Death Game

Death Game
GAME 1: PULAU ZOMBIE Part 6


__ADS_3

TEEET!!! TEEET!!! TEEET!!!


Tanda peringatan akan ada bahaya sudah berbunyi, lampu merah juga sudah berkedip-kedip. Semua member yang berada dalam gedung mulai panik.


"Para Zombie sudah mengepung!!! Cepat cari tempat bersembunyi yang aman!!!"


Semua pintu yang tadinya terkunci telah dibuka untuk mereka yang tadinya terkurung, namun apa daya mereka tidak dapat berjalan di kegelapan. Untung beberapa dari mereka yang sudah mendapatkan lampu penerang datang menolong mereka yang tertinggal di bawah. Walaupun keadaan sudah mendesak tidak membuat mereka lupa untuk saling menolong.


Ribuan Zombie sudah menerobos gerbang dan beberapa sudah masuk ke dalam gedung.


.


Yeri melihat ada cahaya berada di lantai atas, ia juga sedikit bisa melihat tangga untuk ia naiki, saat kakinya sudah mendarat di akhir anak tangga, tiba-tiba kaki kanannya tidak dapat digerakkan, cengkeraman Zombie sudah bersarang di dekat lututnya membuat ia berteriak kesakitan.


"YERI!!!" Teriak seseorang memanggil namanya.


"MARK!!!" Balasnya setelah melihat Mark datang menghampirinya.


DOR!


Sebuah peluru mendarat di kepala Zombie yang menyerang Yeri, Zombie itu meronta kesakitan dan melepaskan cengkeramannya di kaki Yeri. Mark segera menghampiri Yeri dan merangkulnya, ia juga menembak banyak Zombie yang hendak menyerang mereka berdua.


.


Di sisi lain, Yuqi berdiam sendirian, ia tidak dapat melihat apa-apa karena tidak ada penerang, saat ia perlahan melangkahkan kakinya, ia menginjak sesuatu seperti sebuah kayu lalu ia mengambilnya, tak lama kemudian ia mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya, ia memegang senjata yang ia dapat itu dengan siaga dan memasang telinga, saat langkah kaki itu semakin mendekat,


PLAAAK!!!


Serangannya berhasil mengenai tubuh makhluk itu hingga terjatuh di lantai.


"AAWWHHH uuuuhh sakiiit!" Terdengar suara seseorang yang menjerit kesakitan.


Yuqi terkejut karena ia mengenal suara tersebut.


"Lu... Lu Lucas??? itu elu??" Tanya Yuqi.


"Akhhh lu Yuqi ya? Aduuhh sakit banget kepala gue." Ucap Lucas.


"Oh maaf!!! Gue ga tau kalo itu elu!"


"Uuhh apes banget, ini gara-gara senter ga mau nyala! Bentar aku cari senter itu dulu, tadi lepas."


Lucas meraba-raba lantai agar


menemukan benda yang ia cari.


"Hey!! Ini kaki gue!!! Bukan senter!!" Ucap Yuqi memarahi Lucas.


"Apasih???"


"Huh gue bilang ini kaki gue!! Kenapa lu pegang??!!"


"Apanya? Gue ga megang apa-apa!"


"Lah trus??!!"


Akhirnya Lucas menemukan senter yang ia cari, "Nah ini dia senternya!!" Kemudian ia mengguncang-guncang benda itu agar bisa menyala, dan...


"AAAAA ZOMBIEE!!!" Teriak Yuqi panik saat melihat Zombie menggenggam pergelangan kakinya.


"Bentar! Bentar!! Gue nyari pistol dulu!! Lu kan tadi bisa mukul gue!! Pukul aja dulu tu Zombie!!!" Lucas ikut panik.


Yuqi memukul berkali-kali Zombie itu dengan sangat keras, namun Zombie itu tetap tidak melepaskan genggamannya.


"AWAS!"


DOR!


Peluru yang ditembakkan Lucas menancap di jidat Zombie itu dan akhirnya melepaskan genggamannya. Lucas meraih tangan Yuqi dan membawanya lari.


.


Irene, Suho dan Taemin berjalan bersama-sama, kemudian mereka dikepung oleh banyak Zombie, mereka menyerang Zombie-zombie itu namun tak lama kemudian Taemin tiba-tiba menghilang.


"Taemin!!! Di mana dia?!" Teriak Suho mencari Taemin.


Suho menarik tangan Irene dan membawanya untuk bersembunyi. Mereka berdua bersembunyi di dalam sebuah lemari besar dengan sebuah senter.


Suho memandangi wajah Irene yang sedang ketakutan.


"Irene, biar kayak gini mukamu tetap keliatan cantik ya."


"Apasih?"


"Iya serius loh!"


"Suho! Waktunya gak tepat buat bercanda sekarang!!"


"Irene, kamu kan orangnya peka?! Tapi kenapa kamu gak peka sama aku?!"


"Suho!! Pliss diam!!"


Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba Zombie berhasil membuka lemari dan menemukan mereka. Suho berusaha untuk melindungi Irene namun ia yang harus diserang oleh kawanan Zombie, ia ditarik ke tengah kerumunan Zombie.

