
Satu unit mobil Lamborghini Aventador melesat dengan kecepatan tinggi di jalan penghubung antara Jakarta selatan dan Jakarta timur, ketika mobil itu berbelok menuju jalan Gang kecil. Tepat di salah satu rumah mewah bertingkat tiga, mobil itu berhenti di pintu gerbang masuk.
"Tin.........! Tin.........! Tin.........! Klakson dari mobil tersebut membuyar kan para penjaga yang sedang terlelap mungkin karna kecapekan atau pun rasa lelah akibat pekerjaan yang begitu banyak, padahal malam itu masih terlalu dini untuk di bilang di kota besar tersebut.
Tak lama berselang pintu gerbang rumah tersebut terbuka lebar dan mobil mewah Lamborghini Aventador pun melajukan dengan pelan menuju penataran yang ada di halaman parkir, dan berhenti tepat di samping mobil Pajero sports.
Beberapa pengawal di rumah itu menghampiri dan membukakan pintu mobil seraya membungkuk hormat ke pengendara mobil tersebut.
"Selamat malam Tuan Muda, mohon maap atas keterlambatan membuka pintu gerbang rumah." Kata salah seorang dari enam penjaga tersebut.
"Tidak apa apa Paman silahkan anda bekerja kembali saya akan segera masuk kedalam rumah tersebut." Jawab pengemudi mobil yang di panggil Tuan Muda itu.
Pemuda itu langsung berjalan menuju masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung menuju ruangan keluarga yang sudah di tunggu sosok lelaki setengah tua dan lelaki paruh baya.
"Selamat malam Paman Anton Kiayi Sepuh." Sapa pemuda setelah sampai di ruangan keluarga itu.
"Anakku...........! sini Nak duduk." Titah Kiayi Sepuh dan di angguki oleh Paman Anton Sideka dengan senyuman.
"Terima Kasih Kiayi, terima kasih Paman Anton. " Jawab Harsya langsung melangkah dan duduk di kursi tersebut.
Tak lama setelah itu ketika pemuda yang baru datang itu sudah duduk di kursi ruangan keluarga, salah satu dari dua lelaki yang telah berumur mulai bertanya.
"Tuan Muda apakah sudah di persiapkan dengan matang untuk misi esok hari menyergap Dani Rustandi dan Gareng, kepulangan dari negara sakura itu?" Tanya Pria setengah tua itu.
__ADS_1
Sudah Paman......! Akan tetapi tujuan saya datang kesini, karna ada dua opsi pemberangkatan dari mereka berdua, dan itu juga sudah di rapatkan dengan orang orang yang tadi tidak ikut bubar dalam rapat perusahaan itu.! Kata Harsya menjawab pertanyaan dari Brigadir Anton Sideka.
"Maksud anda Tuan muda bisa kah di jelaskan dengan detail dan rinci perkataan barusan." Pinta Jendral kepolisian itu.
''Tadi sebelum rapat di mulai Ucok mendapatkan telepon dari Dani Rustandi, memberi tahukan bahwa dia dan Gareng akan berangkat dengan dua pemberangkatan yang berbeda. Ketua Genk Kobra Beracun akan berangkat menggunakan jalur udara dan mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta, lebih awal. Sedangkan Dani Rustandi akan menggunakan jalur laut dan akan tiba di pelabuhan merak sekitar pukul delapan malam, itu akan lebih awal sampai ke negara kita adalah adik ipar nya, yaitu Ruli Siregar Rusady alias Gareng. Panjang lebar Tuan Muda menjelaskan kepada kedua adik kakak itu di suasana malam di kediaman Jendral kepolisian itu. Hingga mereka berdua manggut manggut mengerti penjelasan dari seorang pemuda tampan itu.
"Apakah Tuan Muda sudah di persiapkan langkah langkah dan rencana rencana untuk esok hari.? Tanya Anton Sideka.
