
Saat mendengar perintah dari mereka secara kasar, Harsya bersama Halimah serta Inah dan Ineh berikut supir Mang Jaka keluar dari mobil sambil mengangkat tangan nya pura pura menyerah.
Kini mereka saat ini sedang mengangkut posisi tangan telah di sergap dan di kandaskan kebagian badan mobil sehingga posisi nya saat ini hampir menelungkup.
Mereka yang sudah tersedak kini sempat melirik kearah mobil sport yang di banting oleh mobil Pajero sports dan dua orang mulai menghampiri mereka yang sedang menelungkup.
"Hei........ Bangsat katakan kepada ku.!! Kenapa kau membanting mobil kalian kearah mobil yang sedang saya lajukan hah. " Bentak lelaki berusia 40 tahun lebih yaitu Ruli Siregar Rusady alias Gareng.
Apakah anda tidak mengenal saya Tuan Gareng sang Ketua Genk Kobra Beracun? Bila anda tidak mengenal dengan saya, sungguh sangat di sayangkan." Kata Harsya dengan senyuman mengejek. Hingga Harsya semakin di tekan tubuh nya merapat ke mobil.
Seketika pukulan mengarah ke punggung Tuan muda Harsya menggunakan bat stik dengan cukup keras.
"Plaak...............!
"Bugh...............!
"Kak Harsya...............! Aden Harsya.........! Tuan muda............! Teriak Halimah, Inah dan Ineh serta Mang Jaka......!
"Ow......" Ow......." Ow......." Tuan Muda.......! Hahahaha." Ledek Gareng dan mulai berkata lagi dengan lantang.
"Hai............ anak muda jangan pernah mempermainkan ku. Saya bertanya dan jawab dengan jujur? Teriak lelaki yang bernama Ruli Siregar Rusady sambil menarik kerah baju Harsya. Dan langsung memukul seluruh tubuh dan kepala nya
"Bugh.............!
"Bugh.............!
"Bugh............!
Kini darah mengalir dari kepala dan seluruh tubuh pemuda itu, hingga pemuda itu tersentak kebawah aspal jalan hingga tak sadarkan diri.
Halimah serta Inah dan Ineh melihat pemuda yang di cinta dan di hormati oleh dua wanita berusia 30 tahun terkapar di aspal dengan darah mengalir dari kepala nya. Kini amarah mereka meledak ledak.
"Kalian telah berani berani nya menyakiti orang yang aku sayangi" Kata Halimah dengan amarah yang di tahan, seraya membalikkan badannya dan langsung mengirimkan tendangan keras kearah lelaki yang telah memukul kekasih nya itu.
Sama hal yang di lakukan oleh Inah dan Ineh yang pernah belajar silat di perguruan Cimande. Langsung berontak dan membabi buta memukuli orang orang tinggi besar.
__ADS_1
Sementara Mang Jaka Tingkir hanya bersembunyi di belakang mobil karna dia tidak pernah belajar atau pun berkelahi sama sekali, dengan kaki di tekuk dan badan menggigil seraya berdoa.
Pertarungan pun kini pecah tiga wanita melawan lima belas lelaki yang sudah sangat terlatih, Halimah yang melihat salah satu dari mereka mau memukul pemuda yang sudah tergelatak di aspal, segera mengirim tendangan yang tepat menghantam pergelangan tangan lelaki itu.
"Uh......" Bangsat....! Kata lelaki itu begitu pemukul kasti terlepas dari pegangan tangan nya.
Sambil memaki panjang pendek, dia segera mengeluarkan pisau belati dari pinggang nya dan bersiap siap untuk membunuh pemuda yang tergeletak di aspal itu.
"Dor...........! Dor...........!
"Suara tembakan senjata api tidak terdengar keras melesat dari arah kejauhan.....!
"Buuuugh................!
Kini tampak lelaki yang memegang pisau belati jatuh ke aspal dengan kepala terlihat noda darah. Sebentar mengejang lalu mati.
"Siaaalaaaan..........! Kita telah di kepung.! Kata lelaki berbadan besar mata sipit itu, berteriak kepada teman teman nya.
