
Di Sebuah pulau kecil tak berpenghuni, pulau yang cukup luas, dengan hutan yang lebat, kumpulan helikopter turun mendarat di sebuah tanah lapang pada pulau tersebut.
Penumpang helikopter tersebut berjalan keluar, tetap dengan ekspresi kosong. Mereka ialah ke 49 siswa itu, mereka dikumpulkan dan helikopter meninggalkan mereka di pulau.
Tiba-tiba suara keras seperti terompet muncul, membuat mereka mulai tersadar menutup kedua telinga mereka yang kesakitan. Hingga akhirnya suara itu hilang, perlahan mereka membuka mata, berputar memandang ke segalah arah, dan saling memandang satu sama lain.
Tentu saja mereka terheran-heran karena tiba-tiba saja berada di tempat yang tidak dikenal, perlahan mereka mulai panik.
Selang beberapa lama tidak ada bunyi, Somi menjadi orang pertama yang berbicara diantara mereka saat itu, "Hah? Di mana ini?"
"Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba ada di sini?" Tanya Taehyung.
"Ck aku tidak ingat apa-apa, apa yang terjadi?" Sambung Dita memegang kepalanya berusaha mengingat sesuatu.
Sejenak suasana kembali hening, masing-masing bersikeras untuk mengingat sesuatu.
"Haaa!!! Aku ingat!!! Sebelum ini aku bertemu dengan pria yang memakai pakaian hitam." Lucas memecah keheningan.
"Iya benar! Aku sudah ingat!" Sahut Yuqi.
"Sial! Apa yang dilakukan pria itu pada kita?!" Sanggah Krystal penuh kekesalan.
Kai yang berdiri di sampingnya berusaha untuk menenangkan Krystal, "Krystal tenang dulu."
"La lalu, ap apa yang harus kita lakukan di sini? Tempat ini aneh." Ucap Wonyoung tergagap-gagap, suaranya bergetar.
"Menurutmu tempat ini aneh? Menurutku tempat ini begitu asri, sangat hijau dan banyak pepohonan." Sahut Taehyun.
"Bukannya malah kelihatan seram ya?" Sanggah Jisung.
Pulau itu memang memiliki banyak pepohonan dan udaranya sejuk, tetapi mereka tidak mengetahui akan sesuatu yang tersembunyi dan tersebar di penjuru pulau itu. Ada apakah sebenarnya?
"Kita harus apa ditelantarkan di tempat ini? Ku rasa pulau ini tidak memiliki penghuni." Ungkap Sana.
"Benarkah? Menurutmu pulau ini tidak memiliki penghuni? Kalau benar lalu bagaimana ini?" Tzuyu mulai khawatir.
"Kalian ada yang bawa handphone?" Tanya Kai.
"Kalaupun ada yang bawa, percuma, pasti tidak ada sinyal di sini." Jawab Jimin.
"Kita aja masih pakai baju sekolah!" Tambah Somi.
Menyadari situasi memburuk dan teman-temannya telah diselimuti oleh kekhawatiran, Taemin datang menengahi untuk menenangkan semuanya, "Kuharap kalian semua tenang dulu, di sini kita semua sama-sama tidak mengetahui apa yang terjadi, mungkin kita akan mendapatkan petunjuk, bersabarlah."
"Siap bang Taemin!" Jawab Jisung dengan hormat.
"Selamat datang untuk kalian para pemain Death Game."
Suara misterius muncul dan menggema dari segala arah. Semuanya terkejut dan mencari-cari sumber suara.
"Eh suara apa itu?" Tanya Soobin panik.
"Suara cewek." Sahut Lucas.
"Suara cewek kek, cowok kek, emak-emak kek, om-om kek, nenek-nenek kek, nggak penting bambank!" Ucap Winwin mulai emosi.
"Iya iya udah Win." Kun menenangkan.
"Tunggu! Apa maksudnya tadi? Pemain Death Game?" Tanya Taehyun.
"Kok jadi makin seram?" Sambung Miyeon.
