
"Ting Tong..............!
"Ting Tong..............!
"Lestari......... Tolong buka kan pintu. Ada tamu..Mami sedang masak. Titah Seorang wanita paruh baya sambil berteriak.
"Iya. Mam.! Lestari beranjak dari kamarnya yang sedang mengutak-atik ponsel nya berkirim pesan dengan sang pujaan hati.
"Ting Tong...........!
"Ceklek........... Pintu terbuka.!!
"Tuan Muda. Ayo masuk." Kata Lestari terkejut kaget setelah pintu Apartemen terbuka muncul sosok pemuda pemilik perusahaan tempat gadis itu bekerja.
"Harsya tersenyum manis kearah gadis itu. Lalu masuk, pintu pun di tutup kembali oleh Lestari.
"Oma. Ada nggak. Tari.?" Tanya Harsya.!!
"Ada Tuan Muda. Oma sedang di dapur sedang memasak." Jawab Lestari.
"Makasih. Kalau begitu. Aku mau ke dapur nemuin Oma dulu." Kata Harsya.!! Lalu melangkah seraya memanggil manggil Elizabeth.
"Oma.........!! Oma.......!! Cucu mu datang berkunjung..!!
Wanita paruh baya yang sedang memasak seketika meninggalkan aktivitas nya dan menemui seorang pemuda yang memanggilnya dengan nada tinggi.
"Hei........ Cucu bandel. Sini mau aku getok pake alat dapur, ini bukan lapangan bola. Kenapa harus berteriak teriak memanggil Oma." Kesal wanita paruh baya tapi bibir nya tersenyum.
"Hehehehe. Maap Oma. Jangan getok kepala Harsya. Tuh Lestari aja, karna gak mau manggilin Oma." Kelak Harsya seketika sipat jahil nya timbul.
__ADS_1
"Wuzzzzzzz..................! Satu buah bantal tidur melayang menuju arah belakang punggung Harsya.!!
"Wadaw...............!! Pekik Harsya seraya membalikkan badan dan terkekeh kearah lestari.
"Huh.........!! Dasar lempar batu sembunyi tangan.' Kesal Lestari. Nanti bilangin Kakek Abdullah tahu rasa." Kata Gadis cantik dengan rambut sebahu mata bening.!
"Ohk..........!! Adikku yang cantik ampun beribu ampun. Jangan kau adukan kepada raja kakek Abdullah. Nanti Kakak di kutuk jadi jelek." Canda Harsya tertawa lepas. Wanita paruh baya yang sedang memegang colek penggorengan tertawa, beda dengan lestari bibir nya monyong kaya Tutut.!!
"Sudah.......! Sudah.......! Sudah.......! Cucuku jangan terus menerus kamu kerjain Lestari, kasihan sedang bersedih karna jarang di balas pesan Wasttap dari kekasihnya." Kekeh Elisabeth.!!
"Oma...................! Apaan sih." Replek Lestari.!
"Ups. Sory. Keceplosan." Kata Elisabeth.!
"Ayo. Duduk. Cucuku. Tumben ada apa kamu kesini." Ajak Elisabeth kepada Harsya.
"Pukh..............! Pukulan pundak sangat pelan dari wanita paruh baya itu. Kamu tuh yaa. Sudah mau mempunyai anak tapi sipat jahil mu tak pernah berubah sampai saat ini juga. Ayo duduk kita ngobrol dengan serius. Oma kangen sama kamu." Ajak wanita paruh baya lalu menarik tangan Harsya untuk segera duduk.
Akhirnya mereka bertiga pun sudah duduk dan saat ini sedang berada dalam mode serius, walaupun harus melewati drama receh yang di akibatkan oleh seorang pemuda yang kini cara berpakaian dan penampilan nya persis seperti Harsya pertama kali bertemu dengan Lestari sebagai tukang ojeg online.
"Harsya. Bagaimana keaadaan istrimu. Apakah dia baik baik saja.! Kondisi janinnya tidak mempersulit kan Ibu nya nggak.?" Tanya Elisabeth memulai obrolan nya.