Begitu ucapan itu keluar dari mulut nya kini dari segala arah berkeluaran orang orang berpakaian putih serta ikat kepala warna hitam dan seperti air bah langsung menabrak mereka dengan membabi buta hingga mereka kini seperti orang yang di paksa bangun dari mimpi indahnya.
"Hahahaha." Kau Alex.! Berani sekali kau mengepung ku dengan orang orang lemah." Kata Gareng dengan senyuman mengejek.
"Hai...........! Bangsat, dasar manusia sampah, Aku lawan mu. tiba tiba pemuda bernama Gandi datang menjawab pertanyaan dari Gareng untuk segera membawa Tuan Muda.
"Dirga......! Cepat bawa mobil kesini dan langsung buka pintu mobil nya! Bentak Alex.
"Baik Ayah." Jawab Dirga langsung berlari kearah mobil dan menghidupkan mobil nya langsung melaju kearah ayahnya yang sudah mengangkat Tuan Muda Harsya.
Tidak boleh ada yang membawa pemuda itu dari sini. Atau kalian akan merasakan pukulan dan amukan dari saya." Kata kepala pengawal yang di kirim oleh Naga Saki Sempur seraya mengeluarkan pedang samurai.
"Bagaimana Gandi bila tidak di bawa langsung Tuan Muda takut nyawa nya tidak tertolong?" Tanya Alex kebingungan.
Gadis yang di panggil Halimah langsung berteriak dengan marah.! Matih Matih bantai bangsat itu sekarang juga. Agar bisa membawa Kak Harsya ke rumah sakit.
Setelah perintah dari anak guru nya untuk menghadang lelaki yang menggunakan samurai kini 10 Matih pun langsung melompat kesana kesini untuk membantai lelaki tersebut.
__ADS_1
Dalam berkecamuk perkelahian itu tampak Tuan Alex sedang mengangkat Tuan Muda dan memasukkan ke dalam mobil yang sudah siap melesat oleh Dirga.
Setelah Tuan muda di bawa oleh Alex dan Dirga kini Gandi mulai melawan dengan Ketua Genk Kobra Beracun itu.
"Kau yang bernama Gareng.! Ayo kita bertarung saya mau merasakan nama besar mu apakah sama dengan jago berkelahi atau hanya mengandalkan orang lain saja? Cibir Gandi.
"Huh.......! Kau jangan bangga karna telah menjebak ku. Ku terima tantangan mu." Jawab Gareng menerima tantangan bertarung dari Gandi.
Gareng dan Gandi kini saling menangkis satu sama lain, memang di awal Gandi sempat kewalahan gaya bertarung ala Gareng yang terkesan tak beraturan dalam memukul. Hingga Gareng merasakan kelelahan dan napas nya ngos ngosan saat ini.
Gandi yang tadi hanya menangkis saja tanpa melawan, dan melihat Gareng merasa kan kelelahan, waktu nya mengambil kesempatan untuk menyerang balik kearah lawan nya itu, Berkali kali tinju dan sepakan Gandi menghantam perut dan paha Gareng sehingga merasakan mual dan rasa linu di sekitar paha dan perut nya.
Begitu Gareng terbungkuk tangan memegang perut nya, Gandi pun kembali mengirim tendangan keras yang tepat menghantam dagu Gareng membuat dia terdungak dan jatuh terduduk.
"Gandi yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan segera mengeluruh kebagian belakang dan mencengkeram rambut milik Gareng. Lalu dia menekan bawah dagu Gareng dengan tangan kiri dan menekan kening dengan tangan kanan lalu dia putarkan secara keras.........
"Kraak............!
Terdengar suara tulang leher patah di ikuti dengan ambruknya sosok tubuh di aspal jalan yang begitu sepi.
Melihat orang yang di kawal nya mati, kini beberapa para pengawal yang masih bergulat dengan orang orang Tuan Muda Harsya mulai mengamuk dan berlari kearah Gandi............! Tetapi tiba tiba dari arah kejauhan empat peluru secara beruntun menembus lelaki yang berlari untuk menyerang Gandi.
"Dor..........., !
"Dor.........., !
"Dor.........., !
"Dor.........., !
"Cok Ben, Ken dan Rex serta Fander mantap.! Teriak Ujang Suparman sambil mengacungi jempol.
"Yang lainnya jangan biarkan hidup." Kata Gandi berteriak memberi perintah.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1
Bersambung.