
"Dret..................! "Dret..............! "Dret........!
"Satu pesan chat singkat masuk ke ponsel lelaki berusia 40 tahun lebih itu. Lalu dia membuka kunci layar ponsel tersebut dan mendengarkan audio suara yang di kirim oleh salah satu murid didik di padepokan macan putih. Dengan tersenyum manis dan berkata dalam hati.
kena kau kali ini tidak bisa mengelak lagi bukti sudah ada dalam genggaman tangan ku. Ucap Ujang Suparman dalam hati.
"Ketua kaya nya sedang bahagia.! Tanya Matih satu.
Disaat mau menjawab pertanyaan dari Matih satu. Tiba tiba ponsel Ujang Suparman kembali bergetar.
"Dret.........! "Dret.........! "Dret............!
"Kini ponsel nya kembali mendapatkan pesan dari Matih delapan. Lalu membuka nya dan langsung membaca nya.
"Ketua Manajer Ardi bersama Nyonya Rianti Direktur keuangan menuju lokasi tempat ketua berjaga. Pesan singkat dari Matih delapan kepada ketua Macan Putih itu.
"Lalu ketua Macan Putih langsung membalas pesan singkat itu.
"Matih delapan segera pergi dan temui Tuan Alex dan serta bawa bukti bukti untuk segera di berikan kepada Tuan Muda Harsya secepat nya.
Tidak lama berselang balasan dari macan putih delapan pun mendarat ke ponsel milik Ketua Macan Putih.
''Baik Ketua." pesan singkat pun di terima oleh Ujang Suparman.
Setelah selesai dengan acara pesan singkat antara Ujang Suparman dan matih yang di tugaskan di kantor pusat XFRES GROUP dan bukti pun sudah di dapatkan. Lalu Ketua pun memberi perintah kepada macan putih yang sedang bersama nya.
"Matih satu. Matih dua kita akan kedatang Manajer Ardi bersama Direktur keuangan Rianti untuk siap siap alat perekam. " Titah Ketua memberi perintah secara pelan.
Mereka berdua mengangguk dan mulai bergerak memasang alat alat untuk di jadikan bukti untuk lebih memperkuat menangkap tikus tikus kantor yang berkeliaran di perusahaan milik Tuan Muda.
Satu jam lama nya rombongan mobil mewah pun memasuki bangunan yang di jadikan tempat penyimpanan barang barang properti. Berhenti tepat di jajaran mobil mobil berbadan besar. Ketua Macan Putih bersama dua Matih dan penjaga lainnya langsung membuka kan mobil seraya membungkuk hormat kepada seorang lelaki dan perempuan turun dari mobil mewah tersebut.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya. " Ucap mereka serentak.
"Ardi dan Rianti membungkuk kepada para penjaga di bangunan tersebut. Mata nya sekilas menatap kearah Ujang Suparman yang baru ini dia lihat di tempat bangunan ini. Ketika Tuan Ardi mau bertanya kepada Ujang Suparman. Semua yang ada disitu tampak di kejutkan dengan suara ban yang berdenyit karena suara rem yang di paksa.
__ADS_1
Dari dalam mobil kini beberapa orang berkeluaran dengan tampang dingin dan sangar segera membuat barisan menuju pintu masuk bangunan dan dibelakang mereka menyusul Tuan Dion.
"Tuan Ardi dan Nyonya Rianti maap saya terlambat datang. " Kata Dion membungkuk hormat.
"Dion ayo kita masuk ke ruangan Khusus. " Ajak Ardi.
"Mari Tuan." Ucap Dion
Ardi dan Rianti berjalan masuk keruangan khusus di ikuti oleh Dion. Sedangkan yang lainnya di suruh bekerja dan kembali ke posisi masing masing.'' Titah Dion.
Tak lama berselang mereka bertiga sudah masuk kedalam ruang khusus yang hanya mereka bertiga saja yang bisa masuk.
"Dion jelaskan kepada ku siapa penjaga yang berada di post seumuran denganku? Tanya Ardi.
Nama nya Ujang Suparman ketua dia di bawa oleh Asisten Tuan Alex. Walaupun dia di bawa oleh Tuan Alex tapi dia nurut kepada kita. "Jawab Dion dengan yakin.
"Apakah bisa di buktikan ucapan mu itu? Tanya Ardi.
"Silahkan Tuan bisa tanya langsung kepada penjaga pos satpam itu." Jawab Dion.
