Jangan Remehkan Aku

Jangan Remehkan Aku
Bab 95


__ADS_3

Flashback on


Zea baru saja selesai mengerjakan tugas di kamarnya. Gadis kecil yang beranjak remaja itu menuruni tangga untuk mengambil minum di dapur.


Samar-samar ia mendengar suara mamanya yang sedang berbicara di dalam kamarnya. Zea mengurungkan niatnya untuk mengambil air. Gadis kecil itu mendekati pintu kamar mamanya.


Tangan Zea terulur untuk membuka pintu kamar mamanya. Saat ia membukanya, Zea terkejut dengan kondisi kamar mamanya yang berantakan seperti kapal pecah.


Hampir semua barang yang ada di meja bahkan ranjang pun ikut berantakan menjadi sasaran amarah mamanya.


Zea terkesiap mendengar jeritan emosi mamanya. Gadis kecil itu ingin menghambur memeluk mamanya meski ragu.


Tapi akhirnya Zea memberanikan diri memanggil mamanya.


"Mama!", panggil Zea dengan suara bergetar takut. Helen menoleh cepat ke arah Zea yang tergugu melihat kondisi mamanya.


"Mama kenapa? Jangan begini ma...!", Zea semakin mendekat.


"Jangan ganggu mama Ze!", kata Helen masih dengan nafas yang memburu.


Zea menggeleng lemah.


"Apa Zea bikin salah? Bikin mama marah?", tanya Zea. Helen menatap putrinya dengan tatapan tajam.


"Pergi mama bilang, pergi!", Helen mendorong Zea. Gadis kecil itu menangis mendapatkan perlakuan dari mamanya yang selama ini selalu bersikap lemah lembut. Tapi sekarang? Zea seperti tak mengenal mamanya.


"Mama....hiks...hiks...mama, kenapa mama begini ma...? Maaf kalo Zea bikin salah ma...hiks....hiks....!"


"Mama bilang keluar dari kamar ini Zea. Mama butuh sendiri! Jangan sampai mama lepas kendali dan melukai kamu! Kamu paham ucapan mama kan!!!", teriak Helen.


Zea yang ketakutan dengan tubuh bergetar mengambil ponselnya di kamar. Dilihatnya jam yang ada di ponselnya, sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.


Air matanya masih meleleh tapi gadis itu keluar dari rumahnya. Tujuan utamanya adalah rumah Opa nya yang sama-sama berada di kompleks perumahan elit tersebut. Art nya yang biasa bekerja di sana, kebetulan sedang ijin keluar.


Jalan komplek mulai sepi karena memang area perumahan tersebut akan sepi di jam malam seperti biasanya. Tanpa rasa takut, Zea pun menuju ke rumah Opa nya.


Tak sampai lima menit, gadis kecil itu sudah sampai di rumah yang tak kalah mewah dari rumah mama papanya.


Sekuriti yang menjaga gerbang terkejut melihat cucu majikannya datang dalam kondisi yang berantakan dan menangis.


"Astaghfirullahaladzim, non Zea!", sekuriti Surya menghampiri Zea.


"Non Zea kenapa? Kok nangis begini? Ke sini sama siapa?", cerca sekuriti. Karena Zea tak menjawab, sekuriti keluar gerbang untuk memastikan Zea kerumah ini dengan siapa. Tapi ternyata dia tak menemukan siapapun.


Zea masih menangis tersedu-sedu.


"Sudah non, ayo masuk! Ada bibik di dalam. Yuk!", ajak sekuriti tapi sebelumnya ia mengunci pintu gerbang terlebih dulu.


Zea di giring masuk ke dalam rumah mewah tersebut lewat pintu garasi yang menghubungkan langsung dengan dapur dan kamar art.


"Ya Allah, non Zea!", art tersebut mendekati Zea yang masih menangis.

__ADS_1


"Kayanya Non Zea datang sendiri bik!", kata sekuriti sebelum ia di tanya.


Sebagai seorang ibu, bibik paham jika cucu majikannya sedang tak bisa di tanya-tanya.


"Duduk dulu non, bibik ambil minum!", kata Bibik lalu mendudukkan Zea di kursi.


Bibik memberikan segelas air putih pada Zea untuk segera di minum. Gadis kecil itu pun menurutinya.


Setelah dirasa cukup tenang, bibik mulai bertanya pada Zea.


"Non Zea kenapa nangis? Ke sini sama siapa?", tanya Bibik.


"Opa sama papa ngga di rumah?", justru Zea yang bertanya tanpa menjadi pertanyaan bibik. Si bibik hanya menghela nafas.


"Tuan dan tuan muda sedang ke luar kota Non. Non Zea cerita sama bibik, ada apa? Barangkali nanti bibik bisa bantu?"


Zea menggeleng.


"Zea mau nunggu papa sama opa di ruang tamu!", kata Zea langsung berdiri.


"Tapi kan tuan dan tuan besar ngga tahu kapan pulang non!", cegah bibik. Sayang nya Zea keras kepala seperti papanya yang sudah bibik rawat sejak kecil.


Tak berapa lama, Zea tertidur di sofa ruang tamu. Bibik membujur Zea agar masuk ke kamar. Tapi gadis kecil itu menolaknya. Ia bersikukuh ingin menunggu papa dan opanya.


