
Kakek, Nenek dan Abah serta Umi." Doa kan Anak dan Cucu mu ini.......! Saat ini Ruli Siregar Rusady sudah berada di kota Jakarta dan menuju kota Cilegon dengan pengawalan yang x-tra ketat dari anak buah Tuan Naga Saki Sempur." Ucap Harsya.
"Yaa......! Tuhan..........! Lirih Aisyah mulut nya di bekap oleh kedua tangannya. Sama hal dengan Umi Aminah.
"Nek Aisyah........! Umi Aminah......! Doa kan cucumu serta Anak mu ini. Agar berhasil dan menangkap orang yang telah membunuh ayah dan ibu ku." Ucap Harsya lalu mencium tangan Nenek langsung kepada Umi Aminah dan Abah Jaeludin Serta Kakek Abdullah.......!
"Doa kami selalu ada buat kamu Nak dimana pun kau berada. Semoga berhasil dan berhati hati lah." Jawab dari mereka berempat.
Inah dan Ineh serta mang Jaka ayo ikut.! Ajak Tuan Muda.
"Siap Tuan Muda." Ucap mereka bertiga.
"Harsya pun mengulurkan tangannya kepada Halimah dan di sambut uluran tangan itu dengan lembut, oleh gadis cantik berkerudung hitam itu dan mulai beranjak pergi menuju mobil yang terparkir di Mansion mewah tersebut.
"Mang bawa mobil Pajero sports, kita satu mobil bersama sama.'' Titah Tuan Muda.
"Siap Tuan Muda.........!
Mang Jaka pun langsung menghidupkan mobil nya dan mereka berempat pun langsung naik dan mobil pun melaju meninggal kan Mansion mewah tersebut.
********************************************
Sebelum datang nya matahari dan setelah kang Ujang Suparman beres melaksanakan ibadah solat subuh di masjid yang berada di bandara internasional Soekarno-Hatta saat itu. ketua Macan Putih itu keluar dari masjid tersebut dan melihat beberapa orang orang berpakaian serba hitam keluar dari pintu keluar bandara dengan di depan dari mereka terlihat seorang lelaki berusia 40 tahun lebih yang ia tahu adalah Ketua Genk Kobra Beracun yaitu Gareng. Lalu Ujang Suparman pun mengeluarkan ponsel nya dan menelepon kepada Ucok, sebelumnya telah mengirim pesan grup kepada orang orang Tuan Muda Harsya.
Telepon pun tersambung dan terdengar nada sambung di ponsel milik Ketua Macan Putih itu.......!
"Halo..... Abang Ujang. Ada apa kau menelepon pagi ini? Tanya Ucok.
"Cok.... Ada sesuatu yang harus di beritahu kan kepada mu saat ini.!
__ADS_1
"Katakan Abang Ujang.!
"Ruli Siregar Rusady alias Gareng sudah tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta dan saat ini sedang menuju masuk kedalam mobil dengan beberapa para pengawal yang kelihatannya dari negara sakura karna terlihat dari bentuk wajah dan mata nya. Kemungkinan, Gareng tidak menganggap enteng kembali nya dia negara asalnya.
"Hah..... Apa? Awasi terus gerak gerik mereka Abang! Tetap jaga jarak dan jangan bertindak tanpa perintah dari Tuan muda.
"Baik Cok, Abang mengerti, Tapi firasat ku mengatakan kedatangan mereka kemari bukan untuk menjaga Ketua Genk Kobra semata. Aku dapat melihat mereka ini seperti haus darah.
"Abang tetap sabar dulu jangan gerasak gerusuk. Aku akan segera menelepon Tuan Muda Harsya dan memberi tahukan semua informasi yang di lihat oleh Abang Ujang Suparman.
"Baik Cok, Abang tunggu perintah selanjutnya dari Tuan Muda Harsya, Jika kau bertemu dengan Riyan sahabat nya, segera informasikan tentang masalah ini, dia pasti ikut, karna kemungkinan pengawal dari Gareng sungguh sangat terlatih dan jago dalam seni beladiri.
"Baik Abang.!
"Tut.... " Tut...." Tut...."
