Jangan Remehkan Aku

Jangan Remehkan Aku
Bab 199


__ADS_3

Gagal semua rencana gue! Batin Lingga.


"Tante Gita kan?", tanya gadis yang tadi menanyakan Lingga.


"Iya betul, maaf...siapa ya?", tanya Gita.


"Aku Karen tante!", kata perempuan itu tersenyum. Arya dan Vanes menahan senyum melihat ekspresi wajah Lingga dan Galuh bergantian. Jika Galuh terlihat sedang mengelola emosi agar tak meletus di tempat yang seharusnya, berbeda dengan Lingga yang sudah pucat.


Mantan Abang juga??? Seolah pertanyaan yang Galuh lontarkan lewat tatapannya pada Lingga.


"Karen...oh...iya...anaknya jeng Risma ya? Apa kabar Karen?", tanya Gita ramah yang tidak melihat seperti apa ekspresi wajah menantunya.


"Iya Tante, om sama Tante apa kabar? Lingga juga?", tanya Karen ramah.


"Alhamdulillah kami baik Nak Karen!", jawab Gita. Karen mengangguk dan tersenyum.


"Hai Om, kak Vanes!", sapa Karen pada Arya dan Vanes seolah Galuh yang pendek tak terlihat di sana.


Arya dan Vanes mengangguk tipis dan tersenyum seadanya.


"Ga, dari tadi diem aja?", tanya Karen.


"Oh...hah? Iya, ini...kenalin istri ku!", Lingga merengkuh bahu Galuh yang memasang wajah senyum tipis tapi tak terlihat pura-pura juga.


"Owh...kamu sudah menikah Ga? Aku pikir belum. Kirain tadi... asistennya kak Vanes. Oopss...!", Karen menutup mulutnya seolah tak sengaja.


Arya dan keluarganya cukup terkejut dengan celetukan Karen yang pasti membuat Galuh tersinggung.


Lingga baru akan buka suara tapi lebih dulu di serobot oleh Galuh.


"Iya, dia sudah menikah kak. Sudah punya anak dua malah. Ya kan bang!?", Galuh menoleh pada suaminya. Lingga mengangguk cepat.


"Iya Alhamdulillah kami sudah menikah dua belas tahun yang lalu. Dan kami sudah punya anak!", kata Lingga berusaha menjaga nada bicaranya agar tak terdengar bergetar.


"Ma, Vanes kita temui klien papa aja!", ajak Arya pada menantu pertamanya dan juga istrinya. Kedua perempuan itu pun mengangguk setuju. Arya hanya ingin Lingga dan Galuh menyelesaikan urusan sepele nya.

__ADS_1


"Oh ya? Dua belas tahun? Bukannya kita KKN di desa Xxx ya?", tanya Karen.


Oh...temen kuliah! Batin Galuh.


"Iya, aku menikah dengan Galuh waktu KKN terakhir di sana."


"Oh ya? Kok bisa sih? Apa Galuh juga warga sana? Tapi...ga mungkin deh Ga. Waktu itu kamu aja baru putus sama Inka. Masa ...nikah sama dia, kapan kalian pacarannya?", tanya Karen kepo.


Lingga akan kembali buka suara tapi istrinya menginterupsi.


"Lanjutin aja ngobrol nya bang, aku mau ke mas Alex!", pamit Galuh. Hal itu membuat Lingga kelabakan.


"Yang! Tunggu Yang, bareng Abang aja ke Alex nya!", cegah Lingga. Karen senyam senyum tak jelas. Mungkin senang melihat istri dari mantannya itu emosi jiwa.


Galuh melihat tawa mengejek di bibir Karen, gadis yang katanya mantan kekasih suaminya itu memang baru pertama kali ia temui. Tapi di mata Galuh , dapat rate nya bintang satu, 🤣


"Aku ngga marah kok bang, cuma mau ke mas Alex aja. Jangan di kira aku cemburu sama kak Karen yang cantiknya kaya seleb tiktuk. Sama cewek-cewek Kanada aja aku B aja kan?", sindir Galuh pada suaminya.


Maksudnya apa sayangkkkkuuuu! Ingin sekali Lingga berteriak seperti itu.


"Oh... begitu, kalian pernah LDR ya? Tapi... bukannya waktu itu kamu mau tunangan sama Shiena kan? Tapi batal gara-gara... ternyata kamu udah nikah sama dia?"


Karen tersenyum dan mengedikan bahunya.


