
Sebelum baca jangan lupa like komen dan vote author sebanyak banyaknya biar kita para author Semangat....
Dion begitu frustasi mencari keberadaan Ana, sudah tiga hari dia berjalan kesana kemari mencari keberadaan Ana. Dion tertunduk sedih di belakang setir mobilnya, dia berharap bisa menemukan Ana secepatnya. Harry orang kepercayaan Dionpun tidak dapat mencari keberadaan wanita yang begitu dicintai nya.
" Sayang kamu dimana??" lirih Dion dalam mobilnya, airmata menggenang di matanya.
Tiba tiba ponsel Dion berbunyi, dia melihat layar ponsel nya dan ternyata Gio yang menghubunginya.
" Hallo"
" Halo pak, maaf ada klien yang sedang menunggu bapak"
" Siapa?? kamu kan tahu saya sedang sibuk!"
" Pak Bram Klien kita dari Malang. Maaf pak tapi sudah 3 hari dia bolak balik kantor kita, katanya dia butuh kepastian mengenai bisnis kita yang ada di Malang"
" Hmmm baiklah saya segera datang"
Dionpun segera meluncur menuju kantor nya dan segera menemui Gio dan Bram rekan bisnis Dion. Begitu Dion sampai di kantor dia merekapun langsung menuju ruang meeting.Bram tampak begitu marah dengan ketidak konsistenan Dion.
" Silahkan duduk pak" kata Gio mempersilahkan Bram duduk
__ADS_1
" Tidak usah pak, saya kesini untuk membatalkan perjanjian kontrak kerjasama yang sudah kita buat" kata Bram dengan wajah tidak bersahabat.
" Maaf pak Bram saya benar benar minta maaf tapi belakangan ini saya sedang ada urusan keluarga"
" Maaf pak Dion setiap orang memiliki masalah masing masing tapi kalau masalah bisnis kita harus bersikap profesional, ini adalah sifat pebisnis sejati"kata Bram dengan nada marah.
" Sekali lagi saya minta maaf "
" Saya tidak butuh maaf pak, ketidak profesionalan bapak saya jadi kehilangan banyak waktu. Jadi saya minta agar kontrak kerjasama kita dibatalkan"
Dion tak bisa lagi berkata apa apa, dia tahu bahwa dirinya barsalah bersikap tidak profesional. Dion hanya mampu menatap kepergian Bram yang sudah sangat kesal.
Dion bersandar dikursi kerjanya, kepalanya menengadah keatas, dia memandang langit langit ruangan disana ia melihat wajah Ana. Rasa rindu pada Ana tak dapat dibendung nya lagi, dia sudah kehilangan semua Semangat yang ia miliki. Dion tidak perduli dengan kerugiannya karena kehilangan klien, dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya menemukan Ana.
Saat sedang sibuk termenung tiba tiba saja Karin masuk kedalam ruangnya, walaupun security sudah melarangnya namun Karin tetap bersikeras untuk menemui Dion.
" Honey" Kata Karin sambil membuka pintu sedangka disampingnya ada security yang sedang menariknya.
" Lepaskan aku, Honey tolong bilang sama satpam ini agar melepaskan ku
" Lepaskan dia" kata Dion yang sangat geram dengan Karin.
__ADS_1
" Tapi pak, bapak bilang bahwa Bu Karin ngakk bisa masuk"
" Biar saya yang akan bawa dia keluar" akhirnya security itupun keluar meninggalkan Dion dan Karin
" Honey, kamu kok gitu sih"
" Kamu itu memang perempuan tak tahu malu beraninya kamu datang kesini setelah apa yang kamu lakukan" bentak Dion
" Mas aku ini kamu anggap apa??Apa ini balasan kamu dengan apa yang sudah aku korban kan"
" Memang apa yang sudah kamu korbankan?? justru karena kamu istri yang sangat saya cintai jadi korban"
" Mas, dia itu wanita yang tidak baik untuk kamu, buktinya dia ninggalin kamu begitu aja"
" Yang tidak baik itu kamu, dia pergi gara gara kelakuan jahat kamu, lebih baik kamu pergi sebelum aku marah dan bertindak kasar" ancam Dion.
" Mas pasti akan menyesal sudah gini in aku"
" Aku akan menyesal seumur hidup kalau bersama dengan mu, sekarang kamu Keluar!!"
Akhirnya Karin keluar dan meninggalkan Dion, dengan wajah kesal ia beranjak pergi dari kantor Wiradmadja tersebut.
__ADS_1