
"Tuan Muda sebelum nya saya meminta maap, bila di ijinkan bertanya.? Kata Gandi dengan menunduk hormat.
"Silahkan Kak.! dengan senyuman manis yang di berikan oleh Harsya.
"Begini Tuan Muda, untuk pribadi diri saya tidak menjadi masalah keluar dari perusahaan dan langsung menyatakan ke publik bahwa saya keluar dari perusahaan milik anda, tetapi berbeda dengan yang lainnya seperti Fander, Riyan Azis, Dirga dan Syamsul beserta Bimo kemungkinan mereka akan kecewa dan sakit hati kepada anda, dan berusaha membongkar identitas serta akan bergabung dengan pihak musuh untuk membalas dendam rasa sakit hati ini.
Pemikiran serta ketakutan yang di limpahkan serta di tanyakan kepada pemuda yang bernama Harsya oleh lelaki itu, membuat Alex dan Cok Ben manggut-manggut kepala nya, setelah di timbang dalam otak dan hatinya ada benar nya juga apa yang di katakan oleh Gandi Darma tersebut.
Harsya tersenyum, mendengar penjelasan dari Gandi, ketakutan dalam hatinya hal yang wajar di rasakan oleh pemuda berusia 28 tahun itu, dia melirik kearah Paman Alex dan Cok Ben, mereka semua mungkin pemikiran dan hatinya mempunyai ketakutan yang sama seperti Gandi.
"Kak, Gandi itu sudah ada dalam hati dan pikiran saya, yang terpenting Kak Gandi dan yang lainnya menjalankan perintah dan rencana yang sedang saya atur." Jawab Harsya dengan senyuman.
#Plasinbackonf#
Setelah pertemuan dengan Tuan Muda dan Cok Ben serta Tuan Alex orang tua angkat saya, dalam hati saya terus menerus bertanya rencana apa yang akan di jalankan oleh pemuda yang sebentar lagi akan melangsungkan akad pernikahan dengan putri dari Kiayi Sepuh.
"Begitu lah cerita nya saya di panggil oleh Tuan Muda." Ucap Gandi menjelaskan semua nya kepada yang hadir di markas Besar Macan Putih.
"Mungkin kalian juga bertanya tanya, sebenarnya ada apa dan kenapa sampai kita kita di keluarkan oleh perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY itu." Ucap nya lagi Gandi Darma.
*********************************************
__ADS_1
Saat ini waktu menunjukkan pukul tiga sore.
Di salah satu kafe yang tidak jauh dari kampus Gunadarma dimana ketiga sahabat Tuan Muda Harsya sedang santai membicarakan apa saja yang tidak penting.
Saat ini Indah yang tampak tidak tertarik dengan topik yang mereka berdua bicarakan tengah asik mengotak atik hp android milik nya. Dia tampak sangat serius menatap kearah layar ponsel nya.
Memang saat ini indah sangat di pusing kan oleh kekasih nya yang sudah hampir sebulan ini Dirga selalu menghindar terkadang tiap di telepon selalu tidak pernah di angkat, terkadang pernah di angkat tapi hanya sebentar dan langsung di matikan tanpa sebab.
Dewi yang tadi penasaran dengan keseriusan indah segera pindah duduk nya di samping sahabatnya itu.
"Indah apa yang membuatmu begitu serius,? Apakah ada berita kriminal? Atau ada berita gosip yang lagi hot dari artis terkenal yang sedang naik daun saat ini? Tanya Dewi.
Mendengar pertanyaan dari Dewi, sahabat nya Indah hanya mencibir.
Beberapa dari mereka ada yang dengan rela menjual tubuh mereka ke para produser hanya untuk demi sebuah kontrak. Makanya tidak mengherankan para selebriti ini hanya dengan modal akting yang pas passan bisa melambung tinggi. Masalah kualitas menjadi urusan belakangan. Asal memilik wajah yang cantik, bodi yang menawan dan berani pamer aurat, maka bisa di pastikan maka karir nya akan meningkat pesat walaupun sekil dan aktingnya sangat sangat membosankan." Kata Indah cuek.
"Jadi apa yang membuat mu begitu serius dari tadi menatap ke layar ponsel mu? terus terang dari tadi aku memperhatikan bahwa kau sangat serius sampai lupa berkedip menatap layar ponsel mu. Apakah ada sesuatu yang menarik perhatian mu.?" Tanya Dewi seraya menatap kearah Hani lalu melanjutkan lagi pembicaraan nya.
"Indah dan kau Hani apakah kau sudah mendengar tentang beberapa orang anak buah Harsya telah keluar dari perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY dan langsung di siarkan dalam berita tadi siang." Kata Dewi, membuat Hani dan Indah pun langsung mengalihkan pandangannya kepada Dewi.
"Ada apa dengan Kak Harsya kok bisa bisa nya, mereka yang telah berjasa kepada dirinya sampai tega mengeluarkan.? Kata Hani dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Apakah kalian berdua belum mengetahui, bukan mereka saja yang keluar dari perusahaan milik sahabat kita, tapi Tuan Alex di suruh pensiun dan sekarang bersama Tuan Besar Abdullah dan nyonya Besar Aisyah di kota kita yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan." Kata Dewi yang asal jeplak kalau berbicara.
"Konon Katanya perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY sepenuhnya di pegang kendali oleh anaknya Tuan Suhardi dan orang orang dari perusahaan XFRES GROUP serta GELORA BUANA GRUP tidak di bolehkan untuk ikut berpartisipasi dalam perusahaan yang baru di gabungkan itu." Kata Dewi sangat antusias dan bersemangat lalu melanjutkan lagi.
"Saat ini di beberapa media di pemberitaan mulai menayangkan video live konferensi pers dari juru bicara Tuan Besar Abdullah yaitu Tuan Alex yang tadinya merupakan penasehat bagi perusahaannya yang baru tiga bulan itu di gabungkan.
Tuan Alex telah mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya dan Tuan Besar Abdullah sudah tidak ada hubungan lagi dengan perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY dan tanggung jawab penuh di ambil oleh Tuan Rijki Fadilah Suhardi." Kata Dewi menjelaskan berita tadi siang yang dia ketahui kepada Indah dan Hani.
Mendengar berita ini, mereka berdua seketika, mencaci maki sahabatnya yang sangat di kagumi dan pernah mempunyai rasa kepada seorang pemuda yang kini menjadi pemilik perusahaan terbesar se-Asia itu.
"Saya benar benar tidak menyangka bahwa sipat asli kak Harsya, manusia yang tak punya balas budi." Geram Indah.
"Betul apa yang katakan Indah, jadi selama ini dia baik dan tidak sombong itu hanya kedok belaka." Timpal Hani.
"Sudah......... Sudah....... Sudah........ Lebih baik kita tanyakan langsung kepada pacar kita." Saran Dewi kepada mereka berdua.
"Baiklah........ Indah kau coba telepon Dirga dan langsung kita kita menghampiri nya." Titah Hani.
"Hani....... Yang bikin gue pusing dan dari tadi menatap layar ponsel karna sudah hampir sebulan dia susah di hubungi." Ucap Indah dengan wajah yang tidak bergairah.
"Kenapa emang kamu dan dirga bertengkar.?" Tanya Dewi penasaran dan jiwa kepo nya saat itu timbul.
__ADS_1
"Entah lah Dewi, aku juga heran kenapa dia berubah seperti ini." Jawab Indah tertunduk lesu.
Bersambung.