"Sorry Ren, aku sama istri ku ke Alex dulu." Lingga menggamit pinggang kecil Galuh yang sudah kembali langsing seperti sedia kala. Galuh tak menyingkirkan tangan suaminya yang memegang pinggangnya sangat posesif untuk menjaga agar semua terlihat baik-baik saja di depan para tamu Alex.


Lingga tampak lega istrinya tidak ngereog karena ucapan Karen tadi. Ada rasa menyesal karena dulu dia pernah menjadi cowok playboy. Tapi setelah ijab kabul, Lingga sama sekali tak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun. Bahkan dia juga tak menyangka akan kembali di pertemukan dengan istri sirinya dulu yang sekarang sah menjadi nyonya Lingga.


Pesta belum usai, tapi Arya dan keluarganya sudah memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang menuju ke kediaman Arya yang sekarang menjadi hak Puja, Galuh terlihat diam.


"Yang ...!"


"Heum?", gumam Galuh yang menatap jalanan yang terang oleh lampu-lampu ibu kota. Mereka sudah solat magrib di hotel tadi.


"Kamu marah?"

__ADS_1


"Kenapa?", tanya Galuh balik.


"Ya ... karena ucapan Karen dan...?", kalimat Lingga terputus karena ocehan yang keluar dari bibir Galuh.


"Kenapa nanya maksud ku !", kata Galuh melipat kedua tangannya di dada.


"Hufffttt.... Yang, itu kan cuma masa lalu. Ngga usah terlalu di tanggepin lah. Lagi pula kan sekarang kita tinggal di kampung, ngga akan ketemu mereka lagi kok. Abang juga cuma cin..."


"Oh...jadi kalo kita tinggal di sini, bakal sering ketemu gitu? Oh... jangan-jangan chat yang suka masuk itu dari mantan-mantan kamu ya Bang?", tanya Galuh.


Uhhhh...dasar perempuan! Dia yang mulai bahas, ujung-ujungnya dia yang marah juga kan? Pengen ngomel balik, tapi yang ada malah makin runyam. Mending diam! Untung sayang!!!


"Astaghfirullah Yang, udah deh ngga usah bahas mereka lagi Yang. Mending habis ini kita fokus buat bulan madu kita. Ya....?", Lingga meraih puncak kepala istrinya dan mengusap pelan. Galuh tak menolaknya tapi wajahnya di tekuk.


"Harusnya aku emang diem aja ya Bang! Ngga usah nanya begini begitu biar ngga nyesek sendiri. Lagian harusnya aku inget dong ya. Pertama kali liat Abang aja... penampilannya blagu, sok kegantengan dan udah di pastikan playboy!", cerocos Galuh yang Lingga pikir sudah beres.


"Ayo lah Yang, jangan bahas gitu mulu. Ntar kata reader bosen lho bahas kelakuan Abang dulu! Lagian sejak kita nikah, abang mah udah insyaf. Seperti yang kamu bilang tadi, jangankan seleb cewek-cewek Kanada aja ngga ada yang bikin abang nyangkut kok! Yang...ayo lah yang ...jangan ngambek!", bujuk Lingga lagi.


Galuh akui, awal pertemuannya dengan Lingga yang di nikahkan hari itu juga ,penampilan Lingga khas anak muda pada jamannya. Dan sekarang, suaminya benar-benar sudah berubah sesuai dengan umurnya sekarang.


"Hemmm!", gumam Galuh. Lingga akhirnya bisa bernafas lega mendengar suara Galuh meski hanya gumaman.


"Makasih sayang!", Lingga menyempatkan mengecup puncak kepala Galuh sebentar meski ia sedang menyetir.


*******


Selamat berakhir pekan. Maafkan daku kalo makin sini makin gaje 😁😁😁


Tolong di perhatikan ya pihak NT, beneran deh kalian bikin othor receh pada down 🤭


Dan mulai sekarang mah Mak othor pasrah. Ngandelin view dari para reader's kesayangan. Kalo boleh mah...ini kalo boleh, lebih baik ngga usah di apa-apain deh kalo emang ngga suka alurnya ngga suka sama othornya 🤭 dan tulisannya yang emang ngga berbobot dari pada kasih rate kok bintang 1 astaghfirullah....jadi pengen ketawa sampe 😭😭😭


Emang sih...itu hak siapa pun untuk menilai. Serius deh ...Mak kagak baper kok ✌️✌️✌️ 😁😁😁


Terimakasih banyak-banyak yang sudah setia mampir di mari 🤩

__ADS_1


Love you sekebooooonnnn kacang 😆😆😆


10.10


__ADS_2