
Yggdrasil.
Pohon kehidupan.
Terletak di kayangan, namun hancur ketika perang besar-besaran. Di mana baku hantam antara kekuatan Titan, tetua penyimpang, para Dewa, juga leluhur bangsa-bangsa dahulu kala membuat pohon itu keriput di singgasana.
Dan akhirnya layu begitu saja.
Akan tetapi, seorang tokoh luar biasa, berhasil mengambil satu-satunya buah kecil yang ada. Dialah Helga Nevaeh. Pendiri Hadesia, dan juga sangat menyukai para Titan. Cintanya pada mereka tak dapat disebutkan, sampai-sampai sering melakukan pekerjaan kotor dengan membunuh makhluk apa pun yang menjelekkan penghuni kayangan.
Dia memiliki tiga wujud.
Wujud pertama, berupa manusia. Sosok yang sering mengukir canda tawa dengan para Titan dan juga rekan-rekannya.
Wujud kedua, berupa siluman. Penampakan mengerikan dari fisik aslinya.
Ketiga, wujud makhluk kayangan. Raga abadi yang berhasil di dapatkan setelah memakan buah kecil Yggdrasil. Dan tubuh itu pun tersegel jauh di kedalaman bumi Guide.
Segelnya memiliki tiga pasak. Ciptaan dari darah Titan dan juga beberapa penyimpang yang telah mati. Dan itu semua diusulkan oleh Zeus demi kebaikan dunia.
Akan tetapi, pasak pertama di tanah kayangan, berhasil dihancurkan Perseus dahulu kala. Akibatnya, Zeus sang ayah begitu membencinya. Namun bayaran dari merobohkan pasak batu itu tidaklah murah. Putra Dewa itu menua, menjadi pak tua dan berkeliaran demi menyembunyikan sosoknya. Menyerap banyak nyawa di dunia Guide sehingga aromanya samar di penciuman Dewa.
Pasak kedua, berada di prasasti Hidea. Terukir dalam sebuah nama yang mengambang di udara. Karena kebodohan seorang pengguna ruang dan waktu dari bangsa manusia, ia tak sengaja membaca beberapa tulisan kuno di sana.
Akibatnya, pasak itu lepas dan beberapa kristal jiwa terbebaskan. Salah satunya kristal jiwa Dewa Apophis yang bereinkarnasi menjadi Hydragel Kers.
Pasak ketiga, tertanam di dalam jantung Reygan Cottia. Karena itulah ia tak bisa dibunuh, dan Raja elf serta Olea Zoyaveira juga mengetahuinya. Terpaksa mereka menyegel sosok gyges kuno tersebut dengan beragam cara. Terlebih lagi, ketiganya juga merupakan tokoh legenda, berusia tujuh ratus tahun sebenarnya.
Namun kejeniusan Reygan mematahkan itu semua. Tanpa harus menusuk jantungnya, ia pun memindahkan mantra pasak ke dalam tubuh Aza. Selama petinggi empusa masih mengamuk, segel yang mengunci Helga di dasar bumi pun akan terus melemah.
Dan sosok itu pun akan terbangkitkan sepenuhnya.
Malapetaka untuk dunia Guide. Karena cintanya pada Titan, dia tidak akan mengampuni siapa saja. Sosok dengan garis phoenix juga tradio. Tapi dirinya yang sebenarnya, merupakan wadah dari seluruh darah bangsa-bangsa. Helga diciptakan dengan kemampuan untuk menjaga keseimbangan seluruh dunia.
Namun sayangnya dia malah menjadi bencana.
Sekarang, akar-akar Yggdrasil telah bermunculan. Semua berasal dari dirinya, hanya menunggu menit-menit tertentu untuk kedatangannya. Kehebohan pun terjadi di dalam perisai emas rakyat gyges. Banyak dari mereka yang mati karenanya.
Dan Serpens sang Wakil Raja, begitu berusaha melindungi siapa pun yang bisa diselamatkannya.
__ADS_1
“Kita tidak bisa lari, karena akar ini muncul di mana saja,” ucap Horusca.
Tampang Kers berubah sengit. Akar Yggdrasil bukanlah tandingannya. Karena untuk melumpuhkan itu, Dewa sepertinya harus menusuk jantung Helga. Namun sebagai bayaran mengusik Yggdrasil, kemampuannya serta perempuan itu pasti akan berserakan di dunia Guide.
Dan dampaknya akan menjadi kematian massal bangsa-bangsa. Jelas kepunahan bagi siapa pun juga.
“Lascarzio,” panggilnya. Walau jarak mereka berjauhan, tapi Dewa Seth itu mendengarkan. “Jadilah perisai untuk korban yang terluka.”
