Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 59


__ADS_3

6 bulan kemudian


Ana tiba tiba saja terbangun, di merasakan mual yang luar biasa. Ana segera menuju kamar mandi dan memuntahkan semua isi perut nya. Sudah beberapa hari ini Ana selalu merasakan mual di pagi dan sore hari.


" Hoekkkk... Hoek...." Ana benar benar merasakan guncangannya yang cukup hebat dari perutnya. Wajahnya berubah menjadi pucat.


" Hoekkkk" Ana kembali muntah dan kali ini hanya cairan bening yang keluar dari mulutnya.


Dion yang mendengar suara Ana dari kamar mandi segera menghampiri dan alangkah kagetnya dia melihat Ana duduk lemas di lantai kamar mandi.


" Sayang kamu kanapa? kata Dion dengan panik.


" Ga apa-apa kok mas, Ana baik baik aja kok " kata Ana bersandar lemas di dinding kamar mandi.


" Muka kamu pucat sekali, ayo kita periksa ke dokter" kata Dion sambil mengelus kepalanya Ana.


" Ga usah mas Ana baik baik saja kok"


Tiba tiba Ana meresa mual lagi dan lagi lagi dia muntah. Dion yang melihat Ana menjadi tambah panik


" Hoekkkk"

__ADS_1


Dion menepuk nepuk pundak Ana, selesai muntah Dion mengambil tisu dan membersihkan mulut Ana. Ana lemas seketika, dia hampir ambruk untung saja Dion dengan sigap menangkap tubuhnya.


" Kamu ga apa-apa sayang" kata Dion sambil mengelus wajah pucat Ana.Dion pun menggendong Ana ke atas tempat tidur dan membaringkanya disana.Dion mengambilnya minyak kayu putih dan mengoleskan ke perut Ana.


" Sayang kita ke dokter aja yuk, mas takut kamu kenapa- napa? "


" Ga apa apa kok mas, ini karena ulah anak mas" kata Ana membuat Dion seketika kaget.


" Anak???" kata Dion dengan mata melotot.


Ana pun beranjak dari tempat tidur dan mengambil sebuah benda kecil didalamnya.


Ana menunjukkan sebuah benda kecil dengan tanda dua garis merah. Dion memandang benda dan mulai mengerti maksud Ana.


Ana mengangguk pertanda iya dan dengan dengan refleks Dion memeluk gadis yang begitu dicintai nya.


" Ini beneran kan sayang" kata Dion yang tak berhenti menatap taspek tersebut.


" Iya mas masa Ana bohong"


" Kok kamu ngakk ngasih tau mas sih kamu tes kehamilan? pantas saja beberapa hari ini kamu mual terus!"

__ADS_1


" Mas Ana tesnya batu kemarin, Ana mau kasih tau tadi malam tapi mas pulang larut malam pas Ana udah ketiduran" kata Ana menjelaskan.


" Maafin mas sayang, mas janji akan usahakan pulangnya jangan kemalaman. Kita cek ke dokter yan sayang??"


" Kita cek besok aja ya , besok kan Minggu pas mas libur, hari ini mas ke kantor aja"


" Tapi mas pengen lihat Dede bayinya sekarang" kata Dion sedikit memelas


" Mas tinggal nunggu besok kok nggak sebaran sih" kata Ana sambil mencubit pipi Dion.


"Mas siap siap gih biar Ana siapkan sarapan" kata Ana sambil beranjak dari tempat tidurnya namun Dion dengan cepat mencegat Ana.


" Sayang kamu istirahat aja biar mas sarapan yang siapkan sarapan"


" Emangnya mas bisa masak??


" Bisa dong waktu kuliah di Bandung mas sering masak sendiri walaupun masakannya ga enak enak amat" kata Dion dengan bangganya.


"Kamu tunggu disini ya sayang kalau masakan mas udah jadi nanti mas panggil kamu" kata Dion sambil mencium kening Ana.


Ana kemudian tersenyum melihat suami yang begitu perhatian. Dalam hati dia sungguh bersyukur dengan nikmat yang diberikan Tuhan padanya apalagi sebentar lagi dia akan di karuniai bayi kecil yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.


Maaf ya author nya upnya hanya 1 episode karena author nya lagi galau harap maklum ya😁😄😄😄😄


__ADS_2