buahnya yang sudah akurat dan tidak di buat buat. Karna rasa sakit hati atau pun iri kepada pasangan suami istri yang telah merawat anak dari Ismail dan Zahra, sehingga ketiga sahabatnya ingin membalaskan dendam dan sakit hati Orang Tua mereka dengan memberikan informasi kepada pihak musuh perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP. Kata Suhardi berhenti sejenak. Lalu melanjutkan lagi.

__ADS_1


"Semua bukti bukti yang sudah di simpan dalam file ini bisa di tonton oleh Nona Indah dan Dewi beserta kedua Orang Tua mereka. Kesalahan yang di perbuat oleh ketiga gadis sahabat Tuan Muda sudah tidak bisa di toleransi lagi. Maka dengan ini saya memberi kuasa kepada Advokad perusahan milik Tuan muda Harsya, akan langsung berurusan dengan pihak kepolisian." Ancam Suhardi.


Silahkan Kedua keluarga dari Indah dan Dewi untuk menyiapkan pengacara guna membela tuntutan dari pihak perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP. Suhardi tersenyum kecut kepada kedua gadis itu.


Riyan bersama kedua keluarga Dewi dan Indah tercengang kaget mendengar penuturan yang di lontarkan oleh Suhardi. Ending nya kenapa sampai berurusan dengan pihak hukum. Dewi dan Indah tertunduk tidak ada Air mata yang keluar dari matanya. Mereka berdua menyadari kesalahannya. Berbeda dengan sesepuh seperti Kiayi Sepuh dan Umi Aminah Abah Jaeludin. Beserta yang lainnya, Suhardi hanya mengancam saja dan memberikan teguran keras kepada kedua keluarga dan anak anaknya.


"Deg.......... Mata kedua Orang Tua Indah dan Dewi membulat. Keringat bercucuran di antara mereka berempat, salah satu dari mereka berempat membuka suaranya dengan terbata bata.


Tu.... Tuan...... Ke.... Kenapa.... Harus berurusan dengan pihak kepolisian.?" Tanya lelaki paruh baya belum mengerti. Kejahatan seperti apa yang di lakukan oleh ketiga gadis yang begitu akrab dengan lelaki yang mempunyai perusahaan terbesar se-Asia itu.


Suhardi berdehem. Sebelumnya. Ketiga gadis itu, memberikan informasi kepada anak dari ketua Genk Kobra, tentang jati diri Tuan Muda Harsya dan rencana nya sehingga kedua keluarga Ucok dan Beni menjadi target pembunuhan oleh musuh dari Tuan Muda. Dan Ucok dan Beni pun yang tadinya masuk dalam perusahaan KOBRA COMPANY GRUP. Dampak informasi yang di berikan oleh mereka bertiga. Ucok dan Beni langsung di sekap dan di tahan di markas besar yang ada di Negara Jepang. Untung nya Tuan Muda bergerak cepat dan mereka semua selamat.


"Dan tidak hanya itu. Beberapa perbuatan lainnya. Yang sudah bisa di sebut kejahatan yang tak terampuni. Mereka bertiga bekerjasama dengan Genk Kelalawar Hitam untuk menghabisi Tuan Muda Harsya dan orang orang terdekat nya.


Dalam kebingungan. Suhardi terus menjelaskan kesalahan demi kesalahan yang dilakukan oleh Hani Indah dan Dewi, yang seketika membuat hati kedua Orang Tua nya Syok.


Jadi saya tidak perlu berbicara panjang lebar lagi, bapak bapak dan ibu ibu, saya Asisten Tuan Besar Abdullah hanya ingin menuntut pertanggungjawaban nya. Saya masih berbaik hati memusyawarahkan dengan pihak keluarga nya. Agar kedua Orang Tua nya bisa mendidik atau pun meluruskan mereka berdua ke jalan yang benar. Untuk masalah gadis satu lagi biar menjadi urusan dan tanggung jawab orang orang saya.


"Bila Bapak Bapak dan Ibu Ibu selaku Orang Tua nya tidak bisa mendidik atau di ajak bermusyawarah. Dengan terpaksa saya akan langsung menjebloskan kedua anak nya kedalam penjara." Kata Suhardi panjang lebar seraya menyerahkan beberapa bukti rekaman dan percakapan mereka bertiga kepada Orang Tua nya masing masing.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2