__ADS_1


"Irene!!! Cepat lari!!!"


"SUHO!!!"


"Cepat lari!!! Kumohon!!!"


Dengan berderai air mata Irene terpaksa berlari meninggalkan Suho, ia berbalik melihat ke belakang dan berteriak memanggil nama Suho, namun tidak ada respon apapun dari Suho.


"Kak Irene??!!! Di sini nggak aman!!! Ayo cepat kita pergi!!" Wendy tiba-tiba datang dan membawa Irene lari.


.


Lalu di sisi lain, Taeyong berjalan sendirian dengan santainya masih sibuk mencari si wanita kerasukan.


"Duh mana sih tuh cewek? Susah amat dicari." Ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya dan mengarahkan senternya ke sana kemari.


Tiba-tiba saja ada yang menarik tubuhnya, sekilas ia melihat ada tiga orang berpakaian serba putih, kedua kakinya diangkat oleh dua orang, dan satu orang lainnya mengangkat bagian punggungnya.


Ia berusaha untuk melawan namun ia tidak dapat melakukan apa-apa lagi,


"HEY! SIAPA KALIAN?!! CEPAT TURUNKAN AKU!!! LEPAS!!!" Teriak Taeyong ingin melepaskan tubuhnya yang sudah tidak dapat digerakkan lagi.


Ia dibawa menuruni tangga dari lantai tujuh hingga ke lantai empat. Lalu ia diturunkan di ruang terbuka tanpa penghalang yang jika melangkahkan kaki akan bisa langsung jatuh ke dasar gedung. Taeyong melihat sekeliling dengan bingung, dan tiga orang pria yang berpakaian serba putih tadi berdiri di belakangnya. Lalu tiga orang itu memasangkan suatu alat dan seutas tali yang sudah terikat di langit-langit paling atas gedung di tubuh Taeyong.


"Hey!! Apaan ini?" Tanya Taeyong terheran-heran.


Salah satu dari pria itu menjelaskan pada Taeyong, "Tenang! Kami adalah panitia permainan ini, kami ingin membantu kalian dalam menyelesaikan tantangan ini."


"Trus kenapa aku dibawa ke sini? Dan kenapa dipasangkan tali begini?"


"Anda harus mempersiapkan diri anda untuk menemui wanita kerasukan yang ada di sana!" Jawab pria itu seraya menunjuk ke sebuah ruangan yang ada di atas dari arah yang berlawanan.


Taeyong mengarahkan senternya ke tempat yang ditunjuk oleh si pria. Ternyata tidak ada jalan yang yang bisa menembus ruangan itu, untuk bisa masuk hanya dengan cara menyeberang atau melompat dari arah yang berlawanan, untuk itu sudah dipasangkan tali agar Taeyong bisa melompat ke sana menggunakan tali itu, karena jika melompat tanpa menggunakan alat apapun sudah bisa dipastikan ia akan jatuh ke lantai satu karena jarak tempat ia berdiri dan ruangan itu cukup jauh.


.


Di luar gedung, Dita serta bayi yang ia bawa datang menuju gedung. Kemudian ia dibawa oleh panitia permainan ke sebuah jalan rahasia menuju gedung agar aman dari serangan Zombie.


Di dalam gedung suara teriakan menggema di mana-mana, lalu ada suara teriakan wanita yang sangat keras membuat mereka semua yang mendengar terkejut dan heran.


"Suara siapa itu?" Semua yang mendengar bertanya-tanya.


"Tunggu! Sepertinya aku kenal suara itu!" Ucap Yuqi.


"Siapa?" Tanya Lucas yang saat itu ada bersamanya.


"MIYEON!!!"


.


Pintu itu berada di sisi kiri atas dari posisi Taeyong. Taeyong dan tiga orang pria yang ada di sana terkejut saat mendengar teriakan seseorang lalu mereka mengarahkan senter mereka ke sumber suara, Saat melihat Miyeon yang hendak terjatuh dari lantai tujuh, Taeyong bergegas melompat hendak menyambut Miyeon. Saat tubuh Miyeon sedikit lagi mendarat, Taeyong berhasil meraih dan menangkapnya. Mereka berdua bergelantungan saling memeluk.


Tiga orang panitia menarik mereka dari atas menggunakan katrol. Tidak lama kemudian akhirnya Dita datang sambil menggendong bayi.


"Taeyong!! Ambil bayi ini!!" Teriak Dita.


"Hah bayi? Buat apa?" Gumam Taeyong.


"Iya cepat ambil! Anda harus membawa bayi ini kepada wanita yang kerasukan di ruangan itu, wanita itu akan sadar dan Zombie-zombie akan berhenti menyerang!" Ucap salah seorang panitia.


"Kalo gitu, Miyeon! Kamu yang bawa bayi itu!! Aku mengayunkan tali ke sana trus kamu cepat ambil bayi itu!" Perintah Taeyong pada Miyeon.


