Jangan Remehkan Aku

Jangan Remehkan Aku
Bab 13


__ADS_3

Lingga sudah berada di apartemen nya. Dia juga meminta Burhan untuk tinggal bersamanya di apartemen.


Burhan tentunya tak bisa menolak perintah majikannya bukan? Meski awalnya dia bekerja untuk tuan besarnya, Arya. Tapi sejak Lingga tiba di sini, Arya menyuruh Burhan untuk mendampingi Lingga.


"Kalo kamu mau ambil baju di rumah silahkan Han! Tapi naik taksi aja ya, nya pulang ke sini bawa mobil satu lagi! Mobil tadi mau aku pakai!",kata Lingga.


"Iya mas!", jawab Burhan.


Hari menjelang malam, usai membersihkan diri Lingga pun berniat untuk kembali ke tempat di mana istrinya tinggal. Setidaknya dia harus berusaha untuk memperbaiki kesalahan di masa lalunya.


Jam delapan malam, Burhan masuk kedalam apartemen Lingga dengan membawa ranselnya.


"Mas Lingga mau saya antar?",tanya Burhan.


"Ngga usah Han. Kamu istirahat aja!"


Setelah itu Lingga pun meninggalkan unit apartemennya.


Lelaki tampan itu pun melesat menuju ke rumah Galuh.


Di sisi lain...


Sejak bertemu dengan Lingga di warung tadi, Galuh sama sekali tak keluar dari kamar. Beruntung dia memiliki Sari, gadis itu tak sungkan membantu untuk memandikan Sekar dan menyuapinya.


Syam yang heran tak melihat kakaknya sejak sore pun mencoba mencarinya ke kamar.


Tok..


tok.

__ADS_1


"Kak, kak Galuh di dalam kan?",tanya Syam. Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Warung juga sudah tutup.


Karena tak ada sahutan, Syam pun masuk. Di lihatnya sang kakak sedang tengkurap di atas ranjang. Suasana kamar nya terlihat sangat kacau. Tidak seperti biasanya.


Syam mendekati Galuh yang sudah tak memakai hijabnya. Gadis itu tidur dengan tertelungkup.


Masih terlihat bekas air mata di pipi dan sudut mata Galuh. Syam tahu apa yang terjadi dengan kakaknya.


Anak lelaki berusia tujuh tahun itu tak tega membangunkan kakaknya yang tertidur pulas. Pakaian yang galuh pakai masih yang tadi siang saat ia menjemput Syam.


"Kak Galuh kenapa?",Syam bermonolog. Tapi setelah itu ia pun memutuskan untuk keluar dari kamar sang kakak.


Saat baru keluar dari kamar Galuh, tak sengaja ia melihat Sekar yang sedang menonton tv di temani Sari dan Lusi, satu lagu bernama Susi sepertinya sedang keluar.


Tak ingin merusak konsentrasi sang ibu, Syam pun mengendap-endap pergi dari sana. Ia tak mau ibunya histeris karena melihat keberadaannya. Terlebih dirinya keluar dari kamar Galuh. Sekar sangat membenci Syam.


Syam yang bete pun memilih turun ke warung. Minimal ada Umar dan Usman di bawah sana. Meski sama-sama nonton tv, setidaknya Syam lebih tenang karena ibunya tidak akan melihatnya.


Syam memang hadir di rahim Sekar tanpa di rencanakan. Sebuah kesalahan besar yang tidak sengaja di lakukan oleh seorang ibu! Bukan tidak sengaja, Sekar memang tak menginginkan kejadian buruk itu terjadi.


"Lho, kok adek belom bobo?",sapa Umar. Anak umar masih berusia dua tahun dan tinggal di kampung.


"Belum ngantuk Mas!", jawab Syam.


"Tapi udah makan kan dek?",tanya Usman sekarang.


"Udah mas, tadi di ambilin mba Sari."


Syam duduk di bangku panjang dekat etalase kaca.

__ADS_1


"Mas, kak Galuh kenapa ya? Sejak jemput sekolah tadi, Syam ngga liat dia. Eh, pas masuk kamar, udah tidur. Mana belom mandi lagi. Mau bangunin, ngga enak. Emang ada apa tadi ya mas? Kali aja mas Umar sama mas Usman tahu!"


Umar dan Usman saling berpandangan. Bingung! Apa yang akan mereka jelaskan pada anak seusia Syam? Apakah dia sudah paham? Lagi pula, Umar dan Usman tidak terlalu mengerti masalah yang Galuh hadapi.


"Ngga tahu Dek!",jawab Usman.


Dua pria dewasa itu pun memilih bungkam dari pada menjawab pertanyaan yang mereka tak tahu jawabannya.


Tok...tok...


Terdengar rolling door warung di ketuk dari luar. Tak biasanya ada yang bertamu di malam hari seperti sekarang?


"Siapa Man?",tanya Umar pada Usman.


"Ga tahu lah gue. Buka gih!",pinta Usman. Tapi Usman ogah-ogahan untuk membuka pintu, akhirnya Syam yang bangkit dari bangkunya.


Melihat Syam yang menghampiri pintu, otomatis duo 'U' langsung mengikuti Syam. Bisa saja kan itu orang iseng atau orang yang akan berbuat buruk. Bagaimana kalo Syam yang jadi sasarannya??


Belum sampai ke pintu, Syam sudah lebih dulu membuka pintu besi itu.


"Cari siapa?",tanya Syam pada pria yang sedang memunggungi pintu, yang tak lain Lingga.


Lingga pun berbalik badan lalu tersenyum pada Syam.


"Halo Syam",sapa Lingga. Syam yang tak terbiasa berbicara dengan orang asing pun tampak acuh.


"Maaf, cari siapa?",ulang Syam. Meski terdengar sopan, tapi nada dinginnya ketus seperti itu.


"Saya ...mau bertemu Galuh. Bisa?",tanya Lingga. Syam menelisik Lingga dari ujung kepala sampai ujung kaki.

__ADS_1


"Om siapa? Mau apa ketemu kak Galuh?",tanya Syam.


Wajah Syam kaya mirip siapa ya??batin Lingga.


__ADS_2