
Disalah satu rumah mewah yang berada di Tanjung Priok Jakarta Utara lebih tepat nya di kediaman Rony Gunawan selaku Direktur GELORA BUANA GRUP.
Seorang wanita Paruh Baya bersama Surya anak lelaki nya dan adiknya. Sedang pokus pada acara televisi yang sedang menyiarkan secara langsung konferensi pers yang di pimpin oleh Brigadir Anton Sideka di kota Palembang.
"Anakku Surya malam ini antar ibu dan adikmu pergi ke Palembang untuk menjenguk Ayah yang sudah di bebaskan oleh atasan mu." Pinta Sri ibu kandung Surya Gunawan.
"Bunda apakah tidak sebaiknya esok pagi saja. Mungkin kalau sekarang berangkat pasti sampai malam di kota Palembang. " Jawab Surya memberi saran.
"Kasihan Nak Ayah mu terlihat kurus kering wajah nya pias dan terlihat babak belur di sekujur tubuh nya." Kata ibu kandung Surya.
Anaknya tidak bisa berbuat apa apa dan terlihat dari wajah nya kesedihan.
"Baiklah Bunda......! Aku akan memesan tiket terlebih dahulu Bunda bersama Rahma untuk segera bersiap siap. " Tutur Anak nya yaitu Surya Gunawan.
"Terima Kasih Nak.'' Lirih Sri seraya beranjak untuk bersiap siap.
Tidak lama kemudian Surya pun kini masuk kembali setelah memesan tiket secara online dan langsung menyiapkan segala sesuatu nya untuk pergi bersama Bunda dan adiknya di kota Palembang dimana ayahnya berada di markas polisi kota tersebut.
Nak........! Ayo ibu sama adikmu sudah siap." Ajak Sri ibu nya.
"Sebentar Bu Surya ganti baju dulu. Ibu dan Rahma tunggu di mobil.! Kata Surya.
"Ok." Nak....! Seraya berjalan menuju pintu keluar rumah.
*************
"Sementara di kediaman Apartemen Elisabeth Ardana yang sama halnya dengan Istri Rony Gunawan sedang menonton siaran langsung konferensi pers oleh Brigadir Anton Sideka.
"Setelah siaran langsung itu berakhir berjalan menuju kamar dan segera mengeluarkan ponsel nya untuk menelepon kepada seseorang.
"Nada dering telepon dengan lagu keong racun pun terdengar di telinga Wanita Paruh Baya itu membuat dia tersenyum.
"Halo........! Kata seseorang dari sebrang telepon.
"Suhardi bisakah besok mendampingi saya untuk pergi menemui Rony Gunawan yang berada di markas besar polisi di kota Palembang." Pinta Elisabeth.
"Bisa dengan senang hati apakah tuan muda Harsya harus ikut atau jangan? Tanya seorang lelaki yang menjawab telepon
"Suhardi kasihan kalau Harysa harus ikut karna saat ini dia sedang pokus untuk mengikis kekuatan Genk Kobra Beracun, Lebih baik ajak Iskandar saja." Kata Elisabeth memberi saran.
"Boleh kalau begitu besok pagi saja kita berangkat nya? Tanya Suhardi.
"Ok." Suhardi Terima Kasih.! Silahkan Anda melanjutkan aktivitas nya kembali.
"Baik' Nyonya Elisabeth." Jawab Suhardi seraya mengakhiri perkataan dalam sambungan telepon.
Mami.........! Teriak lestari dan Clarissa bersamaan dari luar pintu kamar, Karna Elisabeth sedang berada di kamar saat setelah selesai melihat siaran langsung televisi.
__ADS_1
"Hmmmmmm." Anak anak Mami ada apa sih teriak teriak? Tegur Elisabeth setelah membuka pintu kamar nya.
"Mami.......! Kita keluar yu beli makanan, Clarissa dan Kak Lestari lapar Mami.'' Pinta salah satu adik Kakak beda ibu itu.
"Siap bidadari bidadari Mami paling cantik dan imut imut." Ledek Elisabeth serta merangkul dua gadis anak nya itu.
***************
Sebelum Malam tiba dan Sore pun terbilang belum sepenuhnya hadir di waktu itu. Tepatnya di salah satu kawasan puncak Bogor di vila mewah milik dedengkot tinggi Genk Kobra Beracun.
Harsya, Riyan, Dirga, dan Iwan sedang duduk di halaman vila dengan kedua tangan mereka lipatkan dalam betis kaki mereka.
