Jangan Remehkan Aku

Jangan Remehkan Aku
Bab 62


__ADS_3

Bada ashar Lingga, Syam, Puja dan Angel menuju ke pusat kota. Syam jarang ikut keluar dari kampungnya. Makanya...dia sedikit takjub melihat kota kabupaten yang jarang ia lewati.


"Bang!", panggil Syam yang duduk di belakang Lingga.


"Kenapa Syam?"


"Ada ngga sih stand minuman yang lagi hits itu di sini?", tanya Syam penasaran. Angel justru antusias melihat jalanan kota yang tak banyak di tumbuhi gedung tinggi tapi terlihat ramai.


"Minuman hits apa?", justru Lingga balik bertanya.


"Ini lho bang!!!", Syam menunjukkan gambar tersebut dari ponselnya. Lingga terkekeh pelan.


"Penasaran sama yang lagi viral itu dek?", Lingga meledek.


"Heum, pengen tahu aja. Kayanya di aplikasi anu berseliweran deh, bahkan them song nya aja aku hafal bang. Ni ai wo wo ai ni!", kata Syam dengan pedenya seolah tak ada Angel apalagi Puja.


"Hahahaha....bisa aja kamu Syam. Oke...nanti kita mampir. Kamu yang traktir Abang, sama Angel dan.... panggilnya enaknya apa ya? Om puja apa Abang juga?", Lingga bingung sendiri.


"Abang Syam cuma bang Lingga!", sahut Syam cepat. Puja mendengus kesal. Lingga sendiri hanya tertawa.


"Ngarep banget ya di panggil Abang, biar keliatan muda gitu?", ledek Lingga pada Puja.

__ADS_1


"Au ah...!", sahut Puja kesal. Syam tak menanggapi lagi. Dia lebih memilih melihat jalanan dari kaca nya. Angel sendiri, ngapain? Gadis remaja itu sibuk mendokumentasikan pemandangan yang mungkin baru pertama kali ia lihat.


Dari dekat terlihat modern karena banyaknya pertokoan dan gedung lain, tapi background nya pegunungan yang asri. Indah bukan?


Beberapa saat setelah perjalanan lebih dari sejam, Lingga memarkirkan mobilnya. Lalu ia mengajak sang adik iparnya turun.


"Papa!", panggil angel pada Puja.


"Kanapa An?", tanya Puja.


"Kita kok malah ke pusat perbelanjaan kaya gini sih?", keluh Angel.


"Suruh siapa ikut!", celetuk Syam lirih, tapi masih cukup terdengar orang lain.


"Ikut uncle Hans dulu, habis ini kita beli minuman yang sedang viral seperti kata Syam!", Puja mencoba membujuk gadisnya.


"Jangan lama-lama!", rengek Angel. Syam sendiri menoleh dan menatap tajam pada Angel.


"Ya udah sana pulang aja duluan!", sarkas Syam.


"Udah-udah, ayok jalan ke tokonya. Nanti kalo udah dapat barang yang di mau, kita ke stand Misuke. Minuman yang lagi viral itu kan???", Lingga menengahi adik iparnya dan keponakannya yang sama-sama merasa paling benar sendiri.

__ADS_1


"Ayo bang?", Syam merangkul lengan Lingga. Lelaki tampan calon bapak itu pun mengikuti langkah Syam yang sudah melihat keberadaan toko elektronik itu.


"Angel ngga mau ke sana ah Pa. Mau main di Playground aja!", Angel memisahkan diri.


"An, tunggu papa sayang! Ga, kakak sama angel dulu ke sana. Kalo udah beres telpon kakak aja?!", kata Puja meninggalkan Lingga dan Syam.


Lingga dan Syam di layani dengan baik oleh pelayan toko. Sedang Angel sendiri memilih permainan yang lebih semangat. Dari tinju balon,lempar bola basket, balap mobil dan ya... begitu lah Angel.


"Kuno sekali mainannya pa!", kata Angel kesal.


"Kuno, tapi semua di cobain!", sindir Puja.


"Adanya!", sahut Angel.


"An!", panggil Lingga yang sudah menenteng kotak berisi PS.


"Uncle Hans, udah beres kan beli mainannya. Habis ini langsung cari makan sama minum kek!", kata Angel.


"Iya ,tapi solat dulu. Udah magrib tahu!", sahut Syam.


Lingga masih heran kenapa adik iparnya jadi ketus begini. Padahal biasanya Syam jarang bicara apalagi sindir menyindirnya seperti ini dengan Angel.

__ADS_1


"Ya udah, Syam Uncle solat dulu. Kita ketemu di stand minuman Misuke. Sekalian pesan makanan lain nanti!"


"Oke uncle!", jawab Angel girang. Sedang Syam sendiri memutar bola matanya malas.


__ADS_2