
Hari ini Karin memutuskan untuk menemui Dion di kantor nya, karena beberapa kali dia menghubungi ponsel Dion nomornya selalu di luar jagkauan. Karin pun memasuki Kantor Dion namun tiba-tiba saja resepsionis di kantor Dion melarang masuk.
" Maaf mbak Karin kata pak Dion anda tidak boleh masuk" kata Tia yang adalah resepsionis di kantor tersebut.
" Apa ?? kamu jangan coba coba menghalangi ku? kamu tau kan siapa aku??" kata Karin dengan nada tinggi.
" Saya hanya menjalankan perintah pak Dion mbak" kata Tia membela diri.
" Kamu jangan ngarang ya tidak mungkin Dion tidak mau menemui ku?? kata Karin dengan amarah yang meledak-ledak.
Dion yang bertepatan ada di lantai bawah melihat perdebatan mereka dengan segera Dion pun segera menghampiri mereka.
" Ada apa ini??" tanya Dion pada Tia.
" Begini pak, mbak Karin memaksa masuk untuk bertemu bapak" kata Tia
" Mas berani beraninya karyawan kamu ini melarang aku pokoknya kamu harus pecat dia" kata Karin dengan gaya sok berkuasa.
Dion pun segera menarik tangan Karin dan membawanya menuju ruangan nya.
" Untuk apa kamu datang kesini??" kata Dion dengan nada datar dan dingin.
__ADS_1
" Mas,,,,aku rindu sama mas aku tau kalau aku salah tapi sekarang aku ada disini untuk mas"
" Semuanya sudah terlambat Karin, hatiku tidak lagi milikmu"
" Mas Karin ngakk percaya tidak mungkin mes melupakan Karin begitu saja" kata Karin dengan nada sedih, air matanya mulai mengalir di pipinya.
" Tapi kenyataannya aku sudah bisa melupakanmu, sekarang aku mencintai Ana istriku"
" Mas.." kata Karin sambil menarik dan menggenggam tanga Dion dan anehnya Dion membiarkan Karin melakukannya. Karin pun memeluk Dion dengan erat.
" Mas maafin Karin, Karin ngakk mau pisah dari mas" kata Karin tersedu sedu di pelukan Dion.
" Udahlah Karin kamu jangan menangis terus, ada banyak laki laki di luar sana yang bisa menggantikan aku" kata Dion sambil mengelus rambut Karin
" Ga mas cuman mas yang terbaik untuk Karin" kata yang terus saja menangis di pelukan Dion.
Tiba tiba saja ada suara benda terjatuh tepat dihadapan pintu ruangan Dion. Mata Dion membelak ketika melihat Ana berdiri di depan pintu dengan rantang makanan yang tepat jatuh di hadapannya.
Flashback.
Ana yang merasa bosan dirumah seharian memutuskan untu kekantor Dion. Belakangan ini Ana menjadi lebih manja dan ingin terus dekat dengan suaminya.
__ADS_1
Selama kehamilan nya Dion menjadi sangat overprotektif terhadap Ana, dia tidak memperbolehkan Ana mengerjakannya apapun, bahkan dia menyewa dua ART untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah sebenarnya Ana sangat keberatan namun dia tak berdaya melawan keinginan Dion yang begitu memperhatikan nya.
Hari ini Ana berencana untuk menemui Dion dikantornya, dia menyuruh ART nya untuk memasak many spesial untuk dibawanya ke kantor Dion untuk makan siang. Setelah selesai Ana pun langsung menelpon Pak Jhoni untuk menjemputnya.
Begitu sampai di kantor Dion, Ana langsung inginke ruangan Dion namun tiba tiba saja Tia mencegah nya.
" Ehhh Bu Ana mau bertemu pak Dion ya" kata Tia yang mulai khawatir karena Dion membawa Karin ke ruangannya.
" Iya mas Dion ada di ruangan nya kan??" tanya Ana.
" Iy,,,, enggak Bu Ana pak Di..on nya lagi keluar " kata Tia gelagapan.
" Kalau begitu saya tunggu diruangnya " kata Ana sambil berjalan ke ruangan Dion.
" Tapi Bu.." kata Tia mencoba menghalangi Ana namun ia terlambat karena Ana langsung melangkah ke ruangan suaminya.
Tia hanya memandang punggung Ana yang berlalu meninggalkannya, dia hanya dapat berdoa semoga tidak akan ada hal buruk terjadi pada Dion dan Ana.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.
LIKE DAN VOTE YANG BANYAK YA UNTUK MENINGKATKAN RATING NOVEL INI.
__ADS_1