Death Game

Death Game
Penggalan kisah tiga dunia


__ADS_3

Semua penonton yang tertawa dan menikmati siksaan pada ibunya, tampak mengerikan di depan mata.


Menegang seperti batu. Kulit kelabu dan tanda kehidupan sudah membeku. Rerumputan layu dan langit ikut bergemuruh, seolah menjadi saksi untuk menghibur kemurkaan sang anak yang menyandang status yatim piatu.


Dan Revtel hanya bisa terdiam. Bahkan jika air mata berjatuhan, tubuhnya tidak bisa bergerak.


Menyaksikan tindakan kejam adik sepupu dalam membantai para penindas di Kerajaan.


Dan itu pun menjadi titik balik bangsa hydra. Walau tidak semua bangsawan serta para Tetua mati akibat kehadiran mereka tidak ada di istana, namun tuduhan pembantaian diarahkan pada Komandan Ksatria Kerajaan.


Dia mengakui tindakan Kers sebagai ulahnya. Akibat tidak tahan dengan sistem pemerintahan Raja sebagai pimpinannya.


Walau orang-orang bertanya-tanya seperti apa kemampuan pembunuhnya, tapi dirinya masih tidak mengaku juga.


Revtel dan Kers pun terbebas dari kecurigaan sebagai tersangka.


Walau Ratu dan putra-putranya selamat akibat sedang tidak berada di istana. Dia tetap menolak untuk mengampuni Revtel yang merupakan keponakan dari dalam pemberontakan terhadap keluarga Raja.


Sampai akhirnya Bragi Elgo turun tangan untuk menyelamatkan keduanya. Menjamin hidup mereka, memohon dengan sangat sambil mempertaruhkan nyawanya.


Sang mantan Raja, bahkan rela menundukkan kepala demi keselamatan Kers dan Revtel yang merupakan keturunan bangsa hydra.


Tragedi kelam hidup mereka. Kisah menyedihkan dari dua murid yang sedang menjalani pelatihan dingin sebagai perwakilan bangsanya. Dan nasib tragis itu terjadi sebulan sebelum kematian Kers yang kedua.


Tentunya, setelah kebangkitan anak itu, tiga minggunya insiden mengerikan terjadi di tanah Hadesia.


Kisah menyedihkan di sana akhirnya menjadi awal dari rencana-rencana gila para daun muda yang ditindas tanah airnya.


Mereka hanya ingin perubahan sekaligus pembalasan dendam karena sudah dihancurkan bangsanya.


Jadi, sekarang Revtel tidak punya pilihan. Selain menuruti Kers yang sudah berjasa besar dalam hidupnya.


Andai panah kembali di arahkan pada jantungnya, mungkin Raja hydra akan tetap melakukan hal serupa. Mati untuknya sambil melindungi dirinya.


Dan bangkit kembali bersama aura mengerikan yang disegel dengan susah payah oleh orang-orang kepercayaan mereka.

__ADS_1


Revtel pun tertunduk dalam posisinya.


Sementara Kers menonton insiden mengerikan di depan mata sambil memakan anggurnya.


“Ini memang menyedihkan. Tapi, setidaknya kematian mereka sesuai dengan harga yang kita dapatkan. Tiga belas menit lagi, ayo turun dan musnahkan hewan itu. Sebagaimana pahlawan dalam peperangan.”


Selesai mengatakannya, Sang Raja berlalu dari sana. Membiarkan Revtel dengan perasaan bersalahnya.


Tak peduli seperti apa kengerian yang ia punya, hatinya dipenuhi keadilan untuk sosok-sosok teraniaya terlebih lagi berasal dari bangsanya.


Mungkin kematian Tetua dan para bangsawan bisa diterima oleh nuraninya. Akan tetapi, bagaimana dengan rakyat yang tak bersalah? Apa mereka juga harus tersiksa demi balas dendam yang disebut perubahan?


Kebimbangan menyelimuti hatinya. Menuju menit-menit penentuan sesuai perintah Kers sang Raja.


Semoga tangan bermandikan darah mereka memang bisa menuntun bangsa hydra demi masa depan yang lebih baik nantinya.


Trempusa.


Sang Raja dari bangsa empusa. Penghuni di dunia Guide dengan julukan kuno sebagai keturunan setengah Dewa. Dimulai dari kisah cinta leluhurnya pada makhluk kayangan di atas sana. 


Tentunya ujung dari kisah tanpa restu berakhir dengan tidak bahagia. Menjadi bibit awal dari perpecahan dan juga pengkhianatan. Perang besar-besaran antara bangsa kayangan, bangsa dunia Guide dan juga bangsa dunia bawah.