Miyeon mengangguk setuju, Taeyong mulai mengayun-ngayunkan tali, dan saat mereka sudah dekat pada Dita yang sudah siap menyodorkan bayi itu lalu Miyeon mengambilnya. Sesudah bayi itu disambut Dita kehilangan keseimbangannya dan hendak terjatuh, beruntung ketiga panitia itu dengan sigap menahan Dita dan selamat.


"Miyeon!! Kamu siap-siap buat lompat ya!! Pas kita udah deket ruangan itu, aku bakal melemparmu ke sana!" Ujar Taeyong.


"Oke." Jawab Miyeon.


Taeyong kembali mengayunkan tali yang ia pakai, tali mengayun semakin tinggi, saat mereka sudah dekat pada ruangan Taeyong melepaskan Miyeon, lalu Miyeon melompat dan mendarat tepat di depan pintu ruangan tempat wanita yang kerasukan berada. Mereka yang ada di sana bernafas lega.


Miyeon melangkah masuk ke dalam ruangan, seorang wanita menghadangnya, tubuhya yang kurus kering, rambutnya yang panjang terurai, dan kulit yang pucat membuat Miyeon menjadi merinding, tetapi ia tetap memberanikan diri untuk menghadapinya. Tanpa di duga, wanita itu tiba-tiba terbang menghampiri Miyeon dan mencekiknya. Miyeon tidak dapat mengeluarkan suaranya dan sulit bernafas. Si bayi tiba-tiba menangis dengan keras, wanita itu mulai melemahkan genggamannya di leher Miyeon, ia menatap bayi itu lalu melepaskan Miyeon.


Wanita itu menangis, mengambil bayinya dan langsung memeluknya. Taeyong, Dita dan tiga panitia yang ada diluar mulai khawatir karena Miyeon tak kunjung nampak dari pandangan mereka, setelah beberapa lama akhirnya Miyeon berjalan keluar dan mereka yang melihat tersenyum karena tidak terjadi apa-apa padanya. Beberapa lampu penerang dihidupkan membuat gedung menjadi sedikit terang, Zombie-zombie yang ada tiba-tiba jatuh terbaring.


"Selamat! Permainan pertama sudah berakhir! Kalian telah berhasil menyelesaikannya! Semua diharapkan untuk berkumpul di lantai satu!"


Mereka yang tersisa akhirnya berkumpul kembali, beberapa member sudah menunggu kehadiran yang lain. Saat melihat Irene bersama Wendy datang,


"Irene? Suho mana?" Tanya Taemin kepada Irene.


Irene tidak menjawab apapun namun hanya menggelengkan kepalanya, matanya mulai berkaca-kaca, ia menundukkan kepalanya menyembunyikan tangisnya, Wendy datang menghampirinya dan memeluk Irene, Irene membalas pelukannya dan tangisnya semakin dalam. Lalu Taeyong, Miyeon dan Dita yang paling terakhir datang.


Setelah semua yang tersisa berkumpul, mereka diantar menuju tempat pertama mereka menginjakkan kaki di pulau ini. Laki-laki yang bertemu dengan Dita sebelumnya dan beberapa helikopter beserta pilotnya sudah menunggu kedatangan mereka.


"Selamat untuk kalian semua yang sudah berhasil melewati permainan pertama ini!" Sambut seorang pria setelah bertemu dengan para member.


"Johnny mana? Apa dia tidak selamat?" Tanya Taeyong pada pria yang ada di hadapannya.


"Maaf kami tidak dapat lagi menemukan jejak dari temanmu itu, mungkin saja ia sudah mati dikeroyok Zombie." Jawab pria tersebut.


Mereka yang mendengar pernyataan pria itu hanya bisa menunduk.


"Sekarang kalian semua harus masuk ke dalam helikopter! Kami akan mengantar kalian ke tempat kalian akan diobati dan tinggal."

__ADS_1


Semua member mengikuti perintah, dan mereka akhirnya meninggalkan pulau itu.


Demikianlah permainan pertama yang mereka lewati. Mereka yang tereliminasi atau bisa disebut kehilangan nyawanya yaitu Johnny, Jisoo, Lisa, Shuhua, Nancy, Lia, Hendery, Daniel, Bobby, Suga, Mina, Suho, Yiren dan Vernon.


Dan mereka yang berhasil tersisa 35 orang yakni:



Taeyong


Taemin


Miyeon


Yuqi


Lucas


Jaemin


Ten


Wendy


Somi


Yeji


Mark


Hyunjin


Kai


Jennie


Krystal


Soobin


Yeonjun


Jungkook


Chenle


Jinny


Dita


Winwin


Sana


Tzuyu


Taehyun


Yeri


Irene


Kun


Jisung


Yuta


Wonyoung


Soyeon


Yuna


Jimin


Taehyung



Apa yang mereka lakukan setelah ini?


.


.


.


Karya ini hanya karangan saya semata, tokoh dalam cerita tidak menggambarkan karakter dari siapapun, saya tidak pernah bermaksud untuk menyinggung siapapun.


Gomawo sudah baca! Jangan lupa beri like👍 dan komennya ya! Mohon dukungannya😘


IG: @zahrauliyani_

__ADS_1


__ADS_2