"Alhamdulillah. Oma keaadaan Halimah. Saat ini dalam keadaan baik baik saja. Aktivitas nya juga pergi ke kampus di temani dengan Lia, kekasihnya Fander atas permintaan dariku." Jawab Harsya dengan senyuman manis dan gigi berderet putih terlihat oleh mereka berdua.!
"Syukur, Harsya kalau Istri mu baik baik saja. Tapi tidak minta yang aneh aneh kan.? Tanya Elisabeth penasaran walau bagaimana pun wanita paruh baya itu pernah mengalami seperti Halimah mengandung.
"Hehehehe. Kalau urusan itu mah Oma. Jangan di tanya lagi. Oma sendiri juga pernah seperti Halimah waktu mengandung anak." Jawab Harsya. Elisabeth pun mengangguk.
"Oma dan Lestari maksud tujuanku.Datang kesini mau meminta pertolongan kepada kalian berdua, khususnya kepada Oma Elisabeth." Kata Harsya.
__ADS_1
"Pertolongan seperti apa yang di minta dari Oma. Oma akan berusaha memenuhi permintaan dari mu Cucuku." Jawab Wanita paruh baya itu.
Pemuda bernama Harsya pun menjelaskan semuanya tentang informasi yang di dapatkan dari Ken dan Rex serta rencana yang sedang di jalani oleh Riyan, yang membuat kaget dan terkejut wanita paruh baya itu tentang penghianatan seorang sahabatnya yaitu Hani dan Azis berbelot mendukung pihak musuh lalu membongkar kan seluruh jati diri dan kelemahan kelemahan pihak perusahaan yang baru lima bulan di gabungkan itu.
Yang di takutkan dalam pemikiran Harsya saat ini keselamatan Halimah istri nya. Takutnya kondisi kehamilan nya terganggu dengan permasalahan permasalahan suaminya yang sedang di hadapi walaupun belum seratus persen akan terselesaikan karna melihat musuh musuh kali ini tidak bisa di pandang enteng.!
"Bajingan........... !
"Lestari berjanji. Akan ku robek mulut berbisa Hani dengan tanganku ini. Dasar anjing yang bisa menjilat Tuan nya." Geram Gadis itu setelah mendengar cerita dari Harsya yang kini menjadi majikannya.!
"Tenangkan terlebih dahulu amarah mu. Untuk saat ini situasi nya tidak memungkinkan. Hani mempunyai dekengan dari seorang Mapia berdarah dingin, kalau sampai kerjasama antara Simon dan Kong Kong serta Naga Saki Sempur berhasil bersama dua Mapia yang tinggal di Negara Singapura.!!
"Iya. Oma Tari juga tahu.!!
"Cucuku. Untuk urusan Halimah, serahkan pada Oma. Nanti Oma akan tinggal di Mansion, untuk menjaga dan membimbing agar tidak banyak pikiran. Jadi kamu bisa pokus menghadapi orang orang yang akan menyerang perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP.
"Terima Kasih Oma sebelumnya. Harsya menjadi tenang. Walau bagaimana pun mereka mengincar diriku. Hanya ada satu jalan untuk menyelesaikan permasalahan semua ini. Aku sebagai pewaris tunggal perusahaan terbesar se-Asia yang tumbang atau mereka yang akan mati di tanganku." Kata Harsya dengan sorot mata yang menyala nyala.
"Maapkan aku. Istriku tidak ada cara lain lagi aku harus melawan dengan tanganku sendiri walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Kakek Nenek dan Paman Kiayi Sepuh tolong jaga istriku dan anakku." Batin Harsya bergejolak.
Kedua wanita itu melihat sorot mata pemuda yang begitu tajam di selimuti dengan kemarahan, membuat mereka berdua ngeri.
Cucuku. Oma yakin kamu bisa menyelesaikan semua nya." Kata wanita paruh baya itu dengan lembut seraya menenangkan amarah yang bergejolak dalam dadanya.!
"Doa kan saja Oma.! Lirih Harsya.!
"Oma dan Lestari akan selalu mendoakan yang terbaik buat mu." Jawab Elisabeth dengan mata yang sayu, dan anggukan kepala dari gadis cantik yang duduk di samping wanita paruh baya tersebut.
Bersambung.
__ADS_1