Bibik hanya bisa menyelimuti nona mudanya yang tak mau di bujuk untuk tidur di kamar yang biasa ia pakai saat tinggal di rumah ini.


Di sisi lain....


Helen menyandarkan punggungnya ke dinding. Ia melepaskan blazernya. Tinggallah kemeja yang membalut tubuh langsingnya meski dia sudah pernah melahirkan.


Saat di traffic light, ia membuka kaca mobilnya dan mematikan AC nya. Ia ingin mendinginkan tubuhnya dan juga otaknya agar di terpa angin malam.


Dan tanpa sengaja, ia melihat seseorang yang ia kenal sedang bercumbu mesra di dalam mobil dengan kaca yang terbuka. Beberapa detik kemudian, kegiatan itu usai.


Sosok perempuan yang ia kenal menoleh padanya.


"Hai, Tante Helena?", sapanya tanpa canggung meski seorang lelaki muda tengah menyentuh bagian sensitifnya.


Gila!!! Batin Helen.


"Hai, Shiena!", sapa Helen datar.


"Kemana Tan? Kok sendiri, om Glen mana?", tanya Shiena yang berada di balik kemudinya.


"Pengen keluar aja!", jawab Helen datar. Sebagai seorang lulusan psikologi, Shiena paham jika Tante dari laki-laki yang pernah di sukainya sedang bermasalah.


"Mau ngilangin pusing ngga Tante? Ikut aku yuk!", kata Shiena tersenyum.


Helena bergeming hingga ia menyadari jika lampu sudah berwarna hijau.


"Ikut aku Tante!", teriak Shiena sambil menjalankan mobilnya. Entah kenapa Helen penasaran dengan ucapan Shiena. Tanpa ia sadari, ia mengikuti mobil Shiena yang melesat cepat.

__ADS_1


Mobil Shiena memasuki sebuah klub malam yang cukup elit di kawasan tersebut. Kepalang basah, Helen juga sudah memasukkan mobilnya ke area parkir.


Tok....


Tok....


Shiena mengetuk kaca mobil Helen. Perlahan, Helen pun keluar dari mobilnya.


"Yuk Tan, aku jamin pasti Tante akan lupa sama masalah Tante!", kata Shiena.


"Dari mana kamu tahu saya punya masalah?", tanya Helen dengan nada heran.


"Hahaha Tante, c'mon hal seperti ini sudah biasa! Aku yakin tante butuh tempat di mana Tante bisa mengekspresikan emosi dan kemarahan Tante. Makanya, ayok ikut aku tan!", ajak Shiena.


Helen tampak ragu. Ini untuk pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di tempat seperti ini.


Tapi Shiena menggandeng tangan Helen lalu mengajaknya masuk.


Shiena adalah salah satu member ekslusif di club tersebut. Wajar jika dia di kenal oleh penghuni tempat maksiat tersebut.


"Woi bos...! Siapa nih?", sapa seorang teman Shiena.


"Tante gue! Awas minggir, ngga usah mikir mau macem-macem ya. Tante gue perempuan baik-baik!", kata Shiena menghalau temannya yang akan menyentuh Helen.


"Ckkkk...ngga ada perempuan baik-baik mau datang ke tempat beginian Shiena hahahahha!", ucap yang lain. Helen sempat tersinggung, tapi...


"Dan Lo udah di pastikan bukan orang baik-baik!", Shiena mendorong bahu orang tersebut yang justru terbahak-bahak mungkin karena pengaruh alkohol.


"Duduk Tan! Aku pesen minum dulu!", kata Shiena.


"Ngga Shiena!" ,tolak Helen tapi Shiena mengabaikannya. Dia tetap minta minuman untuk Helen.


Tak berapa lama, Shiena membawa minuman lalu di letakkan di depan Helen.


"Minum dulu Tan. Ini kadar alkohol nya rendah kok, santai saja!", kata Shiena. Helena hanya menatap gelas berisi minuman beralkohol tersenyum.


"Coba aja dulu Tan, biar rileks!", kata Shiena sebelum ia menghabiskan minumannya juga.


Agak ragu, Helen pun mengikuti ucapan Shiena. Tegukan pertama membuat Helen merasa aneh dengan minuman yang banyak di sukai kaum seperti Shiena.


"Pelan aja Tante, biar rileks jadi tante bisa melupakan masalah Tante!"


Karena kepincut omongan Shiena, akhirnya Helen mulai beradaptasi dan semakin lama ia semakin mabuk.


Ia meracau banyak hal tentang pernikahannya, tentang Syam dan juga Lingga. Menyebut nama Lingga, Shiena kembali terpikirkan pada sosok tersebut. Entah ada ide apa di otak Shiena saat nama laki-laki tersebut kembali di ceritakan oleh Helen.


Flashback off


*****


Maaf ya, terus terang mak othor ga tahu klub malam seperti apa 🤭 selain gambaran di pilem2 atau baca2 novel gitu. Jadi...harap maklum 😆

__ADS_1


Betewe selamat berakhir pekan ✌️✌️✌️ Bari nungguin Galuh Lingga apdet, bisa atuh ngintip ke karya receh mamak yang lain. Ya... meskipun masih banyak typo dan perlu banyak belajar tentang puebi.


Haturnuhun 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2