"Baiklah. Aku percaya kepada mu. Atur sedemikian bagus nya. " Pinta Ardi.
Tuan Ardi pun menjelaskan maksud tujuan datang kesini karna ada yang mau di bicarakan kepada Asisten nya itu. Tentang tidak mau nya Radit di ajak kerjasama untuk segera mengakuisisi perusahaan milik Abdullah.
"Dion saya tidak mau tahu bagaimana cara nya kau bantai saudara tiri saya yang bernama Radit itu." Ucap Ardi
"Tunggu....! "Tunggu.....! "Tunggu dulu. Tuan! Anda tadi mengatakan Radit? " Tanya Dion sedikit mengenyitkan dahi.
Tuan Ardi hanya mengangguk saja sebagai jawaban dari pertanyaan lelaki yang sudah lama ikut bersamanya.
Bukan kah Radit adalah masih satu ibu dan ada ikatan darah dengan anda." Tanya Dion lagi heran.
"Memang benar. Tapi sekarang tidak lagi. Aku ingin agar kau memberi dia pelajaran. Jangan di bunuh.! Buat saja orang ini cacat." Kata Ardi memberi perintah.
"Anda pikirkan lagi Tuan Ardi. Bagaimana pun Radit adik tiri mu dan masih ada ikatan darah yang kuat. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. " Dion memberi nasehat.
__ADS_1
"Aku tidak butuh nasehat mu. Dion.! Yang aku inginkan adalah, kau lakukan saja apa yang aku perintahkan.! Bentak Ardi yang sudah mulai kesal.
Mendengar ini. Dion pun tidak lagi berbicara. Dia langsung keluar dari ruangan itu untuk mengumpulkan orang orang nya.
"Pengawal. Segera berkumpul orang orang kita. Saat ini kita ada tugas dari Tuan Ardi." Kata Dion kepada salah satu bawahan nya seperti Preman.
"Mau kemana kita bos? Tanya Dono.
"Memukuli seorang lelaki yang bernama Radit. Atas perintah dari Tuan Ardi. Cepatlah kau kumpulkan anak buah kita.! Jangan sampai nanti marah marah Tuan Ardi karna kelambanan mu. " Kata Dion tidak sabaran.
Walaupun pun merasa keheranan dan kebingungan dengan perintah atasannya. Dono tetap menurut. Bag nya untuk menghajar lelaki yang sudah sedikit tua. Untuk apa dia perintahkan mengumpulkan anak buah.! Jika serius saya sendiri juga sudah lebih dari cukup. Namun bagi nya ya sudah. Karena, semakin banyak orang orang yang ikut, Akan semakin mudah bagi mereka melakukan pekerjaan. Dan uang pun akan semakin cepat di dapat.
Tak lama setelah itu tampak sekitar lima belas orang berjalan di pimpin oleh Dono dan langsung menghampiri dimana Dion menunggu.
"Bos kami sudah siap. " Kata Dono.
Dion pun menghampiri anak buah nya lalu berbisik kearah telinga Dono.
"Dono. Kaya tukang jagal semua. " Bisik Dion
"Mereka preman pasar bos. " Kekeh Dono kearah telinga Dion.
"Pantas semua nya bau daging." Dion tertawa lepas.
"Mari ikut aku. Kita langsung kerumah nya saja dan kita kasih pelajaran di depan anak dan istri nya. " Kata Dion.
"Baik. " Kata Dono singkat.
"Ayo kita berangkat semua nya." Ajak Dion.
Tak lama kemudian. Dua unit mobil mewah dan satu unit mobil dugul terbuka bergerak meninggalkan bangunan tempat menyimpan barang properti menuju ke rumah Tuan Radit untuk menghajar dan memberi pelajaran atas keinginan Tuan Ardi.
Setelah mereka tidak terlihat lagi. Ujang Suparman sekilas menatap kearah atas lantai ruangan khusus. Apakah Manajer Ardi dan salah satu wanita yang di bawa nya itu memantau kepada dirinya atau tidak.
Terlihat keaadaan aman dengan gerak cepat Ujang Suparman segera mengirim pesan grup chat kepada Macan Putih untuk melindungi Tuan Radit. Yang akan di serang di rumah nya. Dan tak lupa pesan singkat pun di kirim kepada Tuan Alex.
__ADS_1
Jangan lupa like, favorit dan vote nya.
Bersambung.