"Sudah Paman. Harsya pun menjelaskan semuanya tentang obrolan sesudah rapat bersama orang orang yang tidak di perbolehkan keluar oleh dirinya karna akan membahas sesuatu yang sangat penting untuk pembantaian kepada Dani Rustandi dan Ruli Siregar Rusady alias Gareng Ketua Genk Kobra Beracun. Begitu lah rencana yang sudah di sepakati oleh kita bersama Paman. " Ucap nya pemuda itu.
Brigadir Anton Sideka menatap kearah kakak angkatnya yaitu Kiayi Sepuh, dan di angguki oleh Kiayi Sepuh untuk di persilahkan memberi masukan kepada pemuda di hadapannya itu.
"Tuan Muda kalau boleh Paman memberi saran dalam penyergapan yang akan di lakukan oleh anda bersama para anak buah.! Pinta Jendral kepolisian itu.
"Silahkan Paman, saya mendengar kan saran dan masukan dari anda.! Jawab nya.
"Sama hal yang di lakukan oleh Dani Rustandi kita akan menyergap setelah bertemu dengan anak dan istrinya, karna Winda dan Windi terjerat pembunuhan kepada Tuan Khabil Ardana dengan bukti bukti yang sudah Paman pegang dan saksi saksi dari mantan Anggota Genk Kobra Beracun yang akan menjadi saksi di persidangan kepada dua tersangka adik kakak tersebut.
Untuk urusan Dani Rustandi dan Ruli Siregar Rusady itu terserah anda mau di bagaimana kan, Paman bersama jajaran kepolisian akan tutup mata dan telinga, untuk urusan itu. " Kata Anton Sideka panjang lebar memberi saran dan masukan yang bijak dan masuk akal.
Pemuda itu bergeming terdiam sedang memikirkan masukkan yang di berikan oleh Brigadir Jendral kepolisian itu, dia mencerna gagasan itu, untuk di timbang serta di putuskan dalam satu kata yaitu, setuju atau tidak.
"Baiklah Paman aku ikut saran dan masukan dari anda untuk di Sah kan kepada mereka yang akan bergerak esok hari di mulai dari kedatangan Ketua Genk itu." Jawab Harsya yakin dengan rencana yang di beri masukan oleh Brigadir Anton Sideka itu.
__ADS_1
Kiayi Sepuh dan Anton Sideka tersenyum, lalu berkata kepada Harsya.
"Anakku insyaallah esok kemenangan akan berpihak kepadamu, mungkin permasalahan akan selesai sementara waktu." Ucap Kiayi Sepuh, di Amiin kan oleh mereka berdua.
Waktu pun semakin larut obrolan antara mereka bertiga akhir nya usai,
"Paman Anton, Kiayi Sepuh. Harsya undur diri karna malam semakin larut." Pinta Harsya ijin untuk pulang ke Mansion.
"Silahkan Tuan Muda. " Jawab nya.
Pemuda berusia 21 tahun pun keluar dari rumah mewah bertingkat tiga itu bersama Kiayi Sepuh dan lelaki berusia 45 tahun itu sampai di halaman rumah dimana mobil mewah Lamborghini Aventador terparkir.
Jendral kepolisian itu langsung menyuruh beberapa anggota kepolisian untuk membuntuti dari arah belakang karna merasa kawatir dan cemas karna malam yang semakin larut.
**********************************************
Pagi pun kini telah datang di hari weekend itu. Matahari tampak telah muncul dari terbenam nya di hari kemarin, pemuda yang di panggil Tuan Muda kini sedang berada di halaman samping Mansion mewah memandang kearah bunga bunga yang bermekaran dengan diiringi hirupan udara di pagi hari itu.
Tak lama setelah itu satu perempuan yang begitu anggun membawa kan satu gelas berisi kopi hitam penghangat di pagi itu.
"Kak.........! Kopi nya......! Tegur Halimah kepada pemuda yang sedang memandang kearah bunga bunga itu.
"Terima Kasih Imah kesayangan ku." Goda Harsya di pagi hari yang Indah.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.