
Setelah menerima telepon dari Tsubasa anak buah yang di susupkan oleh saran dari Brigadir Anton Sideka. Pemuda itu pun lalu beranjak pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan akan pergi menuju Mansion mewah Paman Suhardi.
"Sayang kamu mau ikut nggak.? Tanya Harsya kepada istrinya.
"Emang mau kemana Kak." Jawab Halimah.
"Mau kerumah Paman Suhardi, semenjak kita nikah, kita berdua belum mengunjungi Paman Suhardi dan yang lainnya." Kata Harsya.
"Imah ikut Kak, Tunggu ya mau ganti pakaian dulu." Ucap Halimah lalu berjalan kearah menuju kamarnya.
Ketika Halimah sedang berganti pakaian, pemuda itu berjalan kearah ruangan dapur mencari sosok dua wanita yang paling penting di hati Cok Ben.
"Inah dan Ineh, saya mau berbicara sebentar dengan kalian berdua.' Tegur seorang pemuda yang sudah berada di ruangan itu.
"Ehk....... Aden, Harsya......! Kenapa datang kesini." Sahut Inah kaget.
"Aden, ada hal penting apa yang mau di bicarakan kepada kami berdua." Ucap Ineh.
"Inah dan Ineh, apakah kalian berdua masih suka menghubungi Padepokan Cimande yang ada di kota Bandung Barat.?" Tanya Harsya.
"Alhamdulillah masih, emang nya kenapa Tuan Muda bertanya tentang Padepokan Cimande.? Tanya Inah penasaran.
"Hanya ingin bersilaturahmi saja, bisa kah nanti saya antar ke padepokan Cimande dimana kalian berdua dulu pernah belajar dan menjadi murid persilatan Cimande." Kata Harsya.
"Bisa...... Bisa...... Bisa....... " Kata Inah antusias senang mendengar nya.
Disaat mereka sedang mengobrol tiba tiba suara teriakan Halimah mencarinya.
"Kak........... Harsya, lagi dimana." Teriak seorang wanita mencarinya.
"Iya sayang kakak di sini di dapur." Jawab Harsya dengan nada yang keras.
Tak lama setelah itu Halimah pun datang dengan pakaian yang modis dan trendy berbalut hijab hitam di kepala nya.
"Kakak, lagi ngapain disini?" Ayo Imah sudah siap.! Ajak Halimah.
"Kakak lagi ada perlu dulu sama Inah dan Ineh.!! Ayo kita berangkat." Ucap Harsya.
Halimah hanya mengangguk dan mereka pun beranjak meninggal dapur menuju pintu keluar untuk pergi kerumah Paman Suhardi.
__ADS_1
Mobil Lamborghini Aventador melaju keluar dari Mansion mewah membelah jalanan di sore hari itu menuju kediaman Tuan Suhardi yang ada di Jakarta Timur tak jauh dari markas Anugrah Zahra group.
Empat puluh menit kemudian mereka pun kini sudah sampai di gerbang pintu Mansion yang menjulang tinggi keatas.
Satpam tersebut lalu membuka kan gerbang pintu setelah mengetahui siapa pemilik Mobil mewah yang datang di sore hari itu.
Mobil Lamborghini Aventador pun kini melaju dengan pelan menuju halaman Mansion dan berhenti tepat di samping mobil Toyota Alphard.
"Selamat sore Tuan muda dan Nyonya muda." Ucap para pengawal setelah dua orang pengawal membuka kan pintu mobil tersebut.
"Terima Kasih Paman Paman." Jawab Harsya dengan senyuman ramah.
Pasangan pengantin yang baru seumur jagung itu kini melangkahkan kaki nya menuju pintu masuk Mansion mewah tersebut mengikuti penjaga yang akan membawanya menuju ruangan keluarga paman Suhardi.
Tak lama berselang mereka berdua kini sudah sampai di ruangan keluarga dan di sambut hangat oleh sepasang suami istri setengah baya beserta dengan seorang gadis seumuran istrinya.
"Assalamualaikum." Paman Suhardi Tante Suhardi dan Ariani." Ucap Harsya setelah sampai di ruangan tersebut.
"WaallAikum Salam..............." Jawab mereka bertiga dengan senyuman dan pelukan hangat yang mereka berdua dapatkan.