"Lihat guys! Di sekeliling ternyata sudah dipasang banyak pengeras suara, pantes aja suaranya menggema di mana-mana." Ujar Taehyung.
Suara misterius yang membuat semuanya terkejut kembali muncul.
"Ini adalah tempat di mana nantinya kalian akan menjalankan misi untuk bertahan hidup, untuk petunjuk yang lebih lanjut silakan masuk ke gedung besar yang ada di hadapan kalian."
"Hah? Apa? Apa maksudnya untuk bertahan hidup?" Tanya Mina.
"Aku... aku takut, aku mau pulang." Ucap Wonyoung."
__ADS_1
"Bagaimana kita bisa pulang sekarang?" Sahut Yuna.
Kemudian Yuta tersadar dengan perkataan suara misterius tadi,
"Guys! Dia bilang kan gedung besar yang ada di hadapan kita? Gedung yang mana? Di sini nggak ada apa-apa selain hutan."
"WOY! KALAU BERITAHU SESUATU ITU YANG JELAS!!! GEDUNG YANG MANA KAU MAKSUD?!!" Teriak Taeyong dengan keras.
"Taeyong! Hati-hati!" Timpal Taemin.
"Kalau aku, aku tidak peduli di mana gedung itu, kita tidak akan ke sana kan? Apa iya kalau kita mengikuti perkataan suara misterius itu begitu saja?" Ungkap Suho.
"Trus maksudmu kita cuma berdiam diri di sini saja?" Sahut Irene.
"Bukan begitu, kita cari jalan lain aja selain mengikuti suara aneh itu." Jawab Suho pada Irene.
"Di hadapan kalian ada jalan untuk menuju gedung itu, masuklah! Kalian akan mendapatkan petunjuk setelah sampai di gedung."
"Oh iya! Di situ ada jalan guys!" Seru Jungkook seraya menunjuk ke sebuah jalan kecil.
"Tidak perlu! Kita tidak usah mengikuti perintahnya, mungkin kita dijebak." Ucap Suho.
"Sebenarnya kita sudah terjebak di sini, mau kita masuk ke gedung itu atau tidak, tetap sama saja." Ungkap Wendy.
"Benar, kurasa kita harus mengikuti arahan saja, walau tidak mengikuti perintahnya kita tetap tidak bisa keluar dari pulau ini." Sambung Taemin.
"Huh yasudah pergi saja kesana! Kami tidak bertanggung jawab kalau kau kenapa-napa." Suho memarahi.
Kemudian Irene memegang pundak Suho, "Suho, benar kata Taemin."
Sontak Suho memandang wajah Irene, "Irene? Kau...?"
"Semuanya, kita tidak tahu sampai kapan kita di sini, daripada membuang waktu saja berdiam di sini, lebih baik kita segera mencari gedung itu untuk mendapat petunjuk." Seru Taemin.
Mark menambahi, "Benar, aku mengikuti apa kata bang Taemin aja, kalau memang nanti kita dijebak, setidaknya pasti ada jalan keluar."
Taemin dan beberapa orang lainnya mulai berjalan, namun masih ada yang tidak beranjak dari tempatnya berdiri karena merasa takut.
"Jangan, jangan ke sana... aku takut."
Irene berusaha menenangkan, "Wonyoung... Jangan takut selama kita masih bersama-sama, untuk itu sebaiknya pergi bersama-sama ke sana, kalau berpisah-pisah kita akan lebih susah."
Karena saran Irene, Wonyoung mulai merasa tenang, ia mengangguk kecil. Mendengar ucapan Irene semuapun akhirnya bergerak mengikuti Taemin, Suho masih berdiri diam di tempat, kemudian Irene menatapnya seolah memerintahnya untuk ikut berjalan, Suho menunduk dan akhirnya menyusul teman-temannya.
.
.
.
Di teriknya matahari, mereka berjalan menyusuri hutan yang begitu lebat, semuanya menatap kesana kemari memastikan tidak ada sesuatu yang akan mengganggu mereka.
