
Setelah beberapa lama ke 49 anak ini menunggu, suara misterius itu akhirnya kembali muncul dan menjelaskan tentang tantangan kedua.
"Selamat datang di tantangan kedua! Tantangan kedua ini berdurasi sekitar 1 jam. Tantangan kedua adalah, kalian harus meragakan tarian dari lagu-lagu Kpop yang akan kami putar, tarian harus sesuai dengan tarian yang ada pada lagu. Kami akan memutarkan 60 lagu untuk kalian, 1 lagu berdurasi 1 menit. Kalian harus bisa meragakan tarian minimal 50 tarian, jika kurang dari itu, maka kalian tidak bisa dinyatakan lulus dan akan dikurung di ruangan ini. Apakah kalian siap?"
"Wah 60 tarian! Banyak banget dong?!" Ucap Miyeon.
"Aduh, aku cuma hafal beberapa tarian aja, gimana nih?" Ungkap Lia.
"Ya udah! Kalian harus semangat guys! Kita harus serius! Jangan malas!" Seru Yeji.
"Oke! Kalo aku udah siap!! Kalian?" Ujar Taeyong seraya bertanya.
"YEAAH!!!" Teriak Lucas.
"Aku juga udah siap!!" Sahut Ten.
"Aku juga!" Tambah Yeji.
"Siap dong!!!" Ucap Lisa.
"Ichung juga siap!" Tambah Jisung.
"Aku siap." Ucap Taemin dengan santai.
"Aku siap!!!" Sahut Kai, Jimin dan Jungkook bersamaan.
"Aku sih yes." Ucap Yuqi.
"Ho'oh" Balas Soyeon.
"Oke! Oke! Semua harus siap!!" Seru Mark.
Mereka berteriak bersama-sama, "KAMI SIAP!"
Musik akhirnya di putar.
"Bombayah"
Lisa dan Jennie maju ke depan diikuti member perempuan yang lain, mereka meragakan tarian dengan lincahnya.
"Ya ya ya bombayah"
Sedangkan para member laki-laki hanya diam mematung melihat member perempuan yang menari dengan semangat.
"Curang, masa cowok juga disuruh joget kayak gitu?!" Ujar Bobby.
"Tau!! Ga adil!!" Sahut Jisung.
Kemudian lagu kedua diputar. Mina, Sana dan Tzuyu maju di barisan paling depan, kemudian member perempuan yang lain juga ikut maju. Walaupun mulanya ragu, Hyunjin dengan pedenya juga ikut maju dengan member perempuan dan meliukkan tubuhnya, kemudian Daniel juga ikut maju.
"Fancy you~"
Member laki-laki yang lain terdiam dan terkejut melihat Hyunjin dan Daniel meragakan tarian dengan lincah.
"Hyunjin?!! Daniel?!!" Ucap para member laki-laki tidak menyangka.
"Waw Hyunjin pede banget." Ucap Yeonjun.
"Kenapa lagu perempuan terus sih??!!" Teriak Taeyong.
"Udah guys! Demi bertahan hidup kita harus rela ngelakuin apa aja!" Ujar Lucas.
Kemudian Lucas juga ikut maju mengikuti gerakan dengan percaya diri. Ten, Kun, Winwin dan Hendery membuka mulutnya dengan lebar tanpa mereka sadari, sedangkan Mark dan Chenle tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Selesai lagu kedua, lanjut lagu ketiga.
"Yeah you makin' me a boy with luv."
Semua member dengan segera maju kedepan dan melompat menendangkan kaki mereka ke atas.
"Oh my my my oh my my my."
Semua menari dengan suka cita, lagu demi lagu diputar, lagu-lagu populer seperti lagu EXO, NCT, Red Velvet, ITZY dan banyak lagi, mereka meragakan satu-persatu tarian dengan semangat. Hingga saat dipertengahan tantangan, beberapa dari mereka sudah mulai merasa kelelahan dan mulai menyerah, tetapi sebagian besar dari mereka tetap semangat dan belum menyerah.
Sekitar satu jam akhirnya tantangan kedua ini selesai, dan beberapa dari mereka tidak lulus karena tidak memenuhi persyaratan, mereka yang tidak lulus yakni Lia, Jisoo, Nancy, Miyeon, Shuhua, Kun, Chenle, Vernon dan Suga.
"Huuhh capek banget!! Tantangannya susah banget." Keluh Lucas.
"Iya, capek... banget hosh hosh mereka, kayaknya... sengaja, bikin, kita... capek... kayak gini hosh hosh." Ucap Jimin dengan ngos-ngosan.