Sedangkan Azis sedang bertarung bersama Sura dengan beberapa jurus yang ia keluarkan beda halnya dengan Galang bertarung tampa seni membabi buta memukul ketua Preman Jogja itu yang bernama Arif.
Sura orang terdekat Arif melihat keaadaan ketua preman itu tersungkur di atas tanah dengan berlumuran darah, membuat mata Sura mengkilat kilat, Azis yang mengetahui emosi lawan nya meledak ledak segera mengeluarkan jurus ampuh nya itu.
"Sura.......! Ayo maju lah maju....! Kata Azis yang sudah siap untuk mengakhiri lelaki bangsat ini.
"Huh....! Bangsat kau Azis kau telah menipu ku saat ini.!
"Kau pantas mendapatkan nya Sura....!
"Ku bunuh..... Kau Azis." Teriak Sura sambil mendekat kearah Azis mengeluarkan jurus jurus entah apa nama nya.
"Hiat.........!
"Hupsss.....!
"Begs........!
"Taak........!
"Ahk.......! Jagoan Preman hanya segini kemampuan nya. " Ejek Azis.
"Hiaat......'' Caah....." Taak......" Taak.......!
"Kini Giliran Azis yang menyerang ke bagian bagian yang bisa mules perut nya.
"Haap.....! Haap....!
"Plaak..........!
"Wadaw......" Pusaka ku.! Kata Sura berteriak sambil memegang barang yang di sukai oleh para wanita yang terkena tendangan pinalti di gawang lawannya.
"Modar sia Barang antik mu Sura. " Kata Azis nyengir kaya kuda Nil.
"Ku bunuh kau cucunguk bau kencing.! Kata Sura sambil menubruk kearah Azis membuat kedua jagoan muda itu bergulingan di halaman Vila dan melewati empat orang yang sedang duduk melihat pertandingan Maman dan Jimmy.
__ADS_1
Permisi Tuan Tuan numpang lewat. " Kata mereka berdua yang sedang berkelahi bergulingan.
Silahkan lanjutkan." Jawab mereka berempat, yaitu Harsya, Riyan, Dirga dan Iwan kupluk.
"Terima Kasih Tuan Tuan silahkan kalian menonton." Kata Azis dan Sura.
"Mereka mengangguk tampa berkedip mata nya melihat kearah pertarungan Azis dan Sura yang lebih serius ketimbang antara Jimmy dan Maman Tomat yang kini bertarung nya memakai permainan adu jari. Bukan Kertas Gunting Batu. Tetapi Suit.
"Kau hei..... Sialan main gigit ya.! Apakah kau Sura lapar hah.... Teriak Azis merasakan bahu nya sangat sakit akibat gigitan Sura.
"Ihh..........!
"Ahkk........!
"Aduhhh........... Azis enak lanjutkan remas terus...
"Wadaw.........! Uhkkk.........' Setan Sakit kau tarik tarik benda pusaka ku.
"Rasakan kantong kemenyan mu pecah." Kata Azis.
"Tidak ada pilihan bagi Azis untuk melepaskan diri dari gigitan Sura selain ******* ***** benda pusaka milik warisan Sura.
"Kau.......! Ahk tadinya nikmat sekarang sakit sialan kau azis. " Kata Sura sambil meringis menggeliat di tanah dan tangan memegang pusaka seraya di usap usap supaya tidak sakit.
Sudah Azis...! Jika belum lanjutkan lagi bila perlu remas nya semakin kencang. " Kata Harsya sambil tersenyum geli melihat Sura di permainkan oleh Azis.
"Akhh......! Tuan Muda berkeringat pun belum dan duh jijik itu juga terpaksa. " Kata Azis sambil berkedip kearah mereka berempat.
"Hiaat.........!
"Bugh.........!
"Plaak..........!
"Wadaww........!
"Maaaak.....! Waduh.....! Sakit......! " Teriak Sura yang mendapat kan serangan dari Azis mengarah kepada pantat sehingga keluar bubur berwarna kuning yang sangat bau dan menjijikkan.
Azis seketika menutup hidung nya sama hal mereka berempat yang sedang menonton juga menutup hidung nya karna tersengat bau........!
"Azis sialan cepat seret lelaki itu dan keceburkan dalam kolam renang merusak suasana nonton seru kami." Kata Dirga sambil menutup hidung nya dan di angguki oleh mereka, Harsya, Riyan dan Iwan kupluk.
"Hahahahaha..........! Tertawa terbahak bahak Azis sambil menutup hidung nya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1