
“Yang Mulia!” Tuan Criber menatap tak percaya pada Blerda.
“Kau!” geram Kagura melihat pemimpin siren yang seolah ingin menghentikannya. “Apa kau tahu apa yang sedang kau lakukan?” sepertinya sosok bangsawan Masamune mulai lupa akan peringkat di sekelilingnya.
“Kau! Kau pikir sedang berbicara dengan siapa?!” Huldra benar-benar tak bisa lagi menerima sikap Kagura yang tak punya sopan santun pada Blerda Sirena.
“Kenapa? Aku berbicara dengan orang yang kalian sebut Raja namun melindungi kejahatan! Apa aku salah?!” tentang Kagura.
“Kau—”
“Huldra!” cegat Tuan Criber. Sungguh pertemuan ini akan menjadi semakin tak terkendali, mengingat beberapa mata memilih menutup mulut dan menonton saja.
“Aku benar kan? Karena itulah pertemuan ini diadakan! Nyatanya, siren hanya mencoba mencari pembenaran atas tindakan keji yang kalian lakukan setelah membunuh kakekku! Kalian dan bocah itu, bekerja sama untuk menghancurkan keluargaku!” tunjuknya pada Aza.
“Kalian membenci Masamune kan?! Karena itu kalian ingin membunuh kami! Seperti yang kalian lakukan pada ayah dan kakakku! Karena kalian tidak pernah suka pada keluargaku! Karena kalian selalu iri pada rahasia keluargaku!”
Terbungkam. Orang-orang membisu mendengar amarah Kagura. Sebuah pernyataan pelik untuk diingat lagi, mengingat ayah dan kakaknya telah mati di Hadesia. Keluarga bangsawan terhormat dari empusa, pemilik rahasia seni pedang paling mengerikan di dunia Guide.
“Tutup mulutmu! Sekali lagi kau berkata seperti itu pada Rajaku, akan kupotong lidahmu!” Huldra pun mulai mengeluarkan hawa yang tak biasa di dirinya.
“Bagaimana ini? Sepertinya akan ada yang mati,” Ilhan Leandro pun menoleh pada rekan sesama manusianya.
“Aza,” gumam Beltelgeuse karena pemuda itu terlihat tenang saja.
“Dasar orang-orang tidak sabaran,” keluh Kers memakan anggurnya.
“Blerda!” Tuan Criber pun menatapnya. Berharap, gadis yang juga menjadi sumber masalah akan bersuara Nyatanya, sosok Raja siren cuma menatap diam keributan di depannya.
“Sekarang, bukankah ini aneh?” Aza Ergo menyela.
“Apa maksudmu keparat!”
Kagura benar-benar emosi setiap mendengar suaranya Rasanya, cengkeraman di pedang kian mengerat dan tangan ingin terangkat. Untuk memenggal bocah yang sudah membunuh kakaknya
“Tuan Ryujin Gosca dan juga Ahool. Mereka sama-sama berdarah Masamune, tapi menginginkan medusa. Kalian sama-sama empusa.”
“Aza!” hardik Trempusa tiba-tiba.
“Kenapa marah? Kita bahkan belum masuk ke inti pembicaraan. Karena tujuan mereka sebenarnya bukan hanya medusa.”
“Tunggu, apa maksudmu? Aku jadi bingung sekarang!” Heksar ikut menimpali.
__ADS_1
“Tujuan mereka yang sebenarnya, adalah cerberus.”
Seketika diam berkumandang. Hening menyelimuti sosok-sosok yang mendengarkan kata tak terduga, dari bibir Raja hydra. Bahkan Lucian Brastok yang menutup mata ikut terjaga karenanya.
“Cerberus? Tadi medusa, sekarang itu?”
Kers pun tersenyum ke arah Raja dracula. “Akhirnya Yang Mulia berbicara. Kupikir anda akan tidur selamanya.”
“Kers!” hardik Revtel.
“Lupakan sopan santun. Apa maksudmu Raja hydra? Jangan berhenti di tengah jalan.”
“Seperti yang kukatakan, tujuan mereka sebenarnya adalah cerberus.”
“Lalu medusa?!”
Laki-laki itu melirik Heksar lewat sudut matanya. “Hanya pengalihan, agar kita tidak menyadarinya.”
“Jadi kau ingin bilang masih ada musuh yang lainnya?”
Tapi, entah kenapa malah tawa yang disemburkan Kers pada Raja chimera.
“Bohong! Cerberus?! Atas bukti apa Yang Mulia mengatakan itu?!” Kagura menyelanya. Terlihat dengan jelas ketidak percayaan dirinya pada ucapan Raja yang lebih muda darinya.
Wanita itu bagai disambar petir mendengar ucapan Raja di depannya. Seolah, kejutan kejam lagi-lagi menampar kesadarannya.