Sang pemegang lentera menoleh padanya. “Apa itu berarti kau—”
“Helga itu bencana. Sial bagiku karena baru menyadari Yggdrasil bersamanya. Kita, tak bisa membiarkannya.”
Sosok itu pun mengangguk sekilas. “Baiklah.”
Ares yang hanya diam memperhatikan akhirnya mengembuskan napas pelan. “Aku jadi pembunuh lagi ya. Mata ini berat, sayang sekali permintaan Apophis itu mutlak,” keluhnya.
Tapi Lascarzio tidak menanggapi, selain matanya berubah gelap sekarang.
“Dengarkan aku,” ucapnya tiba-tiba lewat pikiran. Siapa pun di sana kecuali para penyimpang bisa mendengarkan. “Yggdrasil akan muncul. Kalian para Raja atau siapa pun tidak akan bisa apa-apa. Berlindunglah dalam perisaiku sekarang juga. Ini demi kebaikan semuanya.”
Aegayon Cottia syok dibuatnya. Ditatapnya sang pembicara dengan pandangan yang aneh.
Tepat ketika Lascarzio akan mengucapkan mantra, sebuah akar besar Yggdrasil memburunya.
Sontak saja Ares menebasnya. “Sial! Cepatlah!”
“Senka porta, tankzeas bloodeya ed nomina (Gerbang bayangan, pelindung berdarah sang nomina)” Selesai mengatakan itu, sebuah perisai putih berukiran emas di puncaknya pun tercipta. Membesar hampir seukuran seperempat istana. “Kemarilah,” suruh Lascarzio pada orang-orang.
“Ayo Aegayon, kita harus berlindung,” ajak Laraquel padanya.
Tapi, sang Raja malah membelakanginya. “Kalian duluan saja. Aku akan temui rakyatku sebentar,” dan ia pun menghilang di depan mereka.
“Aegayon!” Laraquel pun menghempaskan napas kasar. “Bagaimana?” tanyanya pada Sif Valhalla.
“Ayo bantu dulu orang-orang yang terluka.”
Akan tetapi, saat mereka menoleh ke tempat di mana para korban pingsan berada, penampakan tak biasa terlihat di depan mata.
Di mana sosok-sosok itu mengambang di udara dan bergerak cepat menuju perisai Lascarzio Hybrida.
__ADS_1
“Itu!” kaget Laraquel.
“Blerda,” gumam Beltelgeuse Orion memandangnya.
Karena sang Ratu siren, menggunakan gravitasinya untuk memindahkan siapa pun secepat yang ia bisa. Kecuali Hydragel Kers masih di posisinya.
Sebelum Revtel terbang, dirinya sempat menyentuh kepala sang sepupu, sebagai tanda kasih sayangnya pada saudara yang tersisa.
Laraquel pun menoleh pada Sif. “Sepertinya, kita tinggal masuk sa—”
“Awas!” Beltelgeuse mengingatkan.
Tapi terlambat, akar Yggdrasil sudah berada tepat di depan wajahnya. Andai Sif Valhalla tak memegangi akar itu, bisa dipastikan wajah Laraquel langsung berlubang dan meregang nyawa.
Keriput pun memenuhi tangan laki-laki itu dan Ares memotong lengannya.
“Kau!” kaget Laraquel.
“Cepat ke perisai!” perintahnya.
Tanpa basa-basi ketiganya pun terpaksa pergi ke sana. Dengan aliran darah masih berjatuhan dari tangan Sif Valhalla.
“Apa-apaan Dewa itu?! Dia gila!” jengkel Laraquel. Bagaimanapun juga, sosoknya jelas-jelas tak terima akan nasib tangan rekannya.
Dan getaran hebat pun meretakkan tanah gyges. Apalagi, akar-akan yang lebih besar seukuran ekor magma Aza juga bermunculan.
Tapi sepertinya kita melupakan sosok petinggi empusa. Dalam kesadaran dan hasrat masih ingin menggila, Ares pun tadi terpaksa memotong sayap-sayap naga Aza. Dan tanpa ampun ia tusuk kaki pemuda itu dengan pedangnya.
Sehingga, sang pengendali magma pun meronta, dan mencoba bebas sambil tangan berusaha mencabut pedang yang terasa sia-sia.
Yggdrasil memang tak pandang bulu. Dia menyerang siapa saja. Termasuk dua Dewa di luar perisai juga para penyimpang.
Sosok-sosok dalam perlindungan Dewa Seth pun terdiam menyaksikan kejadian di luar dinding pertahanan.
Sementara Aegayon Cottia, terperangah melihat kejadian di depan mata. Di mana di antara belasan ribu rakyatnya, sekarang hanya ratusan yang tersisa. Selebihnya sudah menjadi tengkorak namun masih ada kulit melekat di tubuhnya.
Tak terasa setetes kristal bening pun jatuh ke pijakan.
__ADS_1