
Mengejutkan. Begitu banyak mayat hewan buas di sekitar pijakannya dan aroma anyir menguar dari darah mereka. Tapi Sang Raja hydra, hanya menatap santai itu semua.
“Hades? Dewa dunia bawah? Apa anda tidak terlalu hebat untuk menguji hydra tak berguna seperti diriku?”
Tapi, cuma kekehan pelan yang disemburkan. Sungguh pria itu terhibur karenanya, mengingat laki-laki di depannya terlalu santai dalam bertindak dan juga bersuara.
“Sepertinya, kau benar-benar lupa siapa dirimu,” sindir Sang Dewa.
“Benarkah? Apa mungkin aku anak emas para Dewa? Tampangku memang ganteng untuk disandingkan dengan kalian,” Kers bergumam sambil memegang dagunya.
“Kau memang menyebalkan. Sekarang aku mengerti, kenapa Apollo sangat membencimu. Kupikir kau memang pantas dihukum seperti itu.”
“Persetan dengan ocehanmu, Yang Mulia. Kau pengujiku bukan? Jika kau tak ingin melawanku, buka saja segel auraku. Aku juga malas berlama-lama di sini dan melihat tampang jelekmu.”
Sungguh Hades tak habis pikir akan sikap Raja santai di depannya. Sepertinya Kers, memang perlu dihajar untuk mendisiplinkan mulut kurang ajarnya.
“Jika kau kubunuh, akan seperti apa respons Zeus ya?”
“Bunuh? Apa itu berarti kau akan turun dari kereta reotmu? Kalau begitu kemarilah, Paman. Kibaskan ekormu untuk menamparku. Sepertinya, aku juga butuh peregangan sebelum kembali ke duniaku.”
Dan gemuruh mengerikan pun langsung menyeruak dari kedua sosok yang berbeda status itu.
Sekarang di stepa yang menjadi kawasan pertarungan Revtel, terpampang nyata makhluk-makhluk dari es. Kemampuan sang Wakil Raja hydra dalam memberantas musuh di depannya.
Patung raksasa yang menyerangnya tanpa ampun sedang dibekukan oleh dirinya, walau nyatanya itu hanya sekadar membeli waktu untuk istirahatnya.
Udara begitu dingin di sana dan bagi Revtel yang tak terluka sama sekali tidak akan berarti apa-apa. Dia benar-benar berada di level berbeda, mengingat makhluk yang diserangnya sebelum kedatangan patung itu sudah membabi buta dalam menghajarnya.
Dan ia masih punya banyak kekuatan tersisa untuk melawan makhluk batu di depannya karena es miliknya sudah mencair begitu saja.
“Kembalikan padaku! Kembalikan kekuatan itu padaku!” teriak lantangnya.
Dan Revtel, hanya memamerkan tampang tak acuhnya. Sampai akhirnya ia gigit permukaan jari jempolnya, dan diusapkan ke bibir bawahnya.
“Nigel, aradera bomerva, rieca antensera (Muncullah, pemanggilan terdalam, pedang kematian)” dan wajah Revtel pun retak tiba-tiba. Bersamaan dengan memanjangnya rambutnya dan menghitamnya pandangan di mata.
Dia menjadi sosok yang berbeda dengan pedang dari es namun aneh ukirannya. Seperti huruf kuno berwarna merah di sepanjang mata pedangnya.
“Majulah,” dan senjata pun diangkat olehnya. Mereka bertarung sampai-sampai membelah stepa di sana menjadi dua.
Di pemakaman, tampaklah Trempusa yang menakutkan senyumannya. Seperti Dewa kematian, dengan sabit besar di tangannya.
__ADS_1
Para gagak yang menyerangnya telah menjadi potongan menyedihkan di sekelilingnya. Bulu-bulu terbang mengudara, para tengkorak sedang tertawa dan lintah aneh bangkit dari kuburan sekitarnya.
Sepertinya, lawan selanjutnya ada hewan-hewan pengisap darah yang kelaparan melihat sosoknya.
“Benar-benar menyusahkan.”
“Benar. Ini memang menyusahkan.”
Trempusa pun terkesiap. Sosoknya langsung menoleh ke belakang pada sumber suara. Samar-samar siluet di depan mata mulai menampilkan warna sesungguhnya dari dia yang berbicara.
Tsukuyomi no Mikoto.
Sang Dewa bulan, perawakannya muda seperti Aza Ergo, rambutnya perak berkilauan dan matanya putih seluruhnya.
Pakaian kebesarannya berwarna ungu di badan dengan hiasan teratai di pinggiran. Raganya berdiri di atas awan dan tubuh memancarkan aroma tak biasa. Wangi namun menusuk hidung menenangkan.
Seolah ingin dibawa ke alam mimpi untuk menikmati kenikmatan.
Dan Trempusa, menatap tajam dirinya yang mendekati Sang Raja empusa.
“Sabit Shinigami ya? Jiwa murni yang mendapatkan rampasan para pembangkang. Jadi, apa yang harus kulakukan padamu?” tanya sambil tersenyum tipis.
“Nedierma! (Menyebar!)” pekiknya tiba-tiba bersamaan dengan ayunan sabit besar di tangannya.
Sehingga sebuah energi tebasan gelap pun menyerang apa pun yang ada di sekitarnya. Lintah-lintah terbelah menjadi dua, bersamaan dengan salib dan tengkorak-tengkorak yang terikat padanya.