Menimbulkan kematian tak terduga dari Yang Termulia pertama dan merupakan orang tua dari para Dewa.


Sekaligus menjadi akhir dari tiga Dewa, dalam menerima hukumannya akibat terlalu baik pada bangsa Dunia Guide. Yang Termulia generasi kedua itu, disegel menjadi sosok-sosok tak terduga di dunia sana.


Dan juga putusnya kedamaian dengan dunia bawah, di mana Raja Ghoul harus berbagi kekuasaan bersama Hades sang makhluk kayangan untuk memimpinnya.


Pelik sebenarnya, kisah mereka. Kasih sayang para Dewa untuk penyembahnya, menimbulkan duri dalam daging bagi semuanya. Tiga belas Dewa generasi kedua, tak punya pilihan selain mengarahkan panah pada generasi pertama dan juga bangsa-bangsa pembangkang mereka.


Semua demi kedamaian dunia beda kasta agar tetap akur dan mulus jalan hidupnya.


Tapi yang namanya perasaan iri dan ingin memiliki, takkan pernah sirna di hati siapa pun juga. Termasuk untuk mereka yang ingin mempunyai nama besar serta keabadian dalam menjalani kenikmatan di dunia.


Para Tetua yang takut mati, memang harus unjuk gigi dalam pemerintahan Rajanya. Tapi, cara mereka terlalu menyimpang dan menindas rakyat di sekeliling dirinya.

__ADS_1


Trempusa tak percaya. Kalau dia yang merupakan putra dari keluarga campuran bangsawan dan rakyat biasa bisa berdiri di atas tahta. Sambil membawa sabit kematian dari tulang bangsa setengah dewanya.


Sungguh teriakan orang-orang terdengar sampai ke ruang peristirahatannya. Tapi apa mau dikata, perjanjian tetaplah perjanjian.


Rencana Blerda sudah disetujuinya saat mereka akan pergi dari Hadesia dahulu kala. Andai dia tahu jika cara seperti ini yang akan digunakan Raja siren dalam menangani para Tetua dan bangsawan, tentu sosoknya tidak akan pernah setuju.


Cara keji berupa pembantaian besar-besaran. Lalu muncul sebagai pahlawan yang mampu membunuh monster legenda padahal tidak melakukan usaha terlalu berguna. Mengingat mereka akhirnya tahu kalau Blerda Sirena, ternyata menggunakan Arigan dan juga Thertera sebagai bantuan untuk menaikkan nama.


“Apa ini yang kamu inginkan?” tanya Barca Asera pada Heksar Chimeral. Pemimpin cebol itu pun melirik ke belakang. “Tak kusangka kalian merencanakan hal kotor seperti ini.”


Raja chimera pun membuka jendela. “Bukan aku. Ini rencana Raja gila itu. Aku hanya pemerannya. Tapi jujur saja, rasanya memang menyebalkan mengikuti alur permainannya tanpa tahu kalau sudah berdiri di atas papan caturnya.”


Lalu Heksar pun melompat dari sana. Menjatuhkan dirinya lalu mendarat di atas tanah dengan sempurna.


Berjalan pasti menuju lolongan anjing gila yang sedang mengamuk membabi buta di tanah kelahirannya.


“Heksar,” lirih Thertera Aszeria menyadari siapa yang akan mendekati Cerberus di bawah kendalinya.


“Sepertinya sudah saatnya aku turun tangan.”


Tiba-tiba saja hawa panas bertebaran dari arah kaki Raja chimera. Taring atas dan bawahnya saling bersentuhan, mata emeraldnya mulai memerah tajam. Serta aromanya seperti wewangian bunga yang terbakar.


Ada tanduk mirip rusa perlahan muncul di kepala. Kuku tangannya memanjang laksana pisau kecil dalam pertarungan.


Akan tetapi yang mengejutkan bukanlah perubahannya. Melainkan satu ayunan tangannya mampu menampilkan tulang cerberus akibat serangannya.


Raungan keras berkobar dari monster legenda yang kesakitan. Tapi, memang scodeaz (pengendali) level monster namanya. Dirinya berada di tingkatan yang berbeda dengan para petinggi sebelumnya.


Bahkan tanpa harus mengerahkan seluruh kemampuannya, ayunan dari tangannya mampu meremukkan tubuh cerberus sehingga terpukul mundur ke belakang.


Seperti hewan buas yang kesakitan. Dan raungan memekakan telinga dari dalam mulutnya, menjadi awal bagi sang monster untuk mendekati Raja cebol di depan mata dengan raut beringas di wajahnya. 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2