
Glen memacu mobilnya untuk segera sampai di rumahnya. Dan setelah sampai di sana mobil Helen tidak ada di rumah.
Glen langsung memasuki rumahnya yang tidak terkunci. Kaki jenjangnya langsung berlari menuju ke arah kamar utama. Betapa terkejutnya Glen saat melihat kondisi kamar yang berantakan.
Dia heran sebenarnya apa yang membuat Helen semarah itu hingga melemparkan barang-barang di sekitarnya. Apa karena dirinya yang tidak mengangkat telepon dari Helen atau karena ucapan papanya yang cukup menyakitkan???
Hingga jam tiga dini hari Glen mendengar suara mobilnya masuk ke halaman rumah. Benar saja istrinya yang datang. Perempuan itu berjalan sambil terhuyung mungkin karena mabuk berat.
Glen merasa sangat emosi melihat penampilan Helen yang tidak pernah seperti ini sebelumnya. Jangankan berpakaian seperti ini maupun Helen tidak pernah.
"Dari mana kamu?", bentak Glen. Helen yang dalam kondisi mabuk berat memandangi suaminya.
"Kamu sudah pulang Mas ,ingat punya istri di rumah?", sindir Helen lalu menyingkirkan Glen dari hadapannya. Ia meringsek masuk ke dalam ruang tamu. Glen pun menyusulnya setelah mengunci pintu.
"Sebenarnya kamu ini kenapa Helen? Kenapa harus seperti ini mabuk-mabukan. ini bukan Helen yang aku kenal!"
"kamu tanya kenapa Mas?", sarkas Helen sambil meraih kerah baju Glen. Glen tak menjawab apapun.
"Ini juga semuanya karena kamu mas! Karena kamu!", tunjuk Helen. Tapi Glen meraih telunjuknya lalu menurunkannya. Setelah itu, Helen tertawa terbahak-bahak dan detik berikutnya ia menangis.
__ADS_1
"Kamu pasti akan membela bocah itu bukan dibandingkan aku dengan Zea? Iya kan mas? Jawab!!!", teriak Helen.
"Kita bicara besok sekarang kamu masuk Kita istirahat!", Glen mendorong Helen ke kamarnya meski ia berjalan sempoyongan. Sambil sesekali tertawa, Helen menurut saja.
Glen membantu Helen melepaskan pakaiannya dan di dorong hingga masuk kamar mandi.
Lelaki itu mendudukkan Helen di closet lalu di mandikan dengan air hangat. Helen tampak menerima saja.
Sekitar sepuluh menit berlalu, Glen menutup tubuh istrinya dengan handuk lalu dengan sekuat tenaga ia membopong Helen ke ranjang mereka.
Helen masih terus meracau tidak karuan. Sesekali tertawa, tapi detik berikutnya ia menangis.
"Kamu sembarangan membuang benih kamu. Aku hanya mendapatkan sisa dari perempuan itu! Padahal aku sudah menjaga diriku dan menyerahkan seutuhnya cuma buat kamu mas Glen! Aku jijik kalau ingat itu mas ...aku sakit hati hiks....hiks...."
Isakkan Helen cukup menyayat hati. Glen pun paham seperti apa sakit hati Helen. Tapi bukan berarti dia membenarkan tindakan Helen. Apalagi sampai lari ke hal-hal seperti ini, mabuk????
"Aku butuh kamu mas! Zea juga butuh kamu! Bukan cuma bocah itu! Perlahan, kalian pasti akan mendepak Zea. Iya kan? Ngaku ngga? Hahhahaha!"
Glen mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
"Ngga mas! Aku bukan berharap warisan papa surya. Warisan keluarga ku juga banyak mas! Banyak! Sana bilang sama papa! Aku hanya ingin kalian...kalian berhenti membeda-bedakan antara keturunan laki-laki dan perempuan. Tuhan yang menetapkan anak kita akan lahir laki-laki ataupun perempuan kan mas???? Tapi apa?? Papa kamu masih saja berharap jika ia mendapatkan cucu laki-laki. Sedang aku tak bisa memberikannya. Dan sekarang.... tiba-tiba dia tahu kalau dia punya cucu kandung laki-laki dari perempuan lain yang sudah merebut mu dari ku mas! Laki-laki brengsek kamu mas!", Helen menumpahkan semua yang ada dalam pikiran dan juga hatinya.
Glen tak mampu berucap apapun. Semua yang Helen katakan memang benar. Dia hanya laki-laki brengsek!
Perlahan, Helen mulai tenang. Dia mulai tertidur. Sesekali ia meracau dan Glen cukup mendengarnya.
"Pilih bocah itu atau aku dan Zea mas!!!"
Helen mengigau dengan raut yang sepertinya emosi. Tapi Glen memeluk Helen untuk bisa menenangkannya.
"Aku kangen sama kamu mas! Tapi kamu sibuk memikirkan bocah itu! Kamu sudah tidak peduli lagi padaku?!", oceh Helen lagi.
Glen mendekap tubuh Istrinya. Hingga akhirnya mereka berdua pun terlelap ke dalam mimpi.
*****
Maaf kalau mengecewakan atau tidak sesuai dengan ekspektasi para reader's. Mohon di maklumi, othor receh ini masih harus banyak belajar 😔
Terimakasih sudah mengikuti sampai di sini. Kadang kalau lagi down, suka badmood. Tapi ...ya sudah lah, pokoknya terimakasih banyak-banyak 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1