"Pengantin baru ayo duduk." Goda Paman Suhardi. Mereka berdua mengangguk dan wajahnya bersemu merah.
"Paman bisakah kita mengobrol berdua, karna ada hal penting yang harus kita bahas." Pinta Harsya.
"Baiklah Nak Harsya, sayang kamu temani Halimah ya." Pinta Suhardi kepada istrinya.
"Baik sayang." Jawab Istri Suhardi.
"Yang....... Kakak tinggal dulu ya, kamu bersama Ariani dan Tante Suhardi gak pa pa kan." Kata Harsya seraya memegang tangan nya.
"Iya Kak..............
Mereka berdua kini beranjak meninggalkan ruangan keluarga menuju ruangan kedap suara di lantai atas.
"Nak Harsya silahkan duduk." Pinta Suhardi mempersilahkan.
"Terima Kasih banyak Paman." Jawab Harsya setelah sampai di ruangan itu.
***********************************************
__ADS_1
Sementara di waktu yang berbeda tapi masih jam yang sama, tepat di salah satu lembaga permasyarakatan dua orang wanita paruh baya berstatus adik kakak sedang kedatangan orang yang membesuk nya di sore hari itu.
Winda dan Windi yang terkena hukuman 10 tahun penjara saat ini sedang mengobrol bersama seorang pengacara untuk membahas sesuatu yang penting agar mereka berdua bisa di bebaskan bagaimana cara nya.
"Nyonya Windi dan Nyonya Winda, kita mempunyai celah untuk membebaskan Anda berdua." Kata lelaki berusia 40 tahun itu setelah mereka duduk berhadapan.
"Apakah kau tidak sedang bercanda atau pun memberikan angin segar kepada kami berdua tentang perkataan mu.?" Tanya Windi.
"Nyonya, saya serius dengan perkataan ku ini." Ucap lelaki itu yang bernama Hutabarat.
"Coba kau katakan, bagaimana cara nya kami berdua bisa keluar dari tempat laknat dan sangat menjijikkan." Kata Windi dengan wajah penasaran.
"Aku sudah berbicara panjang lebar dengan beberapa penegak hukum yang mempunyai jabatan di atas Brigadir Anton Sideka, mereka bisa saja membebaskan kalian berdua, dengan meminta uang yang lumayan pantastis." Kata Hutabarat dengan suara pelan.
Mereka berdua tersenyum senang, karna uang bukan masalah besar bagi Windi dan Winda.
"Berapa yang mereka minta agar kita berdua bisa bebas.?" Tanya Windi dengan senyuman bahagia.
"Mereka meminta dalam bentuk uang dolar senilai 20 juta." Jawab lelaki yang berprofesi sebagai pengacara itu.
"Kata nya untuk di bagi rata kepada pihak pihak yang akan mengeluarkan kalian berdua." Kata Hutabarat lagi.
"Hahahaha.............. Hahahaha......... Hahahaha........
Mereka berdua tertawa terbahak bahak setelah mendengar permintaan dari tikus tikus penegak hukum, lalu Windi pun berkata.
"Baiklah saya akan memberikan uang tersebut tapi dengan jaminan bahwa kami berdua benar benar bisa keluar dari tempat ini.
"Saya jamin seratus persen anda berdua bisa bebas dan keluar dari sini." Ucap Hutabarat yakin.
Kedua istri dedengkot petinggi Organisasi Genk Kobra Beracun tersenyum. Tuan Hutabarat malam ini juga kau berangkat ke Negara Jepang dan temui anak saya Anastasia yang berada di kampus. Josai International University Jepang, Chiyoda, lalu bicarakan semuanya kepada anakku." Titah Windi kepada lelaki yang menjadi pengacara nya itu.
"Siap Nyonya saat ini juga saya akan langsung melakukan penerbangan menuju negara sakura dan langsung bertemu dengan putri anda." Ucap Hutabarat.
"Baiklah kita berdua percaya kepada anda." Ucap Windi.
Jam kunjungan pun selesai, Windi dan Winda pun kembali ke ruangan tahanan, sedangkan pengacara nya kini kembali menuju rumah nya dan akan langsung berangkat menuju negara Jepang untuk segera melaksanakan tugas nya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1