Terdengar suara Bahwa panggilan telepon itu sudah di akhiri.
******************************************
Sementara di Rumah yang dulu di tempati oleh Jubaedah dengan beberapa kamar kost yang di sewakan kepada pemuda yang kini menjadi tiga pemilik perusahaan terbesar se-Asia tenggara itu.
"Ucok siapa yang tadi menelepon mu? Tanya Beni.
"Ujang Suparman tadi menelepon ku. Dia memberikan informasi bahwa saat ini di bandara telah kedatangan beberapa orang yang tidak di kenal tapi ada satu yang ia kenal adalah Ketua Genk Kobra Beracun yaitu Ruli Siregar Rusady." Kata lelaki yang bernama Ucok sahabat nya itu.
"Apa.....! Gareng telah sampai di bandara kata mu?"
"Bener Ben.!
__ADS_1
"Naga Saki Sempur, Simon dan Kong Kong, bener bener licik dan menghalalkan segala cara agar KOBRA COMPANY GRUP bergabung dengan perusahaan milik mereka bertiga agar mereka bisa masuk ke negara kita.
"Kemungkinan target mereka mengawal Gareng bukan kita kita tapi Istri dan anak nya Dani Rustandi serta membawa istri dan anak Gareng. Apa yang harus kita lakukan Ben? Tanya Ucok.
"Cok kau hubungi Tuan Muda secepatnya, aku akan menghubungi yang lainnya agar mereka segera bergerak." Titah Beni.
Lalu mereka sama sama mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi orang orang untuk segera bersiap siap berangkat mengikuti mobil yang sekarang Ujang Suparman sudah membuntuti rombongan mobil yang di komandoi oleh Ketua Genk Kobra Beracun itu.
Ucok sudah selesai telepon nya dengan Tuan Muda Harsya, lalu dia melihat sahabatnya sedang menelepon dengan Gandi untuk menanyakan posisi nya saat ini.
"Halo......! Beni ada apa kau menelepon ku?" Tanya Gandi di sebrang telepon.
"Gandi...... Dimana posisi mu saat ini?" Tanya Beni.
"Saat ini aku sedang menunggu di Tol Cikupa bersama Dirga dan Azis dan beberapa pengawal lainnya setelah menerima pesan suara dari Ujang Suparman bahwa Ruli Siregar Rusady telah tiba. " Jawab Gandi.
"Gandi bawa anak buah mu saat ini untuk bergabung bersama Para Matih di pintu Tol keluar Tangerang Merak untuk mencegat dan membantai di lokasi yang sedikit sepi. Perintah dari Tuan Muda yang baru saja Ucok menelepon nya. Dan kemungkinan Tuan muda juga sudah berangkat dari Mansion menuju Pintu Tol keluar itu." Kata Beni dalam sambungan telepon nya itu.
"Siap. Beni, saat ini juga saya bersama Azis dan Dirga beserta beberapa anak buah langsung berangkat.! Jawab nya. sambil mengakhiri panggilan.
"Ucok apakah kita akan berangkat dan ikut bergabung dengan mereka.!
"Bagaimana menurutmu? Tanya Ucok.
"Aku kawatir dan cemas bila Tuan Muda kenapa napa?" Karna lawan yang mereka hadapi bukan orang orang yang lemah, kata nya orang orang yang mengawal Gareng keberangkatan untuk kepulangan nya ke negara ini, di kawal oleh 20 orang terbaik dan terlatih di para pengawal Naga Saki Sempur. " Kata Beni mengemukakan ke kawatiran nya itu.
"Aku rasa mereka dan Tuan Muda bisa menghadapai nya, dan perlu kau tahu Beni, Brigadir Anton Sideka juga bersama para anak buahnya ikut turun membantu mereka semua, Bila kita bergabung dengan mereka justru target kita akan kacau, bukan kah Tuan Muda memerintahkan kepada kita untuk terus memantau posisi anak anak dari dua dedengkot Genk Kobra Beracun." Kata Ucok menenangkan ke kawatiran sahabat nya Beni.
"Baiklah bila kau sudah berkata begitu.! Kata Beni.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.