TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Ucok dan Beni di tawari masuk perusahaan KOBRA COMPANY


__ADS_3

Salah satu kota termaju di Indonesia ini memang menawarkan suasana yang sangat kompleks. di antaranya suasana gemerlap saat malam hari. disini kita dapat menikmati suasana malam di pinggiran kota yang sangat bersih dan indah.


Disalah satu pinggir kota Medan tepatnya di di Kelurahan: -Glugur Kota -Karang Berombak -Kesawan -Pulo Brayan Kota -Sei Agul -Silalas. Ucok dan Beni kini sedang duduk berdua di temani dengan dua gelas kopi kapal api mix dan dua bungkus rokok Sampoerna mild.


"Ben............ Apakah sudah ada beberapa orang yang mencari keberadaan kita berdua.?" Tanya Ucok sesaat setelah Ucok membawa rokok dan dua gelas kopi.


Beni menggeleng kan kepala nya.


"Apakah anak buah Tuan Simon dan kedua sahabat nya akan benar benar mengirim anak buah mereka guna merekrut kita berdua." Tanya Ucok sekali lagi.


"Aku yakin dan sangat yakin mereka akan datang insting dari Tuan Muda tidak pernah meleset." Jawab Beni penuh keyakinan.


"Iya........ Betul aku juga sangat yakin." Ucap Ucok lalu menyeruput kopi yang berada di hadapannya.


Tak lama kemudian di saat mereka berdua sedang asyik menikmati suasana malam dengan obrolan seputar rencana pernikahan dengan kedua wanita kembar yang bekerja di Mansion Tuan Muda Harsya yaitu Inah dan Ineh, tiba tiba tiga unit mobil mewah masuk kedalam penataran halaman rumah milik Orang Tua Ucok.


Cok Ben mengalihkan pandangannya kepada tiga mobil yang baru masuk ke penataran halaman rumah tersebut dan langsung beranjak dari tempat duduk menghampiri nya. Dalam hatinya mereka berdua bertanya tanya siapakah mereka.


Semua yang ada di mobil kini turun bersamaan dan langsung membungkuk hormat kepada dua lelaki yang sedang berdiri di hadapan ketiga mobil yang baru datang.


"Selamat malam Tuan Cok Ben mohon maap mengganggu waktu santai kalian berdua." Ucap salah satu dari sepuluh orang yang datang seraya membungkuk hormat.


Cok Ben terdiam sejenak mereka berdua saling tatap, lalu salah satu membuka suara nya.


"Selamat malam juga, kalau boleh siapakah tuan tuan ini?" kenapa kalian semua bisa mengenal kami berdua.?" Tanya Ucok berbohong padahal dalam hati sudah mengetahui nya.

__ADS_1


"Rohichan menjawab pertanyaan dari Tuan Ucok.


"Kami semua di utus oleh mister Kong Kong pemilik perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP untuk mengajak Tuan Ucok dan Tuan Beni untuk bergabung bersama mereka dan kalian berdua akan di tempatkan di salah satu perusahaan KOBRA COMPANY GRUP.


Cok Ben tersenyum dalam hati jebakan dan rencana dari Tuan Muda Harsya masuk dalam perangkap nya.


Apakah kalian bisa membuktikan bahwa kalian benar benar utusan dari mister Kong Kong.?" Tanya Ucok.


"Tuan Ucok benar sekali, bila anda ingin bukti sekarang juga akan saya telepon mister Kong Kong atau Tuan Simon maupun Naga Saki Sempur." Jawab Rohichan meyakinkan mereka berdua.


"Hmmmm." Baiklah aku percaya kalau begitu, apa yang harus kami berdua lakukan.?" Tanya Ucok.


"Malam Esok Tuan Ucok dan Tuan Beni di suruh menghadap kepada mereka bertiga yaitu Simon dan Kong Kong serta Naga Saki Sempur di negara Jepang tepatnya di kota Chiyoda, semua keperluan sudah di persiapkan. Anda berdua tinggal berangkat dan besok pukul 10 siang akan kami jemput." Ucap Rohichan menjelaskan amanah dari majikannya.