"Gedungnya masih jauh ya?" Tanya Yiren
Jaemin yang berjalan tidak jauh darinya menjawab, "Nggak tau, mendingan jalan aja dulu, jangan banyak tanya."
Yiren terdiam dan memalingkan wajahnya.
"Sepi banget." Ucap Haechan.
"Ya namanya juga di hutan." Balas Jaemin
"Bukan begitu, maksudku kalian banyak orang begini nggak ada yang bicara satupun, bikin suasana jadi tegang aja, bicara dikit kek biar ga terlalu tegang." Haechan mengoceh.
Jaemin, Jisung, Chenle, dan Mark tiba-tiba memberhentikan langkahnya, berpaling dengan pelan memandangi Haechan.
"A ada apa? Apa ada sesuatu?" Tanya Haechan dengan heran.
"HAECHAN???!!!" Teriak Jaemin, Jisung, Chenle, dan Mark bersamaan.
"Hah? Haechan? Bukannya dia nggak ikut keculik ya?" Tanya Johnny heran.
__ADS_1
"Tau!!!" Sahut Jisung.
"Kenapa tiba-tiba ada di sini?" Tanya Yuta.
"Tau!!!" Sahut Jisung
"Mungkin karena dia mau ikut tapi nggak kepilih." Timpal Winwin.
"Tau!!!" Sahut Jisung.
"Eh... Iya ya, yaudah deh gue balik lagi, kalian jahat!" Ucap Haechan.
"Yaudah balik aja sana cepet!" Perintah Chenle.
"Tau!!!" Sahut Jisung
Haechan pun menghilang dari pandangan mereka.
"Salah server tuh anak." Ucap Taeyong.
"Tau!!!" Sahut Jisung.
"Shhtt udah-udah!" Kun berbisik.
"Ada apa sih ribut-ribut?" Tanya Suga.
"Nggak apa-apa bang, nggak penting." Balas Jaemin.
"Oh."
.
.
.
Setelah sekian jauhnya berjalan melewati hutan, akhirnya mereka menemukan gedung yang amat besar, gedung kosong tak terawat, dindingnya yang putih mulai menghitam. Pemandangan yang menyeramkan menghadang mereka.
Mereka terperangah disuguhkan pemandangan yang tidak ingin mereka lihat. Gedung yang mereka lihat dihadapan mereka tidak sesuai dengan ekspetasi mereka.
"Tempat apa ini? Nggak! Aku mau pulang aja." Ucap Shuhua.
"Tolong! Aku nggak mau masuk, mau pulang." Teriak Wonyoung.
"Kalian dasar labil, bagaimana kita bisa pulang sekarang?" Sanggah Krystal.
"Apa kubilang! Makanya aku bilang nggak usah ke sini!" Bentak Suho.
"Maaf bang Suho, sebaiknya kita periksa keadaannya terlebih dahulu, apapun yang menghadang kita harus tetap maju!" Seru Soobin seraya mengepal dan menaikkan tangannya sebagai tanda semangat.
"Helehhh pas masuk belum tentu berani." Ejek Taehyun.
"Anjay Soobin! Kata-katanya ituloh hahaha." Ucap Yeonjun sambil tertawa kecil.
"Sudahlah, benar kata Soobin, kita sudah terlanjur sampai di sini, sekarang kita harus tetap masuk ke gedung ini." Taemin membenarkan.
Mereka akhirnya mengikuti kata Taemin, berjalan memasuki gerbang yang berdiri kokoh.
Semua sudah terlanjur mereka lewati, apa yang akan mereka hadapi selanjutnya?
.
.
.
Karya ini hanya karangan saya semata, tokoh dalam cerita tidak menggambarkan karakter dari siapapun, saya tidak pernah bermaksud untuk menyinggung siapapun.
Gomawo sudah baca! Jangan lupa beri like👍 dan komennya ya! Mohon dukungannya😘
IG: @zahrauliyani_
__ADS_1