“Apa kata—”
“Kakekmu salah satu dalangnya. Dia pelopor rencananya. Balas dendam atas nasib keluarga kalian, dalam pelatihan Hadesia. Dan dia berniat membangkitkan monster legenda? Hasratnya menodai kemampuan terhormat yang kalian jaga,” ledek Kers dengan angkuhnya.
Tanpa terasa, Kagura pun mengepal erat tangannya. Sungguh gemuruh di dada tak bisa dibendungnya, amarah menyelimuti hatinya akan fakta yang menimpa keluarganya.
“Arogan. Dia berpikir dengan bunuh diri, maka aku takkan bisa membaca ingatannya. Jangan lupa, kalau mayat masih bisa kupakai sebagai sumber informasi. Yah, walau harus kuakui, maaf takkan cukup untukmu mengingat kepalanya hancur di tanganku. Tapi, hukuman mati memang lebih pantas untuknya, jadi tak perlu menyesalinya.”
Dan air mata pun berjatuhan di pipi wanita itu.
“Kagura,” Trempusa kaget dan mendekatinya. Tapi, sorotan tajam pun dipancarkan dia yang matanya berkaca-kaca.
“Jadi? Apa tak ada yang ingin tahu siapa pengkhianat selanjutnya?” Aza juga ikut bersuara.
“Aza Ergo. Sepertinya, kau sangat menikmati ini semua,” Revtel melirik dingin ke arahnya.
__ADS_1
“Jangan memarahinya, Revtel. Lagi pula, dialah ujung tombak pengintaianku.”
Pernyataan Kers, hanya membuat beberapa orang memamerkan tatapan aneh kepada dirinya dan petinggi muda dari empusa itu.
“Kalau begitu, siapa pengkhianat selanjutnya? Kuharap, kau tak menyembunyikan apa pun sehingga seluruh bangsa bisa bertindak,” Heksar mulai lelah dengan keadaan di hadapannya. “Kenapa diam saja? Ayo katakan, siapa penjahat selanjutnya.”
Tapi, masih saja diam yang dipamerkan Raja hydra. Membuat lawan bicaranya mulai lelah menahan kesabarannya.
“Kers!” Heksar pun jengkel karenanya.
“Yang Mulia, kenapa anda diam saja? Jika memang masih ada penjahat selanjutnya, tolong katakan pada kami semua,” pak tua penjual rongsokan ikut mencercanya.
Dan Kers yang diharapkan, cuma menatap tenang ke arah Blerda.
“Yang Mulia?” panggilan dari Logan berhasil mengalihkan perhatiannya.
“Jika kukatakan, apa yang akan kalian lakukan?”
Semua terdiam. Sepertinya, mereka mulai bisa mengartikan apa maksud dari sikap Raja hydra. Jika tebakan orang-orang benar, pengkhianat selanjutnya pasti akan menjadi hantaman besar untuk semuanya.
“Tentu saja keadilan harus ditegakkan. Apa lagi selain itu?” Heksar menimpali. “Kalian bertiga yang mencantumkan nama dalam undangan, sudah mengotori tangan dengan darah para bangsawan. Selanjutnya, giliran kami bukan? Aku takkan terkejut jika ada pengkhianat dari bangsaku.”
“Seperti yang diharapkan, dari monster bangsa chimera.”
Kalimat Blerda sontak saja menderu pendengaran Heksar. Ditatap anehnya wanita itu, gadis berekspresi tenang dan juga menekan.
“Kuharap kalian juga sepemikiran dengannya,” cibir Kers.
“Katakan. Siapa?” tekan Revtel akhirnya.
Kers pun tersenyum ke arah wakilnya. “Efaseus, Ivailo Stoyan, Aquila Ganymede, Hellbertha, Thertera Aszeria, Zargion Elgo, Zeril Septor dan juga Arigan Arentio.”
Dan akhirnya, kesunyian menghantam mereka. Masing-masing tak ada yang bersuara, mengingat nama-nama dari bibir Kers menyusup masuk ke telinga.
“Tunggu, Ivailo Stoyan? Petinggi bangsa kami?!” Gandari menatap tak percaya pada Raja hydra.
“Bukankah karena itu dia tidak hadir di sini?” Aza Ergo menjawabnya tanpa basa-basi.
“Kenapa diam saja? Kalian tadi bertanya siapa pengkhianat selanjutnya. Tapi sekarang menutup mulut seolah tak terjadi apa-apa. Mungkin harus kuulangi lagi nama-nama mereka.”
“Zeril Septor, ayahku?” Libra Septor yang menjadi petinggi bangsa hydra menatap penuh arti ke arah Rajanya.
__ADS_1
“Maafkan aku, Libra.”