Dua orang yang berpakaian serba hitam lagi-lagi masuk ke ruangan menemui mereka untuk memberikan sesuatu, kali ini hadiah yang mereka dapatkan sebagai ganti dari jerit payah mereka ialah sebotol air dingin untuk setiap orang, lalu satu persatu botol dibagikan pada mereka yang lulus.
"Yeay!!! Air dingin!" Ucap Sana dengan gembira.
"Huh untung, pas banget lagi haus, capek!!" Ujar Mina.
Mereka yang mendapatkan hadiah itu segera meminum air itu karena kehausan setelah mengeluarkan banyak tenaga. Sedangkan mereka yang tidak lulus tidak mendapatkan apapun dan hanya bisa meneguk ludah mereka sendiri saat melihat yang lain sedang meminum air dengan puas.
Irene yang peka dan merasa kasihan memberikan sisa minumannya pada Chenle yang merupakan member termuda di antara mereka yang tidak lulus. Melihat hal itu member lainnya pun tersadar bahwa mereka sama-sama kehausan dan ikut membagikan minumannya hingga mereka semua akhirnya tidak merasa haus lagi.
Hingga pada akhirnya yang lulus harus meninggalkan teman-temannya yang tidak lulus. Pintu besi menuju lantai tiga dibuka, kemudian yang tertinggal dikurung dalam ruangan itu, semua pintu dikunci dan jendela juga ditutup dengan jeruji besi.
Mereka yang lulus akhirnya sampai di ruangan lantai tiga dan memulai tantangan berikutnya.
.
Di sisi lain,
Dari kejauhan Dita melihat sebuah gubuk tua yang terletak di ujung pulau, ia bergegas menghampiri gubuk itu, dan setelah sampai tepat di depan gubuk, langkahnya terhenti saat melihat sesosok makhluk aneh yang sedang berbaring di samping pintu. Ia melangkah dengan pelan mendekati makhluk itu, mengangkat senjatanya dan berusaha mengumpulkan keberanian. Tetapi saat ia hendak menyerang, makhluk itu tiba-tiba terbangun dan dengan cepat melompat ke arah Dita, wajahnya yang begitu seram terlihat jelas di mata Dita, ditambah mulutnya yang terbuka lebar seperti hendak menelan kepala Dita. Dengan sekuat tenaga Dita berusaha menangkis serangan makhluk yang merupakan Zombie itu dengan senjatanya, kemudian ia mendorong si Zombie hingga terjatuh, di kesempatan baik itu ia langsung menyerang Zombie dengan pedangnya hingga kepala Zombie itu sudah terpisah dari tubuhnya.
Setelah keadaan sudah aman, ia melangkahkan kakinya ke depan pintu dan mengetuknya.
TOK TOK TOK
"Permisi... apa ada orang?"
Kemudian seorang pria dengan kursi rodanya membuka pintu seraya menggendong seorang bayi.
"Siapa kau? Mau apa kau?" Tanya pria itu setelah melihat Dita.
.
DUA JAM SEBELUMNYA
Saat Johnny dan Dita berjalan meninggalkan gedung tiba-tiba dua orang pria yang berpakaian serba hitam datang menghampiri mereka berdua.
"Maaf noona Dita harus ikut dengan kami." Ucap salah satu pria itu.
"Hah? Tapi kenapa? Ada apa?" Tanya Dita terheran-heran.
"Kalian berdua berpencar saja, ada sesuatu yang harus kami sampaikan hanya untuk noona Dita saja." Jawab pria tadi.
"Kenapa? Kalian tidak lihat?! Dia perempuan! Emangnya dia bisa bunuh Zombie sendirian?" Bela Johnny.
"Apapun itu kalian hanya harus mengikuti peraturan." Kemudian kedua pria itu menarik paksa Dita sehingga ia tidak dapat mengelak lagi dan Johnny tidak berkutik lagi. Kemudian Johnny melanjutkan perjalanannya seorang diri.
Setelah dibawa cukup jauh, akhirnya Dita diberhentikan di sebuah rumah kayu yang tersembunyi, kedua pria itu melepaskan genggamannya dari tangan Dita.
__ADS_1
"Masuklah ke dalam sana!" Perintah salah satu pria itu.
"Kenapa? Buat apa? Aku harus ngapain?" Tanya Dita dengan waspada.
"Masuk saja! Tenang saja, ini adalah bagian dari misi ini." Jawab pria tadi.
Dengan ragu Dita berjalan dan membuka pintu. Saat ia masuk, seorang pria dengan perawakan yang tinggi dan berpakaian lengkap serba hitam dari kepala hingga kaki sedang berdiri menunggu kedatangannya, orang itu membelakangi Dita sehingga ia tidak dapat melihat wajahnya.
"Per... permisi!" Ucap Dita dengan ragu.
"Oh sudah datang?" Ucap pria itu kemudian membalikkan badannya menghadap Dita. Wajahnya yang tampan sempat membuat Dita gagal fokus, lalu Dita kembali tersadar.
"Kamu mau tau kenapa kamu dibawa ke sini?"
Dita hanya mengangguk.
"Jadi, untuk menyelesaikan misi ini adalah memberhentikan si ratu hantu yang merasuki seorang wanita di lantai tujuh. Kau dan teman-temanmu belum mengetahui bagaimana cara memberhentikan si ratu hantu untuk mengendalikan Zombie-zombie nanti. Caranya adalah kau harus membawa seorang bayi ke gedung itu untuk diperlihatkan kepada wanita yang kerasukan agar ia bisa kembali sadar. Karena bayi itu adalah anak si wanita kerasukan, bayi itu sekarang berada di sebuah gubuk kecil bersama ayahnya yang lumpuh. Untuk itu kau harus segera mencari dan membawa bayi itu secepat mungkin agar kau dan teman-temanmu bisa selamat. Apa kau mengerti?"
Dita kembali mengangguk.
"KALAU BEGITU CEPAT CARI!!" Bentak pria itu membuat Dita terkejut dan segera berlari mengikuti perintah.
Di tengah perjalanan, Dita merasa frustasi, ia begitu bingung, bagaimana ia bisa menemukan bayi itu di pulau yang cukup besar ini sedangkan ia tidak tahu arah, belum lagi ia tidak bisa bertarung jika nanti ia bertemu dengan Zombie, di sisi lain keselamatan teman-temannya bergantung pada dirinya. Hal-hal yang ia pikirkan itu sempat membuatnya patah semangat dan putus asa, namun setidaknya ia harus mencoba terlebih dahulu, lalu ia kembali bangkit untuk menyelesaikan misi ini.
Setelah kurang lebih dua jam menelusuri hutan yang begitu lebat dan sempat membunuh beberapa Zombie, akhirnya yang dicari-cari telah ia temukan. Dita menjelaskan semua yang telah terjadi serta tujuannya datang pada si pria lumpuh. Pria itu sempat menolak beberapa kali karena ia tidak percaya dengan perkataan Dita dan khawatir akan keselamatan putrinya. Setelah menguras waktu yang cukup lama, akhirnya pria itu bersedia memberikan bayinya dan ia menyuruh Dita berjanji agar putrinya bisa selamat, Dita berjanji dan memegang janjinya itu.
"Terima kasih banyak karena sudah mempercayai saya! Saya berjanji akan membawa putri anda dengan selamat."
Saat Dita ingin segera berlari, pria itu memberhentikannya,
"Tunggu!!"
Kemudian ia masuk dan mengambil sesuatu, ia memberikan Dita sebuah lampu senter.
"Ini!! Nanti kau akan sangat membutuhkan ini." Sembari menyodorkan benda itu pada Dita.
"Oh terimakasih banyak om!" Menundukkan kepalanya dan segera pergi.
Setelah berhasil menemukan bayi, kini Dita harus dihadapkan dengan cobaan lain, ia tersesat kehilangan arah.
Satu jam kemudian Zombie-zombie itu disadarkan dan mulai berjalan mencari gedung. Dita bersembunyi agar bayi yang ia bawa aman dan saat keadaan aman ia kembali mencari jalan. Sedangkan Johnny tetap menyerang Zombie dengan membabi buta, ia terlalu bersemangat sehingga lupa untuk mengamankan dirinya sendiri.
.
Hari semakin gelap, member yang berada di gedung melewati tantangan demi tantangan, hingga kini sudah tiba di tantangan keenam. Dan beberapa dari mereka berhasil melewati tantangan itu kemudian memasuki tantangan yang terakhir. Mereka yang berhasil melewati tantangan keenam ini mendapatkan hadiah berupa lampu senter.
Tantangan ketujuh juga sudah mereka lewati, suasana menjadi semakin menegangkan. Mereka yang berhasil melewati tantangan terakhir ini dibekali dengan senjata yang berbeda-beda untuk menjaga diri.
"Selamat untuk kalian yang sudah lulus hingga di tantangan terakhir! Ini saatnya kalian mencari wanita kerasukan sebelum Zombie-zombie itu menyerang kalian. Sekarang juga cepat!!"
Mereka berpencar mencari wanita itu. Namun sudah terlambat, para Zombie itu sudah mendekati gedung.
Apa yang terjadi selanjutnya?
.
.
.
Karya ini hanya karangan saya semata, tokoh dalam cerita tidak menggambarkan karakter dari siapapun, saya tidak pernah bermaksud untuk menyinggung siapapun.
Gomawo sudah baca! Jangan lupa beri like👍 dan komennya ya! Mohon dukungannya😘
__ADS_1
IG: @zahrauliyani_