"Bukan kah penerbangan kami berdua sedang di cekal dan tidak boleh bepergian dari negara ini.?" Kini Beni yang bertanya.


"Baiklah kita berdua akan ikut dan menerima undangan dari mereka bertiga." Kata Ucok dengan di angguki oleh Beni.


"Terima Kasih semoga bergabung nya Tuan Ucok dan Beni membawa kejayaan bagi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP dan KOBRA COMPANY GRUP. Ucap mereka serentak.


Setelah berbincang bincang mereka pun pamit dan akan kembali esok untuk menjemput mereka pukul 10 siang dan membawa mereka berdua menghadap ketiga sahabat almarhum Dani Rustandi.


"Ucok sebaiknya kau telepon Tuan Muda Harsya sekarang juga." Titah Beni berbisik kepada telinga Ucok.


"Jangan dulu, aku merasa mereka tidak sepenuhnya pergi dari rumah ini. Beberapa orang sedang memperhatikan ku, apakah mereka orang orang Simon Kong Kong dan Naga Saki Sempur atau orang orang kita." Kata Ucok pelan.

__ADS_1


"Baiklah aku ikut apa kata mu sahabat ku." Jawab Beni lalu berjalan menuju Gazebo.


Kali ini aku harus berhati hati tidak sederhana mungkin mereka merekrut kami berdua." Ucap Ucok dalam hati seraya berjalan mengikuti Beni.


*******************************************


Disalah satu Apartemen mewah milik Tuan Gandi Darma, seorang pemuda berusia 23 tahun sedang beradu argumen bersama seorang lelaki berusia 28 tahun dengan di dengarkan oleh seorang pemuda yang terbilang tengil tapi murah senyum.


"Kak Gandi saya tak habis pikir dengan jalan pikiran dari Tuan Muda Harsya, kenapa bisa dia dengan seenaknya untuk sementara waktu tidak boleh menghubungi kekasihku, dan yang kelewatan bukan saya sendiri tetapi Azis dan Riyan pun untuk tidak menghubungi kekasihnya." Keluh Dirga kepada Gandi.


"Adikku Dirga Brian dan kau Azis bukan kalian saja dan Riyan yang di suruh menjauh dari ketiga sahabat Tuan Muda. Tetapi Kakak juga di suruh untuk sementara waktu tidak boleh berhubungan dengan Lestari Ardana kekasih Kakak." Jawab Gandi dengan muka lesuh.


"Aku bukan boneka Kak yang harus mengikuti perintah dari Tuan Muda Harsya, untuk urusan pekerjaan aku akan mengikuti arahan dari pemilik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY tapi untuk urusan pribadi itu hak ku dan aku yang memutuskan." Protes Dirga kepada Gandi Darma.


"Betul kak Gandi apa yang di katakan oleh Dirga, aku juga sependapat." Timpal Azis ikut menghasut Dirga.


"Kenapa tidak langsung saja kalian berdua berbicara kepada Tuan Muda Harsya, karna Kakak tidak punya hak memutuskan apa yang di inginkan oleh kalian berdua." Kata Gandi.


"Ok." Kak kami berdua akan langsung berbicara kepada Tuan Muda Harsya mungkin Riyan juga akan saya beritahu terlebih dahulu, ikut atau tidak nya itu terserah dirinya." Kata Dirga kesal dengan keputusan yang di ambil oleh pemuda yang bernama Harsya.


"Silahkan.......... Silahkan........... Bila kalian berdua puas. Aku tetap akan mengikuti perintah dari Tuan Muda Harsya. Karena aku sudah berkaca dan mengetahui dari sepak terjang Cucu dari Tuan Besar Abdullah." Kata Gandi dengan yakin.


"Terima Kasih Kak, kalau begitu saya pamit undur diri mungkin esok saya berdua akan langsung menuju Mansion Tuan Muda Harsya." Ucap Dirga seraya beranjak pergi bersama Azis.


"Huh...........! Kesal Gandi seraya menjambak rambut nya.

__ADS_1


"Aku harus telepon Tuan Alex dan langsung memberi tahukan tentang Dirga menolak keras perihal rencana yang sedang di buat oleh Tuan Muda." Seraya mengeluarkan ponselnya.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


__ADS_2