Sayangnya semua tak begitu membantu Sang Raja. Karena bagaimanapun juga, makhluk-makhluk itu bergerak cepat untuk kembali utuh seperti sedia kala.
“Sayang sekali,” lirih Tsukuyomi menatap itu semua. Karena bagaimanapun juga, kemampuan sabit shinigami takkan berpengaruh padanya. Mengingat Trempusa bukan Dewa seutuhnya.
Leon, sang rasi bintang singa.
Berdiri dengan gagahnya di depan hutan larangan. Riz terpererangah, karena tameng pelindung akhirnya pecah.
Tenaga sudah terkuras dan kemampuan mulai melemah pertahanannya. Tentu saja sang pelayan Dewa tertawa melihatnya.
“Tak peduli berapa lama aku hidup. Para guider, tampaknya masih belum bisa membangkitkan kemampuan dari tankzeas (pelindung) milik Dewa. Ironis, karena kemampuan sehebat itu justru sulit dikendalikan oleh penerima titisannya. Entah kenapa aku lebih setuju untuk mengenyahkan kalian para makhluk tak berguna. Bagaimana menurutmu? Gemini.”
Terkesiap.
Heksar Chimeral tersentak. Setelah mendengar pernyataan dari sang rasi bintang kembar. Keduanya menyanyikan kisah permulaan para Dewa, sebelum mereka memimpin dunia di atas sana.
__ADS_1
Dan Sang Raja chimera, hanya bisa terdiam di posisinya.
“Jadi, apa yang kau tangkap dari cerita kami?”
Tak ada jawaban. Kecuali guratan tampang tak mengenakkan dari rupanya. Heksar melirik enggan dan memilih membuang muka.
Sekarang, giliran rasi bintang laki-laki yang berbicara. “Sepertinya, kau tahu di mana kesalahan kalian semua.”
Raja chimera pun memiringkan wajahnya. “Kuharap, kita tidak perlu bertarung kalau begitu. Aku akan kembali ke duniaku, jadi kalian juga bisa kembali ke kayangan sana.”
Tapi, malah tawa yang dilontarkan si kembar. “Apa menurutmu semudah itu?”
Heksar pun mengernyitkan keningnya.
“Dalam peraturan para Dewa, saat ujian peningkatan kemampuan tiba, siapa pun pihak kayangan yang tersisa harus mengujinya. Hanya itu yang bisa kami lakukan agar tak ada bakat-bakat menyimpang tumbuh seenak hatinya.”
“Apa maksudmu?” laki-laki itu menatap bingung akan ucapan gadis Gemini.
“La Llorona, Wendigo, Rokurokubi, Manananggal, Cindaku, Kuyang, Gorgon, Helga Nevaeh, Leduo Perseus, Reygan Cottia, kupikir tak harus semua penyimpang kusebutkan namanya kan?” cibirnya.
“Mereka—”
“Kau pasti pernah mendengar salah satu legendanya. Masing-masing dari mereka, adalah sosok pemuja yang menyimpang akan bakatnya. Berubah mengerikan karena hasrat tak terbendungnya. Dan demi memastikan tak ada lagi penyimpang seperti mereka, karena itu kami uji lima kekuatan yang ada pada kalian. Apa akan berakhir pada keburukan atau kebaikan nantinya. Walau nyatanya, kesalahan leluhur kalian masih belum bisa dimaafkan.”
Perjelasan panjang itu, jelas sedikit banyaknya menggoreskan perasaan yang campur aduk bagi Raja chimera.
Dia memang sudah mendengar kisah rahasia yang ditorehkan leluhurnya. Cerita turun temurun, di mana para pendahulu mengacungkan senjata pada Dewa dengan menipu sosok yang menyayangi mereka. Memakai darahnya untuk membukakan jalan ke kayangan. Dan juga melakukan hal terlarang lainnya karena begitu cemburu akan kehebatan sosok yang dipuja.
Dengki memakan nurani. Hasrat berkumandang keji, ambisi sungguh ternodai, dan semua itu karena rasa busuk di hati.
Kisah kelam para leluhur akhirnya terlukiskan di prasasti batu. Di jalan menuju pintu masuk Altar Hidea dan semua cerita kehidupan awal dunia Guide beserta perjanjian dan nyanyiannya juga terukir di sana.
Namun hanya satu yang pasti, sepanjang sejarah turun temurun di Dunia Guide, tak ada satu pun sosok guider mampu menginjakkan kaki di sana setelah masa peradaban Hedenia.
Kecuali seorang hydra, dengan rahasia gelap di dirinya dan itu cuma diketahui oleh tiga orang saja.
Revtel, Bragi Elgo dan seseorang dari bangsa tradio. Hanya mereka yang mengetahui itu. Hanya mereka bertiga yang tahu siapa sosok sebenarnya dari hydra penuh rahasia itu.
NOTE : Maaf readers, demi kesehatan ane terpaksa libur dua hari, jadi up ny senin ya. Makasih udah dukung dan selalu tungguin up ny :) Maaf belum balas semua komen juga. Jaga kesehatan kalian karena sehat itu mahal.
Terlepas dari banyaknya misteri atau tokoh di dalamnya, tolong dimaklumi ya 👍🏿 makasih
__ADS_1