Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 167


__ADS_3

Ana tidak bisa mengalihkan pandangannya ke benda kecil yang dipegangnya, tangannya bergetar melihat benda yang begitu dinantikan nya


Airmata bahagia mengalir dipipi Ana saat melihat dua garis merah tertera dia taspack tersebut.


" Ya Tuhan akhirnya penantian selama 4 tahun akhirnya terjawab juga"


" Aku harus memberi tahukan kabar gembira ini pada mas Dion, dia pasti akan senang sekali"


Ana segera bergegas ke kantor Dion dengan membawa taspack didalam tasnya.Begitu sampai dikantor Dion, Ana segera memasuki ruangan suaminya dengan hati yang tidak terkira senangnya.


Ana segera memasuki ruangan tersebut, Ana tertegun melihat Dion yang sedang termenung dengan wajah yang tidak semangat, Ana merasa bersalah ketika pagi tadi ia tidak mau di dekati Dion, bahkan saat Dion ingin memeluk dan menciumnya Ana mendorong nya dengan sangat keras hingga Dion terjungkal ke lantai.


Selama beberapa hari ini Ana memang bersikap sangat berbeda, bawaannya selalu malas dan tidak ingin berdekatan dengan Dion, bahkan selama beberapa hari ini Ana tidak pergi ke toko, dia hanya senang tidur dan rebahkan.


Tadi pagi Ana memberanikan diri untuk mencoba alat tes kehamilan karena sudah seminggu ia telat datang bulan dan hasilnya benar benar diluar dugaannya. Dua garis merah menandakan dirinya sedang hamil saat ini.


" Mas" suara Ana mengagetkan Dion, namun Dion menunjukkan Ekspresi yang biasa saja melihat kedatangan Ana.


Ana segera berlari ke pelukan Dion dan memeluk nya dengan erat, awalnya Dion tidak membalas pelukan itu namun saat Ana mulai menangis Dion tidak tega mendengar nya.


" Mas Ana minta maaf ya,Ana ngakk bermaksud kasar sama mas" kata Ana sambil melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Dion dengan penuh arti.

__ADS_1


"Tatapan ini, ah...aku sudah sangat lama merindukan nya"


Dion mengelus pipi Ana dan menghapus airmata nya.


" Kamu tahu sayang airmata mu adakah kelemahan terbesar dalam hidupku, aku tidak bisa melihat air mata ini keluar dari mata indahmu"" Kata Dion sambil tersenyum dan tanpa diduga Ana langsung mencium bibir suaminya.


Mereka berciuman selama beberapa menit , hingga mereka kehabisan nafas, Dion begitu merindukan bibir manis Ana karena sudah beberapa hari ini Ana selalu menolak nya dan kali Ini Dion tidak bisa menahan hasratnya.


" Sayang,,,aku ingin... " kata Dion berbisik ditelinga Ana.


" Nanti ada yang cemburu loh mas" kata Ana membuat Dion seketika berubah ekspresi


" Seperti nya iya mas, aku harap mas bisa memaklumi nya" kata Ana dengan santai


Seketika Dion berubah menjadi panik, ia sungguh sangat takut kehilangan Ana untuk kedua kalinya.


" Tidak ini tidak boleh terjadi, kamu hanya dan akan menjadi milikku selama" bathin Dion


" Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi??" kata Dion dengan nada sedih


" Bukan tapi kali ini cintaku sudah terbagi dan seperti nya itu sebabnya dia tidak ingin aku dekat denganmu"

__ADS_1


" Apa???"kata Dion terperanjat


" Bisa bisanya kamu berkata seperti itu didepan suamimu, sayang apa kamu sudah tidak waras"


" Ha....ha..." Ana tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi cemburu Dion, dia lalu mengambil taspack yang ada di dalam tasnya dan menyerahkan kepada Dion


" Ini akan menjadi saingan beratmu" Kata Ana sambil menyerahkan taspack tersebut.


Dion melihat dua garis merah pada alat itu dan ia tak bisa membendung rasa gembira nya, dia langsung memeluk Ana dan mencium seluruh wajahnya.


" Sayang kamu hamil!!!" kata Dion yang tidak bisa menyembunyikan perasaan nya.


" Iya mas.... akhirnya penantian kita terjawab" kata Ana sambil berlinang airmata


" Oh..... terimakasih Tuhan'" kata Dion lagi, ia lalu memeluk Ana dan menggendong nya.


" Ah.....mas turunkan aku" kata Ana tapi tampak jelas raut kebahagiaan di wajahnya.


Terimakasih buat yang sudah like,komen ,vote dan follow AUHTOR ya. Vote yang banyak Agar author semangat up nya.


Maaf jika ada typo, author Sangat berterimakasih jika ada yang mengingatkan nya******.

__